Ya! Aku pernah menjadi yang terbaik di SMAku, namun itu tidak membanggakanku...
Ya! Aku lulusan ITB, ini pun tidak membanggakanku...
Ya! Aku pernah dapat beasiswa ke Australia, tapi ini pun tidak membanggakanku...
Karena kutahu, semua itu tidak akan menyelamatkanku di hadapan-Nya...
Yang sangat kurindukan adalah ketaatanku, istri dan anak-anakku kepada-Nya. Karena ketaatan inilah yang akan meringankanku di hadapan-Nya...
Ya Rabb, anugrahkanlah ketakwaan kepada kami sekeluarga..
amin..amin..amin...
(Gantira, 17 Oktober 2010, Jakarta)
Sunday, 17 October 2010
Saturday, 9 October 2010
Hatiku Telah Terpikat
Setelah kutemukan permata yang sangat indah...
Permata yang nilainya tak terhingga harganya...
Harga di atas total seluruh rumah megah, perhiasan, kendaraan mewah dan mata uang yang ada dibumi ini...
Seluruh jiwaku terpikat kepadanya...
Besi, perak, emas dan lembaran uang nampak tak bernilai harganya dibandingkan apa yang kutemukan...
Bujukan, rayuan, paksaan, ancaman bagaikan seekor semut yang berusaha mengalihkan perhatianku...
Saat sebongkas emas memaksa memasuki hatiku, dengan rasa tersiksa aku menerimanya...
Karena kutahu ada yang lebih
indah...
(Gantira, 9 Oktober 2010, Jakarta)
Nb.
Permata yang kumaksudkan adalah ilmu agama yang bersumber dari Al-Qur'an dan Hadist. Sedangkan emas itu bagaikan ilmu lain, yang dengan terpaksa harus tetap mempelajarinya. Padahal dengan mempelajari ilmu lainnya otomatis waktu untuk mempelajari dua sumber itu terkurangi. Itu makna dari puisi di atas. Hanya pengalaman pribadi...
Permata yang nilainya tak terhingga harganya...
Harga di atas total seluruh rumah megah, perhiasan, kendaraan mewah dan mata uang yang ada dibumi ini...
Seluruh jiwaku terpikat kepadanya...
Besi, perak, emas dan lembaran uang nampak tak bernilai harganya dibandingkan apa yang kutemukan...
Bujukan, rayuan, paksaan, ancaman bagaikan seekor semut yang berusaha mengalihkan perhatianku...
Saat sebongkas emas memaksa memasuki hatiku, dengan rasa tersiksa aku menerimanya...
Karena kutahu ada yang lebih
indah...
(Gantira, 9 Oktober 2010, Jakarta)
Nb.
Permata yang kumaksudkan adalah ilmu agama yang bersumber dari Al-Qur'an dan Hadist. Sedangkan emas itu bagaikan ilmu lain, yang dengan terpaksa harus tetap mempelajarinya. Padahal dengan mempelajari ilmu lainnya otomatis waktu untuk mempelajari dua sumber itu terkurangi. Itu makna dari puisi di atas. Hanya pengalaman pribadi...
Friday, 8 October 2010
Pandangan yang Tertipu
Waktuku habis untuk sesuatu yg akan kutinggalkan,namun mengabaikan apa yg akan mendatangiku...Energiku habis untuk sesuatu yg akan mencelakakanku,namun mengabaikan apa yg akan menyelamatkanku...
