Monday, 27 June 2005

Kepergianmu Telah Mengingatkanku

Sahabatku..

Saat aku mendengar dirimu telah tiada
Aku mulai memikirkan diriku yang masih ada

Saat aku menyimak peristiwa yang membuatmu tiada
Aku mulai merenung kejadian apa yang menjadikanku ada

Saat aku memperhatikan dirimu yang telah meninggalkanku
Aku mulai mengamati diriku yang mulai mendatangimu

Saat aku merasa dirimu mulai mendekati-Nya
Aku mulai menyesal telah menjauhi-Nya

aat aku sadar perjuangan berat yang membuatmu seperti itu
Aku mulai lupa kelalaian apa yang membuatku seperti ini

Dirimu tiada pada saat kejadian yang begitu mencekam dan penuh pengorbanan untuk mencari rizqi-Nya
Dirikupun bisa tiada pada saat diriku tidur, minum, makan, ngurumpi bahkan pada saat diriku sedang maksiat dalam mengkufuri rizki-Nya

Ku tersentuh begitu banyak sahabat dekatmu yang menangis akan kepergianmu
Ku khawatir bila tak seorangpun yang sedih saat kepergianku

Ku akan bahagia jika dirimu berada dalam kasih sayang-Nya
Ku masih ketakutan jika diriku berada dalam kemurkaan-Nya

Ku berharap dan berdoa semoga dirimu berada disisiNya
Kepergianmu telah membuatku semakin tersadar bahwa akupun
takkan lama lagi kan menyusulmu sahabat

Q.S. Al Mu'inuun (23) ayat 12 - 16
"Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari suatu saripati (berasal) dari tanah. Kemudian Kami jadikan saripati itu air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim).

Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu Kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian Kami jadikan dia makhluk yang (berbentuk) lain. Maka Maha Sucilah Allah, Pencipta Yang Paling Baik.

Kemudian, sesudah itu, sesungguhnya kamu sekalian benar-benar akan mati. Kemudian, sesungguhnya kamu sekalian akan dibangkitkan (dari kuburmu) di hari kiamat."

Q.S. Ar Ruum (30) ayat 8

"Dan mengapa mereka tidak memikirkan tentang (kejadian) diri mereka?. Allah tidak menjadikan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya melainkan dengan (tujuan) yang benar dan waktu yang dtentukan. Dan sesungguhnya kebanyakan di antara manusia benar-benar ingkar akan pertemuan dengan Tuhannya."

-Gantira- Wollongong Australia

Wednesday, 22 June 2005

Aku Malu

Aku sekarang sadar, bahwa seorang pahlawan yang sejati dan paling hebat disisiNya adalah seorang pahlawan yang tidak pernah ada manusiapun yang tahu kebaikan dia...

Dia benar-benar bertindak pada saat diperlukan, dia bertindak dengan cara yang tersembunyi, dia melakukannya karena dia paham, bahwa godaan syetan akan lebih mudah menyerang batinnya saat badan kita muncul ke permukaan...

Aku mengerti, betapapun aku tahu sifat taktik iblis dan balatentaranya untuk menggoda manusia, dia akan lebih mudah menggodanya pada saat manusia yang digodanya itu muncul dipermukaan...

Aku sekarang sadar bahwa banyak sekali orang yang sembunyi, padahal dia jauh lebih mulia disisiNya dibandingkan diriku yang sering muncul serta menggembar-gemborkan ke iklasanku, aku maluuu...

Ternyata aku baru punya 1 jurus untuk melawan musuh kesombonganku, padahal ilmu untuk melawan musuh kesombonganku perlu sampai 100 jurus, tapi dengan hanya punya 1 jurus itu aku berani-beraninya melawan kesombonganku yang mempunyai 100 jurus, tentu aku kalah, sebab kesombonganku dengan gampangnya menggunakan jurus lain yang aku tidak tahu dan tidak kenal akan jurus itu sehingga aku merasa sudah menang ...

Padahal pedangku hanya menusuk ujung kukunya dan pedang dia yang paling rendah kedua sudah mulai menusuk mataku, ternyata aku mesti mempelajari 99 jurus lagi untuk melawan kesombonganku ini..

Aku mungkin skarang baru mengenal jurus kedua, yaitu aku mesti diam dan sembunyi dari bahaya jurus kesombonganku yang sangat banyak tehniknya..

Aku harus mulai lagi dan belajar mencari ilmu-ilmu lain yang bisa melawan kesaktian kesombonganku yang tampak misteri dalam batinku ini...

