"Dalil2 Hukum Aksi dan Reaksi Dalam Islam (Bag. 4)"
Pada tulisan sebelumnya,
http://sudutpandang2.blogspot.co.id/2016/10/hukum-aksi-dan-reaksi-dalam-islam.html?m=1
Menjelaskan terkait teori hukum Aksi dan Reaksi
Pada tulisan, "Dalil2 Hukum Aksi dan Reaksi Dalam Islam (Bag. 1)" ( http://sudutpandang2.blogspot.co.id/2016/10/dalil2-hukum-aksi-dan-reaksi-dalam.html?m=1) telah disebutkan dalil-dalil terhadap reaksi apa saja yang akan terjadi bila melakukan aksi
(A) Istigfar atau bertobat;
(B) bershalawat; dan
(C) bershadaqah.
Dalil2 Hukum Aksi dan Reaksi Dalam Islam (Bag. 2)" (http://sudutpandang2.blogspot.co.id/2016/10/dalil2-hukum-aksi-dan-reaksi-dalam_25.html?m=1) menerangkan dalil-dalil terkait reaksi yang akan timbul jika melakukan aksi:
(D) Shalat tahajud
(E) Shalat Dhuha
(F) Membaca al-quran
Dalil2 Hukum Aksi dan Reaksi Dalam Islam (Bag. 3)" http://sudutpandang2.blogspot.co.id/2016/10/dalil2-hukum-aksi-dan-reaksi-dalam_26.html?m=1
menerangkan dalil-dalil terkait reaksi yang akan timbul jika melakukan aksi:
(G) Tidur dalam keadaan suci
(H) Duduk menunggu waktu shalat
(I) Berada di shaf barisan depan dalam sholat berjamaah
(J) Menyambung shaf sholat berjamaah (tidak membiarkan kosong di dlm shaf)
(K) Mengucapkan "aamiin" pada saat jadi makmun
(L) Duduk di tempat sholat setelah melakukan sholat.
Beberapa dalil aksi dan Reaksi lainnya yang terdapat dalam aturan Islam, diantaranya adalah:
(M) Bertakwa
Bertaqwa dapat diartikan dengan melaksanakan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya.
Bila seseorang atau suatu kaum bertakwa kepada Allah, maka akan mendapatkan reaksi berupa:
1. Mendapatkan kedudukan paling mulia di sisi Allah.
“Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling taqwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal”.[QS. Al-Hujurat (49) : 13]
2. Akan dicintai Allah
“(Bukankah demikian), sebenarnya siapa yang menepati janji (yang dibuat)nya dan bertakwa, maka sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertakwa. [Qs. Ali Imran(3) : 76]
3. Allah akan senantiasa menganugerahkan mai`iyyah -Nya (kebersamaan-Nya),
“dan bertaqwaah kepada Allah, dan ketahuilah sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang bertaqwa” [QS. Al-Baqarah(2) : 194]
4. Dimudahkan urusannya
“Adapun orang yang memberikan (hartanya di jalan Allah) dan bertakwa, dan membenarkan adanya pahala yang terbaik (syurga), maka Kami kelak akan menyiapkan baginya jalan yang mudah”.[QS. Al-Lail (92) : 5-7]
5. Dilapangkan rizkinya
“Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya “. [QS. Ath-Thalaq (85) : 2-3)
6. Akan mendapatkan kemenangan
“Dan barang siapa yang taat kepada Allah dan rasul-Nya dan takut kepada Allah dan bertakwa kepada-Nya, maka mereka adalah orang-orang yang mendapat kemenangan”. [QS. An-Nur (24) : 52]
7. Memperoleh anugerah surga
“Syurga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa”. [QS. Ali Imran (3) : 133]
8. Mendapatkan pengajaran dari Allah swt
“Dan bertakwalah kepada Allah; Allah akan mengajarmu; dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu” [Qs. Al-Baqarah(2) : 282)
9. Amalnya akan diperbaiki dan dosanya akan diampuni
"Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kamu kepada Allah dan katakanlah perkataan yang benar, niscaya Allah memperbaiki bagimu amalan-amalanmu dan mengampuni bagimu dosa-dosamu. Dan barangsiapa mentaati Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya ia telah mendapat kemenangan yang besar." (Qs. Al Ahzab: 70-71)
(N) Mencari ilmu
Orang yang melakukan aksi dalam mencari ilmu, terutama ilmu agama maka akan mendapatkan beberapa reaksi, yaitu:
1. Amalnya tidak terputus walaupun telah meninggal
”jika manusia meninggal maka terputuslah amalnya, kecuali tiga perkara: shodaqoh jariahnya, ilmu yang bermanfaat dan anak yang sholeh yang mendoakan kedua orang tuanya,” (HR Bukhori dan Muslim)
2. Derajatnya diangkat oleh Allah
"Allah mengangkat orang beriman dan memiliki ilmu diantara kalian beberapa derajat dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan)." (QS. Mujadilah 11)
3. Akan dimudahkan jalan menuju surga
”Barang siapa yang Allah menghendaki kebaikan padanya, maka Allah akan membuat dia paham dalam agama,” (HR Bukhari dan Muslim).
