Saturday, 9 October 2010
Hatiku Telah Terpikat
Permata yang nilainya tak terhingga harganya...
Harga di atas total seluruh rumah megah, perhiasan, kendaraan mewah dan mata uang yang ada dibumi ini...
Seluruh jiwaku terpikat kepadanya...
Besi, perak, emas dan lembaran uang nampak tak bernilai harganya dibandingkan apa yang kutemukan...
Bujukan, rayuan, paksaan, ancaman bagaikan seekor semut yang berusaha mengalihkan perhatianku...
Saat sebongkas emas memaksa memasuki hatiku, dengan rasa tersiksa aku menerimanya...
Karena kutahu ada yang lebih
indah...
(Gantira, 9 Oktober 2010, Jakarta)
Nb.
Permata yang kumaksudkan adalah ilmu agama yang bersumber dari Al-Qur'an dan Hadist. Sedangkan emas itu bagaikan ilmu lain, yang dengan terpaksa harus tetap mempelajarinya. Padahal dengan mempelajari ilmu lainnya otomatis waktu untuk mempelajari dua sumber itu terkurangi. Itu makna dari puisi di atas. Hanya pengalaman pribadi...
Friday, 8 October 2010
Pandangan yang Tertipu
Waktuku habis untuk sesuatu yg akan kutinggalkan,namun mengabaikan apa yg akan mendatangiku...Energiku habis untuk sesuatu yg akan mencelakakanku,namun mengabaikan apa yg akan menyelamatkanku...
Cintaku habis untuk makhluk yang tidak dapat menolongku,namun mengabaikan Rabb yang dapat mnyelamatkanku
Kebencianku habis untuk sesuatu yang dapat membahagiakanku, namun mengabaikan musuh yg terus menerus menjerumuskanku
Dunia,nafsu&musuh besarku telah membuat mata & hatiku tertipu dengan memandang segala sesuatu jadi serba terbalik
(Gantira, 8 Oktober 2010, Jakarta)
Friday, 20 August 2010
Kesejukan Tiap Sel Tubuhku
Suara itu menyejukkan telingaku lalu menjalar pada hati dan seluruh tubuhku
Kututup mataku,kenikmatan mulai terasa pada tiap sel tubuhku
Tiada alunan kata2 yang indah melebihi keindahan firman-Nya yang dibacakan oleh orang yang mengenal-Nya
Walaupun kutak mengerti apa artinya,namun tiap sel tubuhku seakan2 memahami apa maksudnya.
Ketidak mengertian ini jauh lebih indah dirasakan daripada mendengarkan kata2 jenius dari manusia
Indah sekali firman-Mu ya Rabb...
(Gantira, 20 Agustus 2010, Jakarta)
Thursday, 19 August 2010
Akhir Sebuah Pencarian
Dalam perjalanan kuamati,yg memiliki peran besar keputusan adalah seorangg menteri
Lalu cita2ku berganti dan tiap doaku selalu menyertakan harapanku menjadi seorang menteri
Kuamati kembali perkembangan selanjutnya,ternyata yg lebih berperan lagi adalah seorang presiden
Doakupun berganti sebelum doa pertama terwujud
Kubaca biografi para pemimpin dunia,tiba2 hatiku tersentak. Ternyata banyak para pemimpin yg awalnya punya niat mulia amun kekuasaan telah membuatnya lupa sehingga doakupun terhenti sebelum terwujud padaku
Lalu kubaca biografi banyak orang,akhirnya kutahu akhir pencarianku
Ternyata yg membuat manusia tetap konsisten dengan niatnya hanya harapan kebahagiaan di kehidupan setelah kematian
Sekarang kutahu apa yang kucari.
Aku tak peduli jd apapun itu,baik staf atau pimpinan, baik rakyat atau presiden,baik miskin atas kaya, selama itu menuju yg kucari akan kukejar dia.
Namun,bila itu menjauhkanku pada yang kucari,aku akan berlari jauh darinya.
(Gantira, Jakarta 19 Agustus 2010)
Sunday, 15 August 2010
Semua akan Datang dan Cepat Berlalu...

Sebentar lagi matahari akan menyapaku, padahal baru kemarin dia menemuiku
Saat ini hari libur mingguan, padahal baru kemarin libur itu datang padaku
Baru saja bentuk bulan mulai membesar, padahal bari kemarin bulan mulai mengecil
Beberapa hari lagi akan datang hari kemerdekaan, padahal baru kemarin aku nikmati hari kemerdekaan
Kuyakin pada saat nanti meninggalkan alam dunia ini, aku pun akan mengatakan "Padahal baru kemarin aku meninggalkan alam rahim'
Waktu begitu cepat berlalu, dan Permintaan serta Pertanggungjawaban akan cepat mendatangi kita.