Cintaku habis untuk makhluk yang tidak dapat menolongku,namun mengabaikan Rabb yang dapat mnyelamatkanku
Kebencianku habis untuk sesuatu yang dapat membahagiakanku, namun mengabaikan musuh yg terus menerus menjerumuskanku
Dunia,nafsu&musuh besarku telah membuat mata & hatiku tertipu dengan memandang segala sesuatu jadi serba terbalik
(Gantira, 8 Oktober 2010, Jakarta)
Friday, 20 August 2010
Kesejukan Tiap Sel Tubuhku
Kudengarkan dengan seksama alunan kitab suci
Suara itu menyejukkan telingaku lalu menjalar pada hati dan seluruh tubuhku
Kututup mataku,kenikmatan mulai terasa pada tiap sel tubuhku
Tiada alunan kata2 yang indah melebihi keindahan firman-Nya yang dibacakan oleh orang yang mengenal-Nya
Walaupun kutak mengerti apa artinya,namun tiap sel tubuhku seakan2 memahami apa maksudnya.
Ketidak mengertian ini jauh lebih indah dirasakan daripada mendengarkan kata2 jenius dari manusia
Indah sekali firman-Mu ya Rabb...
(Gantira, 20 Agustus 2010, Jakarta)
Suara itu menyejukkan telingaku lalu menjalar pada hati dan seluruh tubuhku
Kututup mataku,kenikmatan mulai terasa pada tiap sel tubuhku
Tiada alunan kata2 yang indah melebihi keindahan firman-Nya yang dibacakan oleh orang yang mengenal-Nya
Walaupun kutak mengerti apa artinya,namun tiap sel tubuhku seakan2 memahami apa maksudnya.
Ketidak mengertian ini jauh lebih indah dirasakan daripada mendengarkan kata2 jenius dari manusia
Indah sekali firman-Mu ya Rabb...
(Gantira, 20 Agustus 2010, Jakarta)
Thursday, 19 August 2010
Akhir Sebuah Pencarian
Saat kumasuki sebuah instansi, tujuan utamaku adalah mengabdi buat negeriku
Dalam perjalanan kuamati,yg memiliki peran besar keputusan adalah seorangg menteri
Lalu cita2ku berganti dan tiap doaku selalu menyertakan harapanku menjadi seorang menteri
Kuamati kembali perkembangan selanjutnya,ternyata yg lebih berperan lagi adalah seorang presiden
Doakupun berganti sebelum doa pertama terwujud
Kubaca biografi para pemimpin dunia,tiba2 hatiku tersentak. Ternyata banyak para pemimpin yg awalnya punya niat mulia amun kekuasaan telah membuatnya lupa sehingga doakupun terhenti sebelum terwujud padaku
Lalu kubaca biografi banyak orang,akhirnya kutahu akhir pencarianku
Ternyata yg membuat manusia tetap konsisten dengan niatnya hanya harapan kebahagiaan di kehidupan setelah kematian
Sekarang kutahu apa yang kucari.
Aku tak peduli jd apapun itu,baik staf atau pimpinan, baik rakyat atau presiden,baik miskin atas kaya, selama itu menuju yg kucari akan kukejar dia.
Namun,bila itu menjauhkanku pada yang kucari,aku akan berlari jauh darinya.
(Gantira, Jakarta 19 Agustus 2010)
Dalam perjalanan kuamati,yg memiliki peran besar keputusan adalah seorangg menteri
Lalu cita2ku berganti dan tiap doaku selalu menyertakan harapanku menjadi seorang menteri
Kuamati kembali perkembangan selanjutnya,ternyata yg lebih berperan lagi adalah seorang presiden
Doakupun berganti sebelum doa pertama terwujud
Kubaca biografi para pemimpin dunia,tiba2 hatiku tersentak. Ternyata banyak para pemimpin yg awalnya punya niat mulia amun kekuasaan telah membuatnya lupa sehingga doakupun terhenti sebelum terwujud padaku
Lalu kubaca biografi banyak orang,akhirnya kutahu akhir pencarianku
Ternyata yg membuat manusia tetap konsisten dengan niatnya hanya harapan kebahagiaan di kehidupan setelah kematian
Sekarang kutahu apa yang kucari.
Aku tak peduli jd apapun itu,baik staf atau pimpinan, baik rakyat atau presiden,baik miskin atas kaya, selama itu menuju yg kucari akan kukejar dia.