4. Malaikat akan membentangkan sayap padanya
”Sesungguhnya para malaikat benar-benar membentangkan sayapnya karena ridho atas apa yang dicarinya,” (HR. Ahmad dan Ibnu majah)
5. Tidak termasuk orang yang dilaknat Allah
Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda,“Ketahuilah, sesungguhnya dunia itu dilaknat dan dilaknat apa yang ada di dalamnya, kecuali dzikir kepada Allah dan ketaatan kepada-Nya, orang berilmu, dan orang yang mempelajari ilmu.’” (Hr. Tirmidzi dan Ibnu Majah)
6. Lebih utama daripada ibadah
Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Keutamaan ilmu lebih baik daripada keutamaan ibadah, dan agama kalian yang paling baik adalah al-wara’ (ketakwaan).” (Hr. Ath-Thabrani)
7. Akan mendapatkan doa dari penduduk langit dan Bumi
“Sesungguhnya Allah, para malaikat Nya,penduduk langit dan bumi sampai pun semut di sarangnya dan ikan di lautan turut mendoakan kebaikan untuk orang yang mengajarkan kebaikan kepada manusia”
(O) Tawakal
Tawakal artinya adalah menyerahkan, mempercayakan dan mewakilkan. Jadi, Seseorang yang bertawakkal adalah seseorang yang menyerahkan, mempercayakan, mewakilkan, mengharapkan dan memasrahkan segala urusannya hanya kepada Allah Ta’ala.
Sebagaimana firman Allah ta’ala:
"Dan aku menyerahkan urusanku kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Melihat akan
hamba-hamba-Nya”. (QS. Ghoofir / Al-Mu’min: 44).
Imam Ahmad bin Hambal berkata: “Tawakkal merupakan aktivias hati, artinya tawakkal itu merupakan perbuatan yang dilakukan oleh hati, bukan sesuatu yang diucapkan oleh lisan, bukan pula sesuatu yang dilakukan oleh anggota tubuh. Dan tawakkal juga bukan merupakan sebuah keilmuan dan pengetahuan.”. (Lihat Tahdzib Madarijis Salikin, hal. 337)
Jadi bila seseorang melakukan aksi tawakal maka akan mendapatkan reaksi berupa rizqi dari Allah.
Dari Umar bin Khoththob radhiyallahu anhu, bahwa Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda: “Jika kalian bertawakal kepada Allah dengan sebenar-sebenarnya tawakkal, niscaya Dia akan memberikan rezeki kepada kalian sebagaimana Dia memberikan rezeki kepada seekor burung yang pergi pada pagi hari dalam keadaan lapar dan kembali pada sore hari dalam keadaan kenyang.”
(Diriwayatkan oleh at-Tirmidzi di dalam Sunannya)
(P) Menyayangi penduduk bumi
Barangsiapa yang melakukan aksi menyayangi penduduk bumi, maka reaksinya akan disayangi oleh penduduk langit, dengan dalil:
Rasulullah bersabda: “Orang-orang penyayang, pasti disayangi Allah. Maka sayangilah setiap penduduk bumi, niscaya engkau akan di sayangi oleh penghuni langit -yakni para malaikat-. (HR Abu Daud, Lihat Shahihul jami’ 3522).
