Sunday, 8 January 2017

"Efek Dari Sebuah Kata-Kata"

Bagi seorang muslim, dia akan selalu menjaga setiap apapun yang dikatakannya. Karena setiap kata2 akan menghasilkan konsekuensi yang sangat berat.

Ingatlah bahwa hanya dengan ucapan syahadat, seorang non muslim langsung menjadi muslim serta seluruh dosanya selama ini langsung diampuni. Dia bagaikan seorang bayi yang terlahir bersih kembali.

Begitu juga hanya dengan menyatakan diri bahwa dirinya murtad, maka secara otomatis dia telah keluar dari Islam. Dan semua amal kebaikannya tidak akan lagi dinilai sebagai kebaikan di sisi-Nya

Ingatlah, salah satu syarat syahnya pernikahan adalah Ijab kabul. Yang dengan kata2 ijab kabul ini, maka  hubungan antara lawan jenis yang sebelumnya masuk pada perbuatan Jinah dan termasuk salah satu dosa besar berubah menjadi halal dan mendapatkan pahala kebaikan.

Begitu juga bila seorang suami  hanya mengeluarkan ucapan cerai pada istrinya, maka telah jatuh talak satu. Sehingga keduanya hukumnya menjadi haram kembali dalam berhubungan badan sebelum rujuk kembali.

Dan banyak lagi konsekuensi2 lainnya, walaupun hanya dengan sebuah ucapan. Jadi seorang mukmin selalu menjaga lidahnya. Dia lebih memilih diam daripada berkata yang sia2, dan juga akan memilih berkata yang bermanfaat daripada hanya diam.

Ingatlah beberapa ayat dan Hadist berikut ini:

” Tiada suatu ucapanpun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir. ” (QS. Qaaf [50] : 18)

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Allah Ta’ala berfirman, ‘Manusia menyakiti Aku; dia mencaci maki masa (waktu), padahal Aku adalah pemilik dan pengatur masa. Aku-lah yang mengatur malam dan siang menjadi silih berganti’.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda,” Janganlah kamu mencaci maki angin.” (HR. Tirmidzi, beliau mengatakan hasan shohih)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “ Tanda orang munafik itu ada tiga : jika berkata, dia dusta; jika berjanji, dia menyelisinya; dan jika diberi amanat, dia berkhianat. ” (HR. Bukhari dan Muslim)

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “ Sesungguhnya ada seorang hamba yang berbicara dengan suatu perkataan yang tidak dipikirkan bahayanya terlebih dahulu, sehingga membuatnya dilempar ke neraka dengan jarak yang lebih jauh dari pada jarak antara timur dan barat. ” (HR. Muslim)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda, ‘Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, maka berkatalah yang baik dan jika tidak maka diamlah. ’ (HR. Bukhari dan Muslim).

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “ Sesungguhnya ada seorang hamba berbicara dengan suatu perkataan yang tidak dia pikirkan lalu Allah mengangkat derajatnya disebabkan perkataannya itu. ” (HR. Bukhari)

Sesungguhnya hanya dengan perkataan, seseorang bisa menjadi mulia. Dan juga hanya dengan perkataan, seseorang bisa jatuh terhina. Semoga kita semua bisa menjaga lisan kita dari setiap ucapan yang akan keluar dari lidah kita sehingga kita bisa selamat sampai akhir hidup kita, Aamiin..aamiin..aamiin ya robbal alamiin..

(Gantira, 8 Januari 2017, Bogor)

Saturday, 7 January 2017

"Bangsa Manakah yang akan Menang jika Terjadi Perang Dunia III?"

Dengan merebaknya perang di negara Suriah dan sekitarnya, masyarakat dunia mengalami kekhawatiran akan munculnya perang dunia III. Sehingga banyak negara yang mulai berlomba2 memperkuat persenjataannya. Bahkan beberapa negara menganjurkan agar masyarakatnya membuat bunker sendiri serta menyiapkan makanan yang tahan lama untuk menjaga dari serangan nuklir.

Bila dilihat dari kekuatan persenjataan saat ini, ada 5 negara terbesar yang memiliki kekuatan tentara dan persenjataan yang perlu diperhitungkan oleh masyarakat dunia, diantaranya adalah:

1. Amerika Serikat

Sampai saat ini, alutsista AS adalah yang terbanyak dan terkuat di dunia. AS memiliki Tank sebanyak 8.848 buah, pesawat militer 13.892 dan kapal selam sebanyak 72 buah. Pada tahun 2015, AS menganggarkan dana untuk memperkuat militernya sebanyak US$ 601 milliar.

2. Rusia

Rusia merupakan negara terkuat kedua di dunia dalam bidang angkatan senjata. Rusia memiliki Tank terbesar di dunia serta memiliki pesawat militer terbesar kedua dan kapal selam terbesar ke tiga di dunia. Sejak tahun 2008, Rusia selalu mengganggarkan dana untuk militernya selalu dalam 3 besar dunia.

3. China

Dalam satu dekade ini, kekuatan militer China semakin meningkat dengan tajam baik dari segi jumlah maupun kemampuannya. Dari segi personelnya, China memiliki tentara terbanyak di dunia, yaitu berjumlah 2.330.000 orang dengan dukungan dana untuk militer sebesar US$ 216 miliar. Disamping itu, mereka melakukan terobosan dengan membuat modernisasi alutsista.