Merenungkan kembali pada jurusku yang hanya punya 1, aku gembar-gemborkan ke orang banyak bahwa aku sudah sakti, padahal aku masih tingkat TK, aku maluuu...

Aku benar-benar malu pada jurusku yang baru mencapai tingkat satu, saat diperjalananpun aku merasa semua sahabat-sahabat alamku menertawakanku, pepohonan mengejekku, gunung mencibirku, rerumputan menyingkir dariku, karena mereka enggan bersatu dengan orang yang masih mempunyai kelas yang sangat rendah...

(-Gantira- Wollongong Australia)

Tuesday, 21 June 2005

Cita-citaku Jadi Orang yang Sangat Egois

Aku tidak ingin bangsaku hancur karena aku sangat egois
Aku tidak ingin tanah airku di rampas satu persatu oleh tetanggaku karena aku sangat egois
Aku tidak ingin negeriku diperintah oleh orang-orang munafik karena aku sangat egois
Aku tidak ingin tumpah darahku dikeruk kekayaannya untuk kepentingan segelintir orang karena aku sangat egois

Aku sangat kecewa negeriku cuma mengharapkan bantuan utang luar negeri karena aku sangat egois
Aku sangat sedih bangsaku menjual aset yang begitu berharga karena aku sangat egois
Aku sangat menderita rakyatku banyak yang tertimpa busung lapar karena aku sangat egois
Aku sangat muak pada para penyalur yang mengkorup bantuan untuk korban yang sedang tertimpa bencana karena aku sangat egois

Aku ingin melihat negeriku aman sentosa karena aku sangat egois
Aku ingin menatap rakyatku yang tersenyum bahagia karena aku sangat egois
Aku ingin memperhatikan politik luar negeriku di segani oleh bangsa lain karena aku sangat egois
Aku ingin menyimak suara pemimpinku yang penuh kejujuran pada rakyatnya karena aku sangat egois

Aku mengharap para koruptor dinegeriku dibasmi habis karena aku sangat egois
Aku menantikan para pemegang kekuasaan mementingkan kepentingan rakyat kecil karena aku sangat egois
Aku merindukan para penguasa ekonomi merangkul penuh kecintaan para korban ekonomi karena aku sangat egois
Aku menginginkan para jurnalis memberikan informasi yang jujur pada para pembacanya karena aku sangat egois

Aku baru tahu bahwa sifat egois itu nikmat karena aku sangat egois
Aku baru sadar bahwa sifat egois itu penting karena aku sangat egois
Aku baru paham bahwa sifat egois itu ada yang positip karena aku sangat egois
Aku baru mengerti bahwa sifat egois itu adalah cita-citaku karena aku sangat sangat sangat sangat super egois

I really love you egois, muuuuuaaaahhhh...
(-Gantira- Wollongong Australia)

Aku Tuntut Hakku

Semalam aku bermimpi, aku menuntut hakku pada istriku tapi istriku menolaknya dengan berbagai alasan. Karena penolakan seperti itu lalu semangat tuntutanku mulai tak bergairah lagi. Aku merenung rasa-rasanya istriku gak mungkin bersikap seperti itu..?

Setelah ku amati ternyata dia bencong yang menyamar jadi istriku, dia pakai lipstik, pakai rambut palsu, pake bedak, pokoknya persis seperti istriku. Setelah aku tahu dia bukan istriku, aku tendang dia dari tempat tidurku, dia lari tunggang langgang. Aku teriakin dia "Bangsat, kurang ajar kamu berani menyamar jadi istriku tercinta, kalau balik lagi aku bunuh kau..!!!", aku teriak sekeras-kerasnya pada penipu itu...

Setelah aku terbangun, lalu aku merenung seperti kebiasaanku. Dan terbayang negriku tercinta, aku melihat banyak sekali rakyat kecil yang menuntut haknya pada para penguasa, dan mereka di tolak dengan berbagai alasan. Setelah aku selidik punya selidik ternyata penguasa itu adalah seorang penghianat bangsa. Dia seorang munafik keras berat, dia dulu begitu syahdu membantu rakyat dan wajahnya penuh senyuman, tapi setelah jadi pejabat dia mengeruk habis uang rakyat. Sehingga semua hak rakyat dia embat semua tanpa sisa, dia bagaikan penjahat yang menyamar jadi pejabat. Karena melihat kenyataan seperti ini, maka kita mesti menendang semua para munafik yang telah menduduki kedudukan penting di negeri kita. karena mereka tidak mempunyai hak sedikitpun untuk merampas hak kita. aku kutuk kalian semua para munafik yang menjabat kekuasaan yang lebih mementingkan perut buncitnya dibandingkan perut rakyat yang busung lapar.