Bersambung... Pada judul berikutnya " Dalil2 Hukum Aksi dan Reaksi Dalam Islam (Bag. 5)"
(Gantira, 26 Oktober 2016, Bogor)
Tuesday, 1 November 2016
"Kecenderungan Jiwa Kita"
Kenapa kita dilarang mendekati jina? karena kecenderungan jiwa manusia itu lebih condong melakukan kemaksiatan dibandingkan dengan melakukan kebaikan.
Perbuatan maksiat bagaikan kutub magnet negatif yang memiliki kekuatan magnet lebih besar dari kutub magnet positif. Sedangkan jiwa kita bagaikan besi yang mudah ditarik kemana saja, baik magnet negatif maupun positif.
Namun karena magnet negatif kekuatannya lebih besar daripada magnet positif, sehingga bila jiwa kita diletakkan pada posisi seimbang antara magnet negatif yang berada disebelah kiri dan magnet positif yang berada disebelah kanan, maka kecenderungan jiwa kita akan condong sedikit demi sedikit bergeser ke arah magnet negatif.
Jadi bila kita ingin terhindar dari tarikan magnet negatif, maka kita awalnya harus memaksakan diri agar lebih dekat pada magnet positif dan menghalau magnet negatif dengan cara menjauhi, memberikan filter atau alat apa saja yang dapat meredam dan menghilangkan pengaruh magnet negatif sehingga akhirnya kita merasa senang dan menikmati kedekatan dengan magnet positif.
Ingatlah salah satu kisah seseorang yang telah membunuh 100 orang. Ternyata dosanya bisa diampuni jika dia meninggalkan lingkungannya yang penuh dengan perbuatan negatif dan berpindah ke lingkungan yang penuh dengan perbuatan positif.
Sebagaimana yang dijelaskan ayat2-Nya:
"Dan syaitan menjadikan mereka memandang baik perbuatan-perbuatan (buruk) mereka, lalu ia menghalangi mereka dari jalan (Allah), padahal mereka adalah orang-orang berpandangan tajam" (Al-Ankabut: 38).
"Dan Aku tidak membebaskan diriku (dari kesalahan), karena sesungguhnya nafsu itu selalu menyuruh kepada kejahatan, kecuali nafsu yang diberi rahmat oleh Tuhanku. Sesungguhnya Tuhanku Maha Pengampun lagi Maha penyanyang." (Yusuf: 53).
“Aku bersumpah dengan jiwa yang menyesali (dirinya sendiri)”. ( Qs. al qiyamah ayat 2)
Al Qurthubi mengutip perkataan Mujahid dalam tafsirnya tentang jiwa yang menyesali diri, “ ia adalah jiwa yang mengecam segala sesuatu yang lepas terlewat dan menyesalinya, ia mengecam dirinya atas keburukan yang dilakukannya, ia mengecam dirinya pula ketika berbuat kebaikan dengan perasaan kurang sempurna dan kurang optimal. (Syamsuddin al Qurthubi: al Jami’ li Ahkam al Qur’an. Qahirah: Daar al Kutub al Mishriyah, 1384 H, Jilid 19, hlm 193)
(Gantira, 1 November 2016)
Perbuatan maksiat bagaikan kutub magnet negatif yang memiliki kekuatan magnet lebih besar dari kutub magnet positif. Sedangkan jiwa kita bagaikan besi yang mudah ditarik kemana saja, baik magnet negatif maupun positif.
Namun karena magnet negatif kekuatannya lebih besar daripada magnet positif, sehingga bila jiwa kita diletakkan pada posisi seimbang antara magnet negatif yang berada disebelah kiri dan magnet positif yang berada disebelah kanan, maka kecenderungan jiwa kita akan condong sedikit demi sedikit bergeser ke arah magnet negatif.
Jadi bila kita ingin terhindar dari tarikan magnet negatif, maka kita awalnya harus memaksakan diri agar lebih dekat pada magnet positif dan menghalau magnet negatif dengan cara menjauhi, memberikan filter atau alat apa saja yang dapat meredam dan menghilangkan pengaruh magnet negatif sehingga akhirnya kita merasa senang dan menikmati kedekatan dengan magnet positif.