4. Jepang

Jepang dengan tentaranya bernama Pasukan Bela Diri telah didanai sebesar US$ 41,5 miliar. Jepang memiliki alutsista terbaik di dunia serta memiliki 16 kapal selam. Disamping itu, PM Jepang saat ini, Shinzo Abe, akan mengubah konstitusi untuk menghidupkan kembali militernya dengan alasan untuk menghalau ancaman dari luar.

5. India

India adalah salah satu negara yang memiliki senjata nuklir. Pada tahun 2015, India telah menyalurkan dana APBN untuk angkatan bersenjatanya sebesar US$ 50 milyar. Disamping itu, bersama Amerika dan China, India memiliki tentara laki-laki terbanyak di dunia ini.

Sekarang kita bandingkan dengan 5 kekuatan bersenjata negara Islam Sunni terbesar di dunia, yaitu:

1. Turki
Turki memiliki tentara sebanyak 1.041.900 orang, dengan jumlah pesawat sebanyak 1940 buah, helikopter 874, kapal angkatan laut 265, dan dengan anggaran untuk militernya sebesar US$ 25 milliar.

2. Pakistan
Memiliki tentara sebanyak 1.132.500 orang,  Pesawat berjumlah 1414 buah,
Helicopter 535 buah,  Kapal angkatan laut  11 buah, dengan anggaran pertahanannya sebesar US$6,4 milyar

3. Mesir
Memiliki tentara 947.500 orang,
Pesawat  884 buah, Helicopter 306 buah, Kapal angkatan laut 221 buah dan anggaran pertahanannya sebesar US$ 7,2 milyar

4. Indonesia
Miliki tentara sebanyak 838.410 orang, Pesawat  510 buah, Helicopter  168 buah,
Kapal angkatan laut  136 buah, serta memiliki anggaran pertahanan sebesar  US $4,7 milyar

5. Arab Saudi
Memiliki tentara sebanyak 258.500 orang, pesawat 1200 buah,  Helicopter 314 buah,
Kapal angkatan laut 77 buah dengan anggaran pertahanan sebesar US $39,2 milyar.

Bila kita banding-bandingkan antara kekuatan militer negara muslim Sunni dengan negara non muslim, kekuatan persenjataan negara muslim jauh di bawah mereka.

Pertanyaannya adalah bila terjadi perang dunia ke III atau terjadi perang akhir jaman, siapakah yang akan menang?

Kalau berdasarkan logika, negara muslim akan kalah telak karena memiliki kekuatan jauh dibawah negara non muslim.

Namun, jika kita melihat dari segi keimanan. Dan orang2 muslim meningkatkan ketakwaannya kepada Allah, pasti kaum muslimin akan menang telak. Kenapa hal ini bisa terjadi? Karena bila seseorang memiliki ketakwaan yang benar, maka Allah akan menolongnya.

Ingatlah beberapa firman-Nya:
“ Hai orang -orang yang beriman, jika kamu menolong (agama ) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedu ­dukanmu .” ( Q.s . Muhammad : 7 )

“ Sesungguhnya telah ada tanda bagi kamu pada dua golongan yang telah bertemu (dalam pertempuran) . Segolongan berperang di jalan Allah dan yang lain kafir yang dengan mata kepala melihat orang -orang musl imin dua kali jumlah mereka . Allah menguatkan dengan bantuan - Nya siapa yang dikehendaki -Nya . Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat pelajaran bagi orang- orang yang mempunyai mata hati. ”(Q.s . Ali Imran: 13 )

Hai Nabi, cukuplah Allah (menjadi Pelindung) bagimu dan bagi orang-orang mukmin yang mengikutimu. (QS: Al-Anfaal Ayat: 64)

Hai Nabi, kobarkanlah semangat para mukmin untuk berperang. Jika ada dua puluh orang yang sabar diantaramu, niscaya mereka akan dapat mengalahkan dua ratus orang musuh. Dan jika ada seratus orang yang sabar diantaramu, niscaya mereka akan dapat mengalahkan seribu dari pada orang kafir, disebabkan orang-orang kafir itu kaum yang tidak mengerti. (QS: Al-Anfaal Ayat: 65)

Ingatlah salah satu isi surat yang ditulis oleh Umar bin Khatab kepada Sa'ad bin Abi Waqqash beserta pasukannya:

“Amma Ba’du. Aku memerintahkanmu dan seluruh anggota pasukan untuk bertakwa kepada Allah swt. dalam setiap keadaan. Karena takwa kepada Allah swt. adalah senjata yang paling kuat dan strategi yang paling jitu untuk mengalahkan musuhmu.

Aku memerintahkanmu dan seluruh anggota pasukanmu untuk berhati-hati terhadap perbuatan maksiat, lebih dari hati-hati kalian terhadap musuhmu. Karena maksiat yang kalian perbuat lebih aku khawatirkan daripada kekuatan pasukan musuh.

Allah swt. memberikan kemenangan kepada pasukan Islam disebabkan musuh-musuhnya yang berbuat kemaksiatab. Kalau bukan karena itu, niscaya pasukan Islam tidak akan berdaya menghadapi pasukan musuh.