Namun,bila itu menjauhkanku pada yang kucari,aku akan berlari jauh darinya.
(Gantira, Jakarta 19 Agustus 2010)
Sunday, 15 August 2010
Semua akan Datang dan Cepat Berlalu...

Sebentar lagi matahari akan menyapaku, padahal baru kemarin dia menemuiku
Saat ini hari libur mingguan, padahal baru kemarin libur itu datang padaku
Baru saja bentuk bulan mulai membesar, padahal bari kemarin bulan mulai mengecil
Beberapa hari lagi akan datang hari kemerdekaan, padahal baru kemarin aku nikmati hari kemerdekaan
Kuyakin pada saat nanti meninggalkan alam dunia ini, aku pun akan mengatakan "Padahal baru kemarin aku meninggalkan alam rahim'
Waktu begitu cepat berlalu, dan Permintaan serta Pertanggungjawaban akan cepat mendatangi kita.
Ya, Rab ringankanlah hisab kami dan berilah kasih sayang-Mu kepada kami hingga kami bisa lolos pada Hari Penghisaban Nanti, aamiin..3x
(Gantira, 15 Agustus 2010, Jakarta)
Saturday, 11 April 2009
Memperoleh Kebahagiaan Dunia
Apa yang paling membahagiakan dalam menjalani hidup ini?
Sebagian besar akan mengatakan bahwa yang paling membahagiakan hidup di dunia ini adalah memiliki keluarga yang sehat; hati yang tenang, senang, damai, lapang dan tidak resah; jauh dari musuh yang ditakuti; memiliki penghasilan yang cukup berlimpah bahkan mencapai passive income; jabatan yang tinggi; teman hidup yang setia dan menyenangkan; mempunyai kemampuan untuk melakukan segala sesuatu dengan tepat; serta banyak lagi harapan lainnya. Ringkasnya adalah bahwa hidup di dunia akan bahagia bila semua keinginan tercapai.
Bagaimana cara agar semua keinginan itu tercapai?
Banyak upaya dan usaha yang telah dilakukan oleh manusia untuk mendapatkan apa yang diinginkannya. Ada yang yang bekerja keras siang malam sehingga tak ada lagi waktu yang tersisa untuk keluarga ataupun untuk ibadah; ada yang pergi ke tempat-tempat hiburan baik yang menenangkan ataupun hiburan malam yang hingar bingar; ada yang berusaha mendekati orang yang berpengaruh dengan harapan mendapatkan salah satu jabatan yang diinginkannya atau agar terhindar dari musuh yang ditakutinya; adapula yang pergi ke dukun atau orang-orang pintar dengan harapan dapat memperoleh segala keinginan dengan cepat; serta banyak lagi usaha lainnya. Dengan berbagai usaha tersebut, kadang yang terjadi adalah permasalahan yang satu selesai namun timbul permasalahan lainnya yang sama bahkan lebih berat dari permasalahan yang ada.
“Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku maka sungguh, dia akan menjalani kehidupan yang sempit, dan Kami akan mengumpulkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta.” (QS Thaha:124)
Apa solusi yang tepat untuk mencapai segala keinginan di dunia ini?