Ingatlah salah satu kisah seseorang yang telah membunuh 100 orang. Ternyata dosanya bisa diampuni jika dia meninggalkan lingkungannya yang penuh dengan perbuatan negatif dan berpindah ke lingkungan yang penuh dengan perbuatan positif.
Sebagaimana yang dijelaskan ayat2-Nya:
"Dan syaitan menjadikan mereka memandang baik perbuatan-perbuatan (buruk) mereka, lalu ia menghalangi mereka dari jalan (Allah), padahal mereka adalah orang-orang berpandangan tajam" (Al-Ankabut: 38).
"Dan Aku tidak membebaskan diriku (dari kesalahan), karena sesungguhnya nafsu itu selalu menyuruh kepada kejahatan, kecuali nafsu yang diberi rahmat oleh Tuhanku. Sesungguhnya Tuhanku Maha Pengampun lagi Maha penyanyang." (Yusuf: 53).
“Aku bersumpah dengan jiwa yang menyesali (dirinya sendiri)”. ( Qs. al qiyamah ayat 2)
Al Qurthubi mengutip perkataan Mujahid dalam tafsirnya tentang jiwa yang menyesali diri, “ ia adalah jiwa yang mengecam segala sesuatu yang lepas terlewat dan menyesalinya, ia mengecam dirinya atas keburukan yang dilakukannya, ia mengecam dirinya pula ketika berbuat kebaikan dengan perasaan kurang sempurna dan kurang optimal. (Syamsuddin al Qurthubi: al Jami’ li Ahkam al Qur’an. Qahirah: Daar al Kutub al Mishriyah, 1384 H, Jilid 19, hlm 193)
(Gantira, 1 November 2016)
"Ayo Ikuti Cara Dakwah Rasulullah.."
Kalau membaca biografi Rasulullah dan masyarakat yang dihadapinya. Dapat terbayangkan karakter masyarakat jahiliyah saat itu lebih keras dan kasar daripada masyarakat saat ini yang ada di sekitar kita.
Pertanyaannya, kenapa Rasulullah bisa sukses dalam waktu 25 tahun membentuk masyarakat madani, sedang kita terasa sulit padahal karakternya lebih lembut?
Salah satu jawabannya adalah kita belum mengikuti cara dakwah Rasulullah secara kaffah.
Diantara kita kadang terlalu keras, sehingga orang yang didakwahi ketakutan. Tapi di sisi lain, ada juga diantara kita yang terlalu lembek sehingga dipandang remeh.
Sebagai salah satu contoh sederhana:
Baru sedikit saja kita dicela oleh orang yang kita tolong, kita langsung mencak2 dan berniat mengalihkan bantuan kita pada orang lain. Bagaimana dakwah kita bisa berhasil.
Padahal kalau kita baca biografi Rasulullah, beliau pernah dihina oleh seorang pengemis yahudi yang buta, padahal yang memberi makan dengan lembut setiap hari kepadanya adalah Rasulullah. Rasulullah tidak membuka jati dirinya walaupun setiap beliau memberi makan selalu dihinanya. Pengemis itu baru tahu siapa yang menolongnya selama ini setelah Rasulullah meninggal. Hingga akhirnya dia masuk Islam.
Jadi salah satu cara untuk mengulang kembali kesuksesan dakwah Rasulullah adalah dengan cara mempelajari, memahami dan mengikuti secara kaffah apa yang dilakukan Rasulullah.
Sehingga, tidaklah berlebihan kalau Allah sendiri memujinya,
”Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.” (QS Al Ahzab [33]: 21).
(Gantira, 1 November 2016)
Pertanyaannya, kenapa Rasulullah bisa sukses dalam waktu 25 tahun membentuk masyarakat madani, sedang kita terasa sulit padahal karakternya lebih lembut?
Salah satu jawabannya adalah kita belum mengikuti cara dakwah Rasulullah secara kaffah.
Diantara kita kadang terlalu keras, sehingga orang yang didakwahi ketakutan. Tapi di sisi lain, ada juga diantara kita yang terlalu lembek sehingga dipandang remeh.
Sebagai salah satu contoh sederhana:
Baru sedikit saja kita dicela oleh orang yang kita tolong, kita langsung mencak2 dan berniat mengalihkan bantuan kita pada orang lain. Bagaimana dakwah kita bisa berhasil.