Karena jumlah pasukan Islam tak seberapa dibanding jumlah pasukan musuh; persenjataan pasukan Islam pun tak ada apa-apanya dibandingkan persenjataan musuh. Sehingga seandainya pasukan Islam dan pasukan musuh sama-sama berbuat maksiat, maka pasukan musuh akan menang karena mereka lebih kuat dari segi jumlah dan senjata. Jika pasukan Islam tidak berbuat maksiat, maka pasukan Islam akan menang, karena keshalihan mereka, bukan karena kekuatan mereka.

Kemudian ketahuilah, selama perjalanan kalian, Allah swt. mengirim para malaikat yang akan mengawasi. Mereka mengetahui apa yang kalian lakukan. Maka teruslah merasa malu kepada mereka.

 Janganlah kalian bermaksiat kepada Allah swt., padahal kalian sedang berada dalam jalan-Nya.

Janganlah kalian berkata bahwa kalian pasti akan menang karena musuh-musuh pasti lebih buruk dari kalian, sehingga mereka tidak akan mungkin menguasai kalian.

Karena sangat mungkin sebuah kaum dikuasai oleh kaum yang buruk. Seperti Bani Israel yang dikuasai oleh kaum Majusi. Bisa demikian karena Bani Israel telah melakukan hal-hal yang membuat Allah swt. murka.

Mohonlah kepada Allah swt. agar menolong kalian melawan jiwa kalian, sama seperti kalian memohon pertolongan dalam melawan musuh-musuh kalian. Aku juga memohon hal itu untukku dan untuk kalian.”

Dari dalil-dalil di atas dapat disadari bahwa satu-satunya andalan umat Islam jika terjadi perang akhir jaman adalah kekuatan keimanan dan ketakwaan kepada Allah, karena hanya dengan kekuatan itu umat Islam bisa memperoleh kemenangan. Kalau berdasarkan kekuatan persenjataan dan keahlian, kita kalau jauh tertinggal dengan mereka.

Oleh karena itu, mari kita tingkatkan keimanan dan ketakwaan kita, keluarga kita, anak2 kita, dan  lingkungan kita. Karena kita tidak tahu kapan terjadinya perang akhir jaman itu? bisa terjadi pada masa kita, masa anak2 kita atau masa di cucu2 kita. Tapi kapanpun itu terjadinya, yang jelas setiap orang pasti akan mengalami kiamat kecil, yaitu kematian. Dan tiap orang akan melihat balasannya dari setiap apapun yang telah dikerjakannya di dunia ini.

Semoga kita semua masuk ke dalam golongan umat yang menjadi pilihan-Nya serta mendapatkan akhir hidup husnul khatimah, Aamiin..aamiin..aamiin ya robbal alamiin..

(Gantira, 7 Januari 2017, Bogor)

Wednesday, 4 January 2017

"Renunganku di Awal Tahun 2017"

Dua belas tahun yang lalu atau sekitar tahun 2005, mailing list sedang sangat populer saat itu. Dengan rasa percaya dirinya (PD nya) aku terus menulis apa yang kupahami pada grup mailing list tersebut. Awalnya banyak dari anggota mailing list yang menyukai tulisan2 ku itu. Namun lama kelamaan, mereka merasa jengah juga karena tulisan2ku datang bertubi2 tanpa mengenal waktu. Akhirnya mulai muncul respon2 yang bernada negatif dan mulai terganggu akan tulisan2ku tersebut.

Mengetahui bahwa ternyata orang2 merasa terganggu akan tulisan2ku itu, walaupun niatku untuk berbagai pemahaman degan orang lain, akhirnya aku menghentikan semua tulisan2ku tersebut.

Delapan tahun yang lalu atau sekitar 2009, media sosial fb sudah sangat mendunia. Kita bisa menulis apa saja di wall pribadi kita serta teman2 fb kita bisa ikut membacanya dan juga bisa keluar dari pertemanan jika mereka tidak menyukai tulisan2 kita. Melihat kesempatan itu, lalu aku mulai aktif kembali menulis. Aku menulis semua yang dipahaminya serta semua buku2 yang pernah kubaca, aku ambil inti sarinya lalu kutulis di wall fb yang kumiliki.

Awalnya teman2 fbku banyak yang menyukainya. Namun sejarah berulang kembali, ternyata banyak juga anggota fb ku yang protes karena tulisan2ku terlalu sering muncul, tanpa mengenal waktu. Melihat hal demikian, maka akhirnya kuputuskan untuk menghentikan semua kebiasaanku. Yang kutulis hanya cukup dua postingan, tiap pagi, itupun saya ambil dari al-qur'an, hadist dan kutipan2 -buku yang pernah kubaca. Sangat sedikit atau sangat jarang aku mengungkapkan semua ide2 atau pemahaman2 baru dituangkan dalam fb.

Lima tahun yang lalu atau pada tahun 2012, whatsApp mulai banyak digunakan oleh sebagian besar pemilik hp. Dengan media sosial WA ini, orang2.mulai miliki grup2 yang lebih intensif dan lebih fokus. Ada grup WA SMP, SMA, Universitas, Kantor, Pengajian dan banyak lagi grup2 WA yang bisa dibuat dengan mudah. Menanggapi hal ini, semangat  berbagi tulisan dan pemahamanku  tidak secara.otomatis kembali. Aku selalu meminta izin pada.admin di grup tersebut untuk mengirimkan tulisan tiap pagi dua kutipan sebagaimana yang sudah terbiasa kulakukan di media sosial fb. Saya melakukan hal tersebut karena khawatir orang akan jenuh kembali dengan tulisan2ku.