Cara yang terbaik agar semua keinginan di dunia ini tercapai adalah dengan cara berusaha mendekatkan diri kita pada Pemilik Alam Semesta ini, sehingga apapun yang kita harapkan dengan mudahnya dapat terwujud. Hal tersebut dapat kita lakukan dengan mengacu pada salah satu hadist qudsi, yaitu:
“Allah berfirman,’barangsiapa memusuhi wali-Ku, maka Aku telah menyatakan perang kepadanya. Tidak ada orang dapat mendekatkan hamba-Ku kepada-Ku dengan sesuatu yang Aku cintai dariapa yang telah Aku wajibkan kepadanya. Dan hamba-Ku masih mendekati-Ku dengan perbuatan-perbuatan sunnah hingga Aku mencintainya. Maka, apabila Aku mencintainya, Aku akan menjadi telinganya yang mendengarkan, matanya yang melihat, tangannya yang memegang, dan kakinya yang berjalan. Apabila ia memohon kepada-Ku, niscaya Aku akan mengabulkan permohonannya. Apabila ia meminta perlindungan niscaya Aku melindunginya. Aku tidak pernah ragu akan sesuatu yang Aku lakukan. Sesuatu yang membuat-Ku ragu akan diri orang mukmin adalah dia benci akan mati. Dan Aku benci kejelekannya. (HR Bukhari)
Dari hadist Qudsi di atas, dinyatakan bahwa bila Allah sudah mencintai seseorang maka beberapa kebahagiaan yang akan diperoleh oleh hamba-Nya adalah:
1. Allah akan menjadi pembela bila ada yang memusuhi hamba-Nya;
2. Allah akan menjadi pembimbing hamba-Nya terhadap apa yang didengarnya, dilihatnya, dilakukannya serta apa yang dijalankannya;
3. Allah akan mengabulkan segala permohonan hamba-Nya;
4. Allah akan menjadi pelindung hamba-Nya terhadap segala sesuatu yang menakutkan orang tersebut.
Sungguh bahagia hidup orang yang memperoleh cinta-Nya. Sehingga apapun yang diinginkan olehnya di dunia ini, akan dengan mudahnya dapat terpenuhi oleh Sang Pemilik Alam Semesta ini. Karena semua yang ada di langit dan di bumi adalah milik-Nya, tidak ada daya dan upaya yang dapat dilakukan oleh makhluk-Nya tanpa ada ijin dari-Nya. Untuk memperoreh cinta-Nya, maka berdasarkan hadist qudsi di atas, ada beberapa hal yang mesti kita upayakan dalam mendekati-Nya, yaitu:
1. Mengamalkan apa yang telah diwajibkan oleh-Nya
Allah sangat mencintai seorang hamba yang berusaha mendekati-Nya dengan jalan mengamalkan apa yang diwajibkan oleh-Nya serta menjauhi apa yang dilarang-Nya, yaitu dengan jalan melaksanakan rukun Islam (sahadat, shalat, zakat, puasa dan haji bagi yang mampu), mengimani rukun iman (iman kepada Allah, malaikat-Nya, kitab-Nya, rasul-Nya, hari kiamat serta takdir yang baik dan buruk), serta beribadah kepada-Nya dengan ihsan (Ibadah bagaikan kita melihat-Nya atau berkeyakinan bahwa Dia selalu mengawasi kita)
2. Melaksanakan dengan apa yang telah di sunnahkan-Nya
Allah akan semakin cintai pada hamba-Nya bila dia semakin mendekatkan diri pada Allah dengan melakukan yang apa disunnahkan-Nya, seperti salat-salat sunnah, puasa-puasa sunnah serta ibadah-iadah sunnah lainnya yang telah dicontohkan oleh Rasulullah saw.
Jadi bila ingin mendapatkan kebahagiaan dunia, maka solusi terbaik adalah dengan semakin mendekatkan diri pada-Nya dengan melaksanakan apa yang telah diwajibkan oleh-Nya serta ditambah dengan melakukan apa yang telah disunnahkan-Nya. Disamping kebahagiaan di dunia ini, dijanjikan pula dengan tambahan kebahagiaan yang jauh lebih menyenangkan dan lebih kekal yaitu kebahagiaan mendapatkan surga-Nya di kehidupan abadi nanti.
“....Maka barangsiapa yang mengikuti petunjuk-Ku, niscaya tidak ada kekhawatiran atas mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati.” (QS Al-Baqarah:38)
“Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.” (QS An-Nahl:97)
(Gantira, 11 April 2009)
Subscribe to:
Posts (Atom)