Padahal kalau kita baca biografi Rasulullah, beliau pernah dihina oleh seorang pengemis yahudi yang buta, padahal yang memberi makan dengan lembut setiap hari kepadanya adalah Rasulullah. Rasulullah tidak membuka jati dirinya walaupun setiap beliau memberi makan selalu dihinanya. Pengemis itu baru tahu siapa yang menolongnya selama ini setelah Rasulullah meninggal. Hingga akhirnya dia masuk Islam.
Jadi salah satu cara untuk mengulang kembali kesuksesan dakwah Rasulullah adalah dengan cara mempelajari, memahami dan mengikuti secara kaffah apa yang dilakukan Rasulullah.
Sehingga, tidaklah berlebihan kalau Allah sendiri memujinya,
”Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.” (QS Al Ahzab [33]: 21).
(Gantira, 1 November 2016)
Wednesday, 26 October 2016
"Prinsip Hidup yang Kekal"
Prinsip Hidup itu harus diambil dari sesuatu yang kekal, bukan sesuatu yang temporal atau sementara.
Semua perkara dunia atau yang dihasilkan oleh dunia adalah sementara. Sehingga kita pun jangan menjadikan perkara dunia sebagai prinsip hidup yang kekal, tapi jadikanlah perkara dunia itu sebagai prinsip hidup yang sementara juga. Dimana prinsip ini bisa berubah sesuai situasi, kondisi dan masa yang sedang dihadapi.
Bila seseorang salah menempatkan prinsip hidup, maka dia akan tergilas jaman. Sebagai contoh Nokia, awalnya dia sebagai salah satu perusahaan hp yang pernah menjadi perusahaan terbesar dan terkuat. Namun karena hp adalah perkara dunia, maka jangan menjadikan prinsip perusahaan sebagai prinsip yang abadi. Tapi jadikanlah hanya prinsip sementara yang bisa berubah sesuai dengan perkembangan jaman.
Bisa saja Nokia terlalu memegang erat prinsip perusahaan yang ingin menjadi terdepan dan tidak mau mengekor pada perusahaan lain yang baru muncul. Sehingga pada saat ada kemajuan teknologi dari perusahaan yang baru lahir, Nokia tidak mau meniru dan ikut perkembangan yang ada. Sehingga akhirnya, perusahaannya tergerus oleh perkembangan zaman yang jauh lebih cepat dari perkembangan perusahaannya.
Bila saja Perusahaan Nokia mau merubah prinsip perusahaannya, dengan cara menyadari bahwa dia mulai jauh tertinggal oleh perusahaan yang baru lahir. Lalu memulai kembali dengan menjadi pengekor perusahaan baru dengan membuat Hp berbasis Android, kemungkinan besar Nokia akan tetap eksis. Karena sebagian besar konsumen sudah banyak yang tahu akan kualitas Hp Nokia. Namun sayangnya Nokia tidak mau merubah dirinya, sehingga akhirnya dia ditinggalkan konsumen yang seleranya sudah berubah.
Jadi kalau prinsip itu hanya sekitar dunia atau hasil pemikiran seorang makhluk yang fana, maka bersikaplah fleksibel. Jangan terlalu kaku, lihat situasi dan sesuaikan dengan perkembangan yang ada. Ikutilah pribahasa "Dimana bumi dipijak, di situ langit di junjung".
Berbeda kalau prinsip itu berasal dari Yang Maha Kekal dan berlaku sampai kiamat tiba, maka kita harus pegang erat2 prinsip ini kapanpun dan dimana pun kita berada. Bila situasi berubah maka harus melihat rujukan dari sumber yang kekal juga. Sesungguhnya Al-qur'an dan hadist adalah sesuatu yang kekal, sehingga kita harus memegang erat dua prinsip kehidupan ini. Dan jadikan dua prinsip ini sebagai Prinsip Hidup yang kekal agar kita tidak tersesat selama2nya.