Pada akhir tahun 2016, ada grup wa khusus yang isinya hanya beberapa orang. Karena aku merasa bahwa anggota grup yang hanya segelintir orang ini sepemahaman denganku, akhirnya muncul kembalinya untuk menuliskan semua ide2 dan semua pemahaman2 yang sering kali tiba2 muncul lalu aku curahkan semuanya pada.grup kecil wa tersebut. Awalnya banyak yang suka, namun lama kelamaan nampak bahwa sebagian anggota grup wa ini mulai jenuh dengan tulisan2ku yang muncul tanpa mengenal waktu. Akhirnya di grup wa kecil ini pun aku hentikan kembali kebiasaan mengeluarkan semua yang kupahami ini.

Akhirnya kusadari bahwa tiada seorang pun di dunia ini yang siap menerima setiap pemikiran dan pemahaman yang sering muncul di dirinya, kecuali isteriku sendiri. Dia selama hampir 13 tahun tetap sabar dan setia mendengarkan semua ocehan2 ku yang sering tiba2 muncul tersebut.

Akhirnya, di penghujung tahun 2016 tepatnya tanggal 30 Desember 2016 aku tuliskan sebuah tulisan dengan judul "Belahan Jiwa (Bagian 2)" di http://sudutpandang2.blogspot.co.id/2016/12/belahan-jiwa-kita-bag2.html?m=1

Jadi hasil renunganku di awal tahun 2017 ini, bahwa hanya pasangan hidup kita lah yang siap menerima semua keluh kesah kita, mendengar semua ide2 kita dan siap mendengar semua pemahaman yang kita dapatkan untuk saling berbagi. Dan tidak ada yang sia2 bila kita senantiasa berkomunikasi dengan pasangan hidup kita walau pun itu hanya sekedar canda tawa.

(Gantira, 5 Januari 2016, Bogor)

Friday, 30 December 2016

"Belahan Jiwa Kita (Bag.2)"


Sebelumnya saya pernah menulis dengan tema yang sama, bisa dilihat di http://sudutpandang2.blogspot.co.id/2008/09/belahan-jiwa.html?m=1.

Pada tulisan kali ini, saya akan lebih fokus lagi pada belahan jiwa yang sudah sekian lama berada disamping kita, yaitu pasangan hidup kita.

Kalau kita cermati dengan seksama, siapakah orang yang paling tahu saat ini tentang rahasia2 kita? Kemungkinan besar jawabannya adalah belahan jiwa kita.

Dia tahu akan kekurangan dan kelebihan kita. Dia tahu siapa diri kita saat berpakaian rapi dan juga tahu sesaat setelah bangun tidur, dimana muka dan pakaian kita berantakan.

Dia adalah orang yang siap mendengarkan segala ocehan kita, dari saat bangun tidur sampai tidur lagi, dan hal ini sudah terbukti selama bertahun2 semenjak ikatan resmi disahkan. Padahal, tidak ada seorangpun selain belahan jiwa kita yang siap mendengarkan ocehan kita selama itu.

Sesungguhnya tidak ada yang sia2 saat kita bercanda dan bercerita sesuatu yang tanpa awal dan ujungnya, kecuali dengan belahan jiwa kita. Bahkan diamnya kita sambil memegang tangannya masih tetap bermanfaat dan menghapus dosa2 kita.

Sungguh, belahan jiwa kita sudah terbukti akan kesabarannya menemani kita hingga kita harus berusaha menjaganya jangan sampai dia hancur hatinya karena kesetiaannya kita hianati.

Janganlah tergoda dengan rumput tetangga yang katanya lebih indah daripada rumput sendiri. Karena bisa jadi rumput tetangga nampak indah karena rumputnya terbuat dari bahan plastik, dimana saat kita memaksakan diri untuk berbaring di rumput tetangga di siang hari malah akan membuat kita kepanasan. Atau bahkan dilempari banyak orang.

Sesungguhnya belahan jiwa kita adalah setengah agama kita, dimana agama kita tidak akan sempurna tanpa ada dirinya.

Sayangilah dia, cintailah dia, peluklah dia, pegang eratlah tangannya dengan penuh cinta, walaupun seandainya kulitnya sudah mulai keriput tapi dia akan muda kembali saat kita bisa hidup bersamanya di alam keabadian nanti.

Sungguh, perhiasan yang paling indah di dunia ini adalah belahan jiwa kita yang bertakwa kepada-Nya. Jadi jagalah keimanan kita dan dirinya agar senantiasa taat kepada-Nya.