(-Gantira- Wollongong Australia)

Kenikmatan Sebuah Pengorbanan

Seharusnya kita menyadari bahwa dengan pengorbanan maka banyak sekali kenikmatan yang akan kita peroleh jauh lebih nikmat dari pada melakukan apa yang menjadi larangan saat itu...

Aku teringat akan Nabi Ibrahim, dia begita ikhlasnya mengorbankan anaknya Nabi Ismail untuk dikorbankan dihadapan Tuhan Semesta Alam, sehingga akhirnya dia teruji telah mengikuti tanpa ragu perintah Yang Maha Kuasa. Nabi Ismail selamat dan Nabi Ibrahim lulus dari ujian yang maha berat itu sehingga akhirnya mereka berdua mendapatkan kedudukan yang tinggi di antara makhluk-makhlukNya

Aku teringat saat Nabi Yusuf begitu ikhlasnya mengorbankan gelora nafsunya pada Zulaikha, sehingga akhirnya dia menjadi pembesar dikerajaan mesir dan sekaligus dapat memperistri Zulaikha yang telah janda dengan cara yang halal...

Aku teringat sebuah hadist bahwa orang berkorban dalam perang membela islam sehingga akhirnya memperoleh kenikmatan mati syahid, pada saat mereka sudah berada di syurga mereka ditanya keinginannya , maka mereka akan menjawab dihidupkan kembali ke dunia untuk mati syahid lagi secara terus menerus. Karena mereka bisa merasakan kenikmatan kedudukan yang sangat tinggi dihadapan Yang Maha Kuasa...

Aku teringat pada diriku yang mau mengorbankan waktuku untuk bisa shalat berjamaah tepat waktu di mesjid, shalat malam, shalat dhuha, serta puasa senin-kamis. Hasil yang kurasakan begitu nikmatnya hati yang kumiliki saat ini, namun aku tetap ketakutan dan mesti terus berjuang serta berkorban untuk menghilangkan sifat sombong dan ujub agar kenikmatan ini terus bersemayam dalam hatiku. serta aku akan terus berbuat segala sesuatu hanya untuk mencari ridhoNya.

Q.S. Al Hajj (22) ayat 58:
"Dan orang-orang yang berhijrah di jalan Allah, kemudian mereka dibunuh atau mati, benar-benar Allah akan memberikan kepada mereka rezki yang baik (syurga). Dan sesungguhnya Allah adalah Sebaik-baik pemberi rezqi

Hadits Shahih Riwayat Muslim no.1631, dan Ahmad2/372
"Jika seorang anak Adam meninggal, maka terputuslah semua amalnyakecuali 3 hal : Shadaqah Jariyyah, Ilmu yg Bermanfaat dan Anak yg Shalihyg Mendoakannya."

---
Akupun skarang akan mencoba mengorbankan keinginan hatiku untuk tidak terus menerus tergantung pada mailinglist, dan akupun juga harus mengorbankan waktuku agar aku bisa menyelesaikan tugasku dan mempelajari ilmuku di sini. Sehingga akhirnya aku bisa mendapatkan kenikmatan yang lain.


"Ya Tuhanku, berilah kekuatan pada diriku untuk berani mengorbankan segala sesuatu untuk senantiasa menuju jalan-Mu yang lurus, aku memohon dan berdoa kepadaMu, Amin"
(-Gantira- Wollongong Australia)

Manusia Bernilai Angka Null

"Manusia Bernilai Angka Null"

Saya baru sadar bahwa angka Null ini mempunyai nilai filosophi yang sangat tinggi bagi kehidupan kita...

Angka Null bukan suatu angka yang pasti, dalam suatu statistika dan programmer angka Null itu dijadikan sebagai angka yang tidak diketahui datanya, apakah ada atau tidak ada. Nilainya bisa bernilai A, B, C atau mungkin D. Kalau dalam ilmu matematika suatu angka dibagi Null maka hasilnya tak hingga atau tidak diketahui angka pastinya. Beda kalau dibagi dengan angka 2, hasilnya akan sangat jelas dan semua orang akan sepakat.

Kalau kita hubungkan angka Null ini dengan pengetahuan seseorang maka iapun bisa bernilai Null yaitu kita mesti hati-hati pada orang yang mempunyai pengetahuan Null, karena dia bisa saja sangat pintar sehingga bisa membuat kita terkecoh, tapi bisa juga orang ini tidak mempunyai pengetahuan apa-apa sehingga bisa kita jejali dengan pengetahuan yang nampaknya seperti benar tapi kalau diteliti oleh yang ahlinya itu salah besar...