Sesungguhnya Rasulullah SAW pernah bersabda, “Aku telah meninggalkan pada kamu sekalian dua perkara yang kamu tidak akan sesat selama kamu berpegang teguh kepada keduaya, yaitu : Kitab Allah dan sunnah Nabi-Nya “. [HR. Malik]
(Gantira, 27 Oktober 2016)
"Dalil2 Hukum Aksi dan Reaksi Dalam Islam (Bag. 3)"
Pada tulisan sebelumnya,
http://sudutpandang2.blogspot.co.id/2016/10/hukum-aksi-dan-reaksi-dalam-islam.html?m=1
Menjelaskan terkait teori hukum Aksi dan Reaksi
Pada tulisan "Dalil2 Hukum Aksi dan Reaksi Dalam Islam (Bag. 1)" ( http://sudutpandang2.blogspot.co.id/2016/10/dalil2-hukum-aksi-dan-reaksi-dalam.html?m=1) telah disebutkan dalil-dalil terhadap reaksi apa saja yang akan terjadi bila melakukan aksi
(A) Istigfar atau bertobat;
(B) bershalawat; dan
(C) bershadaqah.
"Dalil2 Hukum Aksi dan Reaksi Dalam Islam (Bag. 2)" (http://sudutpandang2.blogspot.co.id/2016/10/dalil2-hukum-aksi-dan-reaksi-dalam_25.html?m=1) menerangkan dalil-dalil terkait reaksi yang akan timbul jika melakukan aksi:
(D) Shalat tahajud
(E) Shalat Dhuha
(F) Membaca al-quran
Pada tulisan kali ini akan menjelaskam dalil2 yang terkait aksi apa saja yang akan mendapatkan reaksi ditemani oleh para malaikat dan senantiasa mendapatkan doa pengampunan darinya. Beberapa aksi tersebut diantaranya adalah:
(G) Tidur dalam keadaan suci
"Barangsiapa yg tidur dlm keadaan suci, maka malaikat akan bersamanya di dlm pakaiannya. Dia tdk akan bangun hingga malaikat berdoa; Ya Allah, ampunilah hamba-Mu si fulan karena tidur dlm keadaan suci."
(HR. Imam Ibnu Hibban dari Abdullah bin Umar)
H. Duduk menunggu waktu shalat
. "Tidaklah salah seorang di antara kalian yg duduk menunggu sholat, selama ia berada dlm keadaan suci, kecuali para malaikat akan mendoakannya; Ya Allah, ampunilah ia. Ya Allah sayangilah ia."
(HR. Imam Muslim dari Abu Hurairah, Shahih Muslim: 469)
(I). Berada di shaf barisan depan dalam sholat berjamaah
"Sesungguhnya Allah & para malaikat-Nya bershalawat kpd (orang2) yg berada pd shaf2 terdepan."
(HR. Imam Abu Dawud & Ibnu Khuzaimah dari Barra' bin 'Azib)
(J). menyambung shaf sholat berjamaah (tdk mmbiarkan kosong di dlm shaf)
"Sesungguhnya Allah & para malaikat selalu bershalawat kpd orang2 yg menyambung shaf-shaf." (HR. Imam Ahmad, Ibnu Majah, Ibnu Khuzaimah, Ibnu Hibban, & Al Hakim meriwayatkan dari Aisyah)
(K).mengucapkan "aamiin" pada saat jadi makmun
"Jika seorang Imam membaca; ghairil maghdhuubi 'alaihim waladh-dhaalinn', maka ucapkanlah oleh kalian "aamiin", karena barangsiapa ucapannya itu bertepatan dg ucapan malaikat, maka ia akan diampuni dosanya yg masa lalu."
(HR. Imam Bukhari dari Abu Hurairah, Shahih Bukhari: 782)
(L) Duduk di tempat sholat setelah melakukan sholat.
"Para malaikat akan selalu bershalawat (berdoa) pd salah satu diantara kalian selama ia ada di dlm tempat sholat di mana ia melakukan sholat, selama ia belum batal wudhunya, (para malaikat) berkata; Ya Allah ampunilah & sayangilah ia."