Beberapa hadist yang menjelaskan tentang belahan jiwa kita, diantaranya:

“Dunia itu semuanya menyenangkan, dan sebaik-baik kesenangan dunia adalah wanita sholehah” .
(H.R. Muslim. Lihat Riyâdhush-Shâlihîn)

“Barang-siapa yang di beri Allâh rezeki berupa isteri yang sholehah, maka sungguh Allâh telah menolongnya mendapat separoh dari agamanya. Maka hendaklah ia bertaqwa kepada Allâh untuk memperoleh yang separohnya” .
(H.R. Ath-Thabrânî dan Al-Hâkim. Lihat Al-Ahâdîtsush-Shahîhah oleh Syaikh Al-Albânî jilid II hal. 200)

“Maka wanita yang shalih ialah yang taat kepada Allâh, lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allâh telah memelihara mereka…” .
(Surah An-Nisâ’ (4):34)


“Sebaik-baik isteri ialah yang menyenangkan-mu ketika engkau menatapnya, mematuhi-mu ketika engkau perintah; dan ketika engkau pergi, ia menjaga kehormatan-mu, yaitu dengan menjaga dirinya dan juga harta-mu” .
(H.R. Ath-Thabrânî. Lihat Al-Fathul-Kabîr juz III hal. 126 no.: 3294)

"Orang yang baik diantara kamu sekalian ialah orang yang paling baik terhadap keluarganya. Saya ( Nabi ) Adalah orang yang paling baik diantara kalian terhadap keluargaku, tidak ada orang yang mulia kecuali dia memuliakan wanita ( istrinya ), dan tidak ada orang yang menghina wanita ( istrinya ) kecuali dia sendiri orang yang hina. "( HR. Ibnu Asakir)

"Apabila istri itu menjaga sholat lima waktu, puasa romadhon, menjaga kehormatannya dan taat kepada suaminya, maka dia akan masuk surga." ( HR. Al Bazzar )

"Wanita manapun yang dia mati dan suaminya rela terhadapnya, maka dia akan masuk surga "( HR. Tirmidzi )

Dari Saad bin Abi Waqosh ra berkata : Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wassalam bersabda : “Dan sesungguhnya jika engkau memberikan nafkah, maka hal itu adalah sedekah, hingga suapan nasi yang engkau suapkan ke dalam mulut istrimu“ (HR Bukhori (VI/293) dan Muslim (V/71)

Diriwayatkan oleh Aisyah ra, nabi SAW adalah orang yang penyayang lagi lembut. Beliau orang yang paling lembut dan banyak menemani istrinya yang sedang mengadu atau sakit. (HR Bukhari No 4750, HR Muslim No 2770)

Dari Abu Hurairah, dia berkata: Rasulullah bersabda: Orang mukmin yang paling sempurna imannya ialah yang paling baik akhlaknya, dan orang yang paling baik diantara kalian ialah yang paling baik terhadap istrinya (HR.Tirmidzi, Ibnu Hibban, hadits hasan shahih).

Nabi saw sering mencium Aisyah dan itu tidak membatalkan puasa (HR Nasai dalam Sunan Kubra II/204)

Dan banyak lagi hadist lainnya yang menjelaskan tentang keutamaan dan indahnya hidup bersama belahan jiwa kita.

Semoga kita dan belahan jiwa kita senantiasa istiqomah dalam menjaga ketaatan kepada-Nya, sehingga akan terbentuk surga dunia dan dilanjutkan dengan surga yang abadi di akhirat kelak, Aamiin..aamiin..aamiin ya robbal alamin..

(Gantira, 31 Desember 2016, Bogor)

"Pembuktian Diri"

Banyak orang yang bertekad untuk membuktikan siapa dirinya nanti pada orang lain.

Sehingga banyak diantara mereka yang belajar keras untuk membuktikan bahwa dirinya tidak sebodoh yang dibayangkan orang lain.

Ada juga diantara mereka yang bekerja keras untuk membuktikan bahwa dirinya bisa juga menjadi kaya raya atau menjadi pejabat yang disegani orang lain.

Atau bahkan ada juga orang yang berusaha menguruskan badannya serta merawat wajahnya untuk membuktikan bahwa dirinya tidak seburuk yang dibayangkan orang lain.

Dalam proses perjalanan waktu, diantara mereka ada yang benar2 bisa membuktikan dirinya bahwa dia seperti yang dia tekadkan. Namun diantara mereka juga ada yang tidak bisa membuktikannya, baik itu karena tekadnya mengendur atau memang karena takdir sudah menentukan mereka seperti itu walaupun sekeras apapun mereka merubah keadaan.

Bila apa yang mereka tekadkan terbukti, hasilnya banyak diantara mereka yang menjadi sombong dengan mengatakan bahwa semua yang dirasakan saat ini adalah semata2 hasil kerja kerasnya; yang sekaligus  menjadi seorang yang merendahkan orang lain yang menurut pandangannya sebagai seorang pemalas. Sifatnya  berubah menjadi sifat seseorang yang dulu menghinanya.

Atau sebaliknya bila yang ditekadkannya tidak juga terbukti pada dirinya, dia menjadi seorang yang berputus asa serta merasa diri lebih rendah daripada orang lain. Disamping itu, dia akan lebih cenderung menyalahkan takdir yang menimpa dirinya.

Oleh karena itu, sadarilah bahwa bila pembuktian itu diniatkan hanya untuk dunia maka yang kita rasakan akan cepat sirna pula. Bila seandainya sudah belajar atau bekerja keras selama berpuluh2 tahun lalu menjadi orang yang kita tekadkan seperti menjadi kaya, pejabat atau berparas menawan. Maka hal itu hanya bisa dinikmati maksimal sampai usia kita 100 tahun. Setelah itu sirna tanpa bekas.