Nah kalau kita coba hubungkan angka Null ini dengan takdir manusia. Maka manusiapun bernilai Null, artinya dia diakhir hayatnya bisa jadi ahli neraka ataupun ahli surga. Dengan angka Null ini, saya jadi teringat pada suatu kisah, dia dulunya sangat ahli ibadah tapi pada saat akhir hayatnya dia bermaksiat dan akhirnya dipastikan masuk neraka..

Saya ingat juga seorang yang ahli maksiat, dia sudah membunuh 100 orang, tapi akhirnya dia bertobat dan Tuhan Semesta Alam menakdirkan dia masuk surga..

Setelah saya mengingat kisah ini, saya merasa bahwa manusia yang hidup di dunia ini bernilai 'Null' artinya dia belum bisa kita pastikan ahli neraka atau ahli surga...

Bisa saja secara kasat mata saat ini kita ahli ibadah, dengan shalat fardhu tepat waktu, puasa senin-kamis, shalat tahajud, shalat dhuha, senang bershadaqah serta banyak lagi amalan baik yang kita lakukan. Namun bisa saja di akhir hayat kita, sifatnya berubah menjadi seseorang yang menyekutukan Allah dan akhirnya jadi ahli neraka...

Dan bisa juga kita melihat orang lain yang nampak selalu melakukan banyak kemaksiatan, namun di akhir hidupnya dia bertobat dan berubah menjadi seorang ahli ibadah. Sehingga dengan otomatis dia menjadi seorang husnul khatimah sebagai ahli surga.

"Ya Rabb, ampunilah dosa kami ternyata kami pun bernilai 'Null'. Kami tidak tahu  takdir akhir hidup kami, apakah husnul khotimah atau su'ul khotimah. 

Namun ya Rabb, kami sangat berharap kepada-Mu, anugrahkanlah kepada kami kenikmatan sebagai salah  seorang hamba yang husnul khatimah, yang baik di akhir hidup kami sehingga kami bisa berjumpa dengan-Mu dalam keadaan Engkau ridha kepada kami dan kami pun ridha kepada-Mu" 

"Ya Rabb, sungguh Engkau Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, ampunilah semua dosa kami sebelum nyawa lepas dari jasad kami"


"
ﻳَﺎ ﻣُﻘَﻠِّﺐَ ﺍﻟْﻘُﻠُﻮْﺏِ، ﺛَﺒِّﺖْ ﻗَﻠْﺒِﻲ ﻋَﻠَﻰ ﺩِﻳْﻨِﻚَ

Yaa Muqollibal Quluub, Tsabbit Qalbi 'Ala Diinik

Wahai Dzat yang membolak-balikkan hati, teguhkan hati kami di atas agama-Mu." 

Aamiin..3x.. ya rabbal ‘alamin

(Gantira, 21 Juni 2005, Wollongong Australia)

Monday, 20 June 2005

Pelajaran SDku yang Begitu Menentramkan

Dulu aku sering banyak menuntut ilmu agama, ilmuku yang ada diotakku saat itu banyak sekali, sehingga aku terus menerus kehausan dalam menuntut ilmu agama, namun tak satupun yang aku ketahui menambah amalku, sehingga hatiku makin lama makin gersang...

Saat aku disini, aku mulai belajar dari yang kecil-kecil, aku mulai belajar manfaat sholat tepat waktu, aku mulai belajar shalat dimesjid, aku mulai belajar adzan, aku mulai belajar shalat malam, aku mulai belajar puasa senin-kamis, aku mulai belajar manfaat sebuah kritikan, aku mulai belajar yang namanya ikhlas, aku mulai belajar semua pelajaran yang aku terima di SDku dulu..

Namun dengan mempelajari semua pelajaran yang aku terima di SD serta mulai ku aplikasikan dalam hidupku. hatiku merasakan suatu kenikmatan yang luar biasa. Aku skarang terus mencari pelajaran lainnya yang ada di SD yang belum aku aplikasikan, karena dengan mengaplikasikan ilmu yang kecil-kecil maka effeknya akan menambah suatu kenikmatan yang luar biasa...

Tapi satu hal yang paling menakutkan diriku yaitu rasa sombong yang akan senantiasa tertanam dalam hatiku, ini selalu terlintas tiap detik dalam sanubariku. Bila itu terjadi, semua amalku akan sia-sia belaka dan kenikmatanpun akan cepat menguap dalam hitungan detik....
(-Gantira- Wollongong Australia)