Ya, Rab ringankanlah hisab kami dan berilah kasih sayang-Mu kepada kami hingga kami bisa lolos pada Hari Penghisaban Nanti, aamiin..3x
(Gantira, 15 Agustus 2010, Jakarta)
Saturday, 11 April 2009
Memperoleh Kebahagiaan Dunia
Tuesday, 31 March 2009
“Janji-janji Para Penghuni Neraka”
Ketika para penghuni neraka sudah menempati tempatnya, mereka mengalami penyesalan yang luar biasa. Mereka memohon kepada Allah untuk dikembalikan ke dunia dengan janji-janji akan melakukan segala sesuatu yang di perintahkan-Nya, janji-janji mereka diantaranya:
1. Akan Melakukan Amal Saleh
Mereka berjanji akan melakukan amal saleh bila diberi kesempatan untuk hidup kembali, sebagaimana yang diungkapkan dalam QS As-Sajdah ayat 12:
‘Dan (alangkah ngerinya), jika sekiranya kamu melihat ketika orang-orang yang berdosa itu menundukkan kepalanya dihadapan Tuhannya, (mereka berkata): “Ya Tuhan kami, kami telah melihat dan mendengar, maka kembalikanlah kami (ke dunia), kami akan mengerjakan amal saleh, sesungguhnya kami adalah orang-orang yang yakin”’
Permohonan tersebut dijawab oleh Allah dalam QS As-Sajdah ayat 13-14:
‘Dan kalau Kami menghendaki niscaya Kami akan berikan kepada tiap-tiap jiwa petunjuk (bagi)nya, akan tetapi telah tetaplah perkataan (ketetapan dari-Ku): ”Sesungguhnya akan Aku penuhi neraka Jahannam itu dengan jin dan manusia bersama-sama. Maka rasakanlah olehmu (siksa ini) disebabkan kamu melupakan akan pertemuan dengan harimu ini (hari Kiamat); sesungguhnya Kami telah melupakan kamu (pula) dan rasakanlah siksa yang kekal, disebabkan apa yang selalu kamu kerjakan”’
2. Akan Mengamalkan Kitabbullah dan Sunah Rasul
Setelah merasakan dasyatnya siksa neraka mereka berjanji akan mengamalkan apa yang diperintah dalam kitabullah dan mengikuti anjuran rasul-Nya, sebagaimana yang tercantum dalam QS Ibrahim ayat 44:
‘Dan berikanlah peringatan kepada manusia terhadap hari (yang pada hari itu) datang azab kepada mereka, maka berkatalah orang-orang yang zalim: “Ya Tuhan kami, beri tangguhlah kami (kembalikanlah kami ke dunia) walaupun dalam waktu yang sedikit, niscaya kami akan mematuhi seruan Engkau dan akan mengikuti rasul-rasul…”
Dijawab oleh Allah dalam QS Ibarahim ayat 44-45:
‘(Kepada mereka dikatakan):”Bukankah kamu telah bersumpah dahulu (di dunia) bahwa sekali-kali kamu tidak akan binasa?, dan kamu telah berdiam di tempat-tempat kediaman orang-orang yang menganiaya diri mereka sendiri, dan telah nyata bagimu bagaimana Kami telah berbuat terhadap mereka dan telah Kami berikan kepadamu beberapa perumpamaan”’
3. Akan Berbuat Kebaikan
Mereka berteriak saat merasakan siksaan neraka dan berjanji akan melakukan perbuatan baik, sebagaimana yang ditulis dalam QS Faathir ayat 37:
“Dan mereka berteriak di dalam neraka itu: “Ya Tuhan kami, keluarkanlah kami niscaya kami akan berbuat kebaikan berlainan dengan yang telah kami perbuat”.
Yang dijawab oleh Allah dalam ayat yang sama:
‘Dan apakah Kami tidak memanjangkan umurmu dalam masa yang cukup untuk berfikir bagi orang-orang yang mau berfikir, dan (apakah tidak) datang kepada kamu pemberi peringatan? Maka rasakanlah (azab Kami) dan tidak ada bagi orang-orang yang zalim seorang penolongpun.’
4. Akan Meninggalkan Perbuatan Jahat
Janji mereka bila dikembalikan ke dunia adalah akan meninggalkan kejahatan yang telah dilakukannya selama di dunia, seperti yang ada dalam QS Al-Mu’minuun ayat 106-107
‘Mereka berkata: “Ya Tuhan kami, kami telah dikuasai oleh kejahatan kami, dan adalah kami orang-orang yang sesat. Ya Tuhan kami, keluarkanlah kami daripadanya (dan kembalikanlah kami ke dunia), maka jika kami kembali (juga kepada kekafiran), sesungguhnya kami adalah orang-orang zalim”
Kemudian dijawab oleh Allah dalam QS Al-Mu’minuun ayat 108-110:
‘Allah berfirman: Tinggallah dengan hina di dalamnya, dan janganlah kamu berbicara dengan Aku. Sesungguhnya, ada golongan dari hamba-hamba-Ku berdo’a ( di dunia): “Ya Tuhan kami, kami telah beriman, maka ampunilah kami dan berilah kami rahmat dan Engkau adalah Pemberi rahmat yang paling Baik. Lalu kamu menjadikan mereka buah ejekan, sehingga (kesibukan) kamu mengejek mereka, menjadikan kamu lupa mengingat Aku, dan adalah kamu selalu menertawakan mereka.”’
Setelah permohonan terakhir mereka. Janji, permohonan dan jeritan para penghuni neraka tidak didengar lagi oleh Allah, dan mereka berada di dalamnya dengan penuh keputus asaan yang tidak ada manfaatnya lagi.
Apakah kita akan berjanji seperti di atas, setelah kita menjadi salah seorang diantara mereka dan menyaksikan dasyatnya api neraka dengan ainul yakin?
Ya Allah lindungilah kami dari api neraka-Mu dan jauhkanlah kami di dunia ini dari sifat dan perbuatan penduduk ahli neraka, Amin. (Gantira)