Berbeda bila pembuktian itu diniatkan untuk akhirat kelak, maka yang akan kita rasakan abadi selamanya dengan usia kita tetap muda sekitar usia 33 tahun. Bila ini yang kita tekadkan, maka kita akan benar2 puas, lalu menyatakan bahwa inilah hasil kerja kerasku ketika di dunia yang fana itu. Dan sekarang bisa terbukti hasilnya abadi selama2nya.

Ingatlah beberapa firman-Nya yang menyatakan situasi para penduduk surga dalam membuktikan pada orang2 yang dulu saat di dunia sering memperolok2nya:

"Sesungguhnya penghuni syurga pada hari itu bersenang-senang dalam kesibukan (mereka). Mereka dan isteri-isteri mereka berada dalam tempat yang teduh, bertelekan di atas dipan-dipan" (Yasin 55-56)


"Lalu sebahagian mereka menghadap kepada sebahagian yang lain sambil bercakap-cakap.

Berkatalah salah seorang di antara mereka: Sesungguhnya aku dahulu (di dunia) mempunyai seorang teman, yang berkata: “Apakah kamu sungguh-sungguh termasuk orang-orang yang membenarkan (hari berbangkit)?

 Apakah bila kita telah mati dan kita telah menjadi tanah dan tulang belulang, apakah sesungguhnya kita benar-benar (akan dibangkitkan) untuk diberi pembalasan?” Berkata pulalah ia: “Maukah kamu meninjau (temanku itu)?”

 Maka ia meninjaunya, lalu dia melihat temannya itu di tengah-tengah neraka menyala-nyala. Ia berkata (pula): “Demi Allah, sesungguhnya kamu benar-benar hampir mencelakakanku, jikalau tidaklah karena nikmat Tuhanku pastilah aku termasuk orang-orang yang diseret (ke neraka)."
 (As shaffat 50-57))


"Dan penghuni-penghuni surga berseru kepada Penghuni-penghuni neraka (dengan mengatakan): "Sesungguhnya kami dengan sebenarnya telah memperoleh apa yang Tuhan kami menjanjikannya kepada kami. Maka apakah kamu telah memperoleh dengan sebenarnya apa (azab) yang Tuhan kamu menjanjikannya (kepadamu)?" Mereka (penduduk neraka) menjawab: "Betul". Kemudian seorang penyeru (malaikat) mengumumkan di antara kedua golongan itu: "Kutukan Allah ditimpakan kepada orang-orang yang zalim." (7: 44)

"Dan di antara keduanya (penghuni surga dan neraka) ada batas; dan di atas A'raaf itu ada orang-orang yang mengenal masing-masing dari dua golongan itu dengan tanda-tanda mereka. Dan mereka menyeru penduduk surga: "Salaamun 'alaikum". Mereka belum lagi memasukinya, sedang mereka ingin segera (memasukinya)". (7: 46)

"Dan apabila pandangan mereka dialihkan ke arah penghuni neraka, mereka berkata: "Ya Tuhan kami, janganlah Engkau tempatkan kami bersama-sama orang-orang yang zalim itu". (7: 47)

"Dan orang-orang yang di atas A'raaf memanggil beberapa orang (pemuka-pemuka orang kafir) yang mereka mengenalnya dengan tanda-tandanya dengan mengatakan: "Harta yang kamu kumpulkan dan apa yang selalu kamu sombongkan itu, tidaklah memberi manfaat kepadamu". (7: 48)

Jadi, mari mulai sekarang kita buktikan bahwa semua yang kita lakukan semata2 karena Allah, karena mengharapkan ridho-Nya.

Saat kondisi kita miskin, mari kita buktikan bahwa kita masih bisa menjadi seorang pemurah. Dan bila kita diberi limpahan rizqi maka kita buktikan lagi bahwa kita akan menjadi jauh lebih pemurah lagi.

Saat kita dalam kondisi lemah dan sakit, mari kita buktikan bahwa kita masih bisa bersabar sekaligus bersyukur. Dan bila kita diberi kekuatan dan kesehatan, kita akan lebih membuktikan bahwa kita akan jauh lebih bersyukur lagi.

Saat kita dalam kondisi rakyat biasa, mari kita buktikan bahwa kita senantiasa membantu kepada sesama kaum yang lemah. Dan bila kita diberi wewenang kekuasaan, mari kita buktikan lagi bahwa kita akan jauh lebih membantu orang2 yang lemah yang menjadi tanggung jawab kita.

Akhir dari pembuktian ini, kita berharap dan berdoa agar bisa dibuktikan dengan ucapan lafazh tauhid pada akhir napas kita. Hingga pada puncaknya kita akan membuktikan mengenai janji Allah itu benar, bahwa Surga dan kenikmatan abadi akan Allah limpahkan pada orang2 yang senantiasa taat kepada-Nya.

Semoga kita semua termasuk orang2 yang memiliki tekad untuk membuktikan bahwa janji Allah itu benar, dan kita termasuk golongan orang2 yang husnul khatimah, orang2 yang mendapatkan anugrah kenikmatan dari-Nya..Aamiin..aamiin..aamiin ya robbal alamin.

(Gantira, 31 Desember 2016, Bogor)

Thursday, 29 December 2016

"Seperti Apakah Keindahan itu?"

Dengan semakin berkembangnya media sosial serta semakin murahnya biaya untuk mengakses informasi yang ada.  Kita akan semakin mudah mengetahui kondisi teman2 lama kita dari foto2 atau video yang mereka unggah di fb, instegram, wa atau media sosial lainnya.

Nampak seakan2 kehidupan mereka lebih indah daripada kehidupan yang kita alami, dimana nampak photo bersama pasangan dan keluarga yang tersenyum nampak seperti keluarga bahagia, nampak photo2 yang sedang refresing ke berbagai negara, nampak juga photo rumah dan kendaraan mewah yang menyertainya.

Sehingga dengan tampilan2 yang ada seakan2 mereka lebih bahagia daripada hidup kita, nampak seakan2 kehidupan mereka jauh lebih sempurna daripada kita.

Padahal semuanya hanyalah snapshot dari kejadian2 yang ada, yang tidak menggambarkan kehidupan mereka secara utuh. Mungkin saja yang di unggah adalah snapshot kehidupan yang bahagianya, sedangkan snapshot kehidupan yang menyesakkannya mereka  sembunyikan.

Sadarilah bahwa  hidup di dunia ini bukanlah tempat yang akan mengalami bahagia selamanya, dan juga bukan tempat yang akan mengalami sengsara selamanya. Semua kehidupan akan silih berganti, baik bahagia ataupun sengsara. Semua itu semata2 agar kita bisa mengambil hikmah dari setiap kejadian yang kita alami dan juga orang lain alami.

Pernahkah kita merasakan sakit gigi atau sakit apa saja? Atau pernahkah kita mengalami sesak dada dikarenakan permasalahan yang sedang kita hadapi? Cobalah kita hitung2 lebih lama mana mengalami sehat atau mengalami sakit? Coba hitung juga, lebih lama mana mengalami sesak dada karena masalah atau mengalami dada plong karena terbebas dari masalah?

Seringkali penderitaan yang kita alami itu hanya karena kita salah dalam menyikapi situasi yang ada, dimana saat sakit atau sesak dada karena permasalahan yang ada, kita merasa menjadi orang yang satu2nya menderita yang tak pernah merasakan kebahagiaan.

Namun saat menjalani kehidupan yang sehat dan lepas dari permasalahan hidup, kita malah melihat  photo orang lain yang nampak lebih bahagia daripada kita, sehingga situasi yang seharusnya kita syukuri malah berbalik menjadi kesedihan karena tidak bisa menjadi seperti snapshot yang dialami orang lain.

Kedua sikap di atas malah akan membuat kita menderita, baik dalam keadaan benar2 menderita ataupun dalam kondisi yang baik2 saja.

Ingatlah Kisah Nabi Ayub, beliau mendapatkan cobaan yang luar biasa. Dimana semua harta kekayaannya lepas darinya, semua anak2nya meninggal, bahkan beliau masih diuji kembali dengan berbagai penyakit. Namun beliau tetap bersabar dan bersyukur dalam menghadapi situasi yang dialaminya. Dan beliau hanya memohon kepada-Nya, sehingga kesabaran Nabi Ayub diabadikan dalam firman-Nya:


"Dan ingatlah akan hamba Kami Ayub ketika ia menyeru Tuhannya: 'Sesungguhnya aku diganggu setan dengan kepayahan dan siksaan.' (Allah berfirman): 'Hantamkanlah kakimu; inilah air yang sejuk untuk mandi dan untuk minum. Dan Kami anugerahi dia (dengan mengumpulkan kembali) keluarganya dan (Kami tambahkan) kepada mereka sebanyak mereka pula sebagai rahmat dari Kami dan pelajaran bagi orang-orang yang mempunyai pikiran. Dan ambillah dengan tanganmu seikat (rumput), maka pukullah dengan itu dan janganlah kamu melanggar sumpah. Sesugguhnya Kami mendapati dia (Ayub) seorang yang sabar. Dialah sebaik-baik hamba. Sesungguhnya dia sangat taat (kepada Tuhannya)." (QS. Shad: 41-44)

Jadi, sadarilah bahwa kehidupan di dunia ini akan terus berganti antara siang dan malam, antara sehat dan sakit dan antara situasi bahagia dan situasi yang menyesakkan dada.

Namun semua itu akan terasa menjadi indah, saat kita menghadapinya dengan sabar dan Syukur.

Ingatlah salah satu Sabda Rasulullah saw,  “ Alangkah mengagumkan keadaan orang yang beriman, karena semua keadaannya (membawa) kebaikan (untuk dirinya), dan ini hanya ada pada seorang mukmin; jika dia mendapatkan kesenangan dia akan bersyukur, maka itu adalah kebaikan baginya, dan jika dia ditimpa kesusahan dia akan bersabar, maka itu adalah kebaikan baginya ”. (Hr. Muslim no. 2999).

Semoga kita semua dapat menjalani kehidupan ini dengan indah, yaitu kita pandai dalam bersyukur dan pandai juga dalam bersabar, Aamiin..aamiin..aamiin ya robbal alamin..

(Gantira, 29 Desember 2016)

Wednesday, 28 December 2016

"Mengapa Sebagian Umat Islam Saat ini Sering Kalah?"

Kalau kita baca sejarah kejayaan umat Islam sebelumnya, kita akan mengetahui bahwa umat Islam selalu menang dalam setiap pertempuran dan persaingan yang ada.
*
Sehingga kejayaan umat Islam bisa bertahan hampir 13 abad lamanya, yaitu sejak masa kepemimpinan Rasulullah Saw di Madinah (622-632M); Masa Daulat Khulafaur Rasyidin (632-661M); Masa Daulat Umayyah (661-750M) dan Masa Daulat Abbasiyah (750-1258 M) sampai tumbangnya Kekhilafahan Turki Utsmani yang bertepatan dengan tanggal 3 Maret 1924 M.
*
Salah satu penyebab kalahnya sebagian umat Islam saat  ini terhadap persaingan yang ada adalah ketidak kaffahnya dalam menjalani apa yang disukai Allah.
*
 Di satu sisi dia beriman tapi di sisi lain dia tidak beriman, seperti masih adanya keserakahan dalam mencari uang yang subhat bahkan haram hanya dengan alasan darurat; banyaknya perbuatan syirik yang masih sering dilakukan; atau seringnya bersikap tidak adil pada semua orang, yangmana lebih mementingkan keluarganya daripada orang lain yang memang dia lebih berhak walaupun tidak sepandangan dengannya.
Serta banyak lagi kemaksiatan2 lainnya yang dianggap remeh oleh sebagian umat Islam hanya dengan alasan darurat, padahal tidak memenuhi syarat darurat yang diijinkan dalam aturan islam.
*
Lihatlah Umar bin Khatab, dia bersikap adil pada semua orang, baik kepada orang kafir ataupun muslim, baik kepada orang asing ataupun keluarganya sendiri. Hasil akhirnya adalah Allah ridho pada sikapnya sehingga pasukan Umar selalu mengalami kemenangan walaupun jumlah pasukan, keterampilan dan senjata yang dimilikinya jauh dibawah pasukan musuh.
*
Jadi, sesungguhnya faktor utama kekalahan dan melemahnya peran umat Islam bukanlah terletak pada kuatnya pihak musuh-musuh Islam, tetapi lebih disebabkan oleh melemahnya kekuatan umat Islam yang diakibatkan oleh perbuatan kemaksiatan yang dilakukan. Kemaksiatan terbesar terutama berupa sikap menyekutukan Alloh Swt (musyrik) dalam beribadah serta tidak memperdulikan lagi atas berbagai aturan (syari’at) yang diperintahkan-Nya.
*
Perbuatan maksiat yang dilakukan oleh umat Islam itulah yang telah dikhawatirkan oleh Umar bin Kaththabr.a. saat beliau menjadi Khalifah, hal ini sebagaimana dapat kita simak dari pesan tertulis beliau yang pernah disampaikannya kepada Sa’ad bin Abi Waqash ketika akan menghadapi sebuah pertempuran.
*
Pada surat itu ditulis pesan sebagai berikut:
“Umar bin Kaththab ra. telah menulis sepucuk surat kepada Sa’ad bin Abi Waqash r.a.:
*
‘Sesungguhnya kami memerintahkan kepadamu dan kepada seluruh pasukan yang kamu pimpin, agar taqwa dalam segala keadaan, karena taqwa kepada Alloh merupakan seutama-utamanya persiapan dan strategi paling kuat dalam menghadapi pertempuran.
*
Aku perintahkan pula kepadamu dan pasukan yang kamu pimpin agar benar-benar menjaga diri dari berbuat maksiat. Karena maksiat yang engkau perbuat pada saat berjuang lebih aku khawatirkan daripada kekuatan musuh, sebab engkau akan ditolong Alloh jika musuh-musuh Alloh telah berbuat banyak maksiat, karena jika tidak demikian kamu tidak akan punya kekuatan sebab jumlah kita tidaklah sebanyak jumlah pasukan mereka, dimana persiapan mereka berbeda dengan persiapan yang kita lakukan.
*
Jika kita sama-sama berbuat maksiat sebagaimana yang dilakukan oleh musuh-musuh kita, maka kekuatan musuh akan semakin hebat. Sangatlah berat kita akan dapat mengalahkan musuh kita jika hanya mengandalkan pada kekuatan yang kita miliki, kecuali dengan mengandalkan ketaqwaan kita kepada Alloh dan senantiasa menjaga diri dari berbuat maksiat...” (Lihat : Kitab Al ‘Aqdul Farid jilid I, hlm. 101)
*
Jadi kunci utama agar umat Islam meraih kembali kejayaannya adalah menjalankan Islam secara kaffah baik suka ataupun tidak dan bersikap adillah pada semua orang tanpa membedakan status, agama ataupun suku bangsa. Semoga kita bisa mengamalkannya, mulai dari diri sendiri, keluarga kita dan semoga bisa terus menyebar pada lingkungan kita di negeri yang kita tinggali ini, Aamiin..aamiin..aamiin ya robbal alamin..
*
(Gantira, 28 Desember 2016)