(HR. Imam Ahmad)
Bersambung... Pada judul berikutnya " Dalil2 Hukum Aksi dan Reaksi Dalam Islam (Bag. 4)"
(Gantira, 26 Oktober 2016, Bogor)
http://sudutpandang2.blogspot.co.id/2016/10/hukum-aksi-dan-reaksi-dalam-islam.html?m=1
Menjelaskan terkait teori hukum Aksi dan Reaksi
Pada tulisan "Dalil2 Hukum Aksi dan Reaksi Dalam Islam (Bag. 1)" ( http://sudutpandang2.blogspot.co.id/2016/10/dalil2-hukum-aksi-dan-reaksi-dalam.html?m=1) telah disebutkan dalil-dalil terhadap reaksi apa saja yang akan terjadi bila melakukan aksi
(A) Istigfar atau bertobat;
(B) bershalawat; dan
(C) bershadaqah.
"Dalil2 Hukum Aksi dan Reaksi Dalam Islam (Bag. 2)" (http://sudutpandang2.blogspot.co.id/2016/10/dalil2-hukum-aksi-dan-reaksi-dalam_25.html?m=1) menerangkan dalil-dalil terkait reaksi yang akan timbul jika melakukan aksi:
(D) Shalat tahajud
(E) Shalat Dhuha
(F) Membaca al-quran
Pada tulisan kali ini akan menjelaskam dalil2 yang terkait aksi apa saja yang akan mendapatkan reaksi ditemani oleh para malaikat dan senantiasa mendapatkan doa pengampunan darinya. Beberapa aksi tersebut diantaranya adalah:
(G) Tidur dalam keadaan suci
"Barangsiapa yg tidur dlm keadaan suci, maka malaikat akan bersamanya di dlm pakaiannya. Dia tdk akan bangun hingga malaikat berdoa; Ya Allah, ampunilah hamba-Mu si fulan karena tidur dlm keadaan suci."
(HR. Imam Ibnu Hibban dari Abdullah bin Umar)
H. Duduk menunggu waktu shalat
. "Tidaklah salah seorang di antara kalian yg duduk menunggu sholat, selama ia berada dlm keadaan suci, kecuali para malaikat akan mendoakannya; Ya Allah, ampunilah ia. Ya Allah sayangilah ia."
(HR. Imam Muslim dari Abu Hurairah, Shahih Muslim: 469)
(I). Berada di shaf barisan depan dalam sholat berjamaah
"Sesungguhnya Allah & para malaikat-Nya bershalawat kpd (orang2) yg berada pd shaf2 terdepan."
(HR. Imam Abu Dawud & Ibnu Khuzaimah dari Barra' bin 'Azib)
(J). menyambung shaf sholat berjamaah (tdk mmbiarkan kosong di dlm shaf)
"Sesungguhnya Allah & para malaikat selalu bershalawat kpd orang2 yg menyambung shaf-shaf." (HR. Imam Ahmad, Ibnu Majah, Ibnu Khuzaimah, Ibnu Hibban, & Al Hakim meriwayatkan dari Aisyah)
(K).mengucapkan "aamiin" pada saat jadi makmun
"Jika seorang Imam membaca; ghairil maghdhuubi 'alaihim waladh-dhaalinn', maka ucapkanlah oleh kalian "aamiin", karena barangsiapa ucapannya itu bertepatan dg ucapan malaikat, maka ia akan diampuni dosanya yg masa lalu."
(HR. Imam Bukhari dari Abu Hurairah, Shahih Bukhari: 782)
(L) Duduk di tempat sholat setelah melakukan sholat.
"Para malaikat akan selalu bershalawat (berdoa) pd salah satu diantara kalian selama ia ada di dlm tempat sholat di mana ia melakukan sholat, selama ia belum batal wudhunya, (para malaikat) berkata; Ya Allah ampunilah & sayangilah ia."
(HR. Imam Ahmad)
Bersambung... Pada judul berikutnya " Dalil2 Hukum Aksi dan Reaksi Dalam Islam (Bag. 4)"
(Gantira, 26 Oktober 2016, Bogor)
Tuesday, 25 October 2016
"Dalil2 Hukum Aksi dan Reaksi Dalam Islam (Bag. 2)"
Pada tulisan sebelumnya,
http://sudutpandang2.blogspot.co.id/2016/10/hukum-aksi-dan-reaksi-dalam-islam.html?m=1
Menjelaskan terkait teori hukum Aksi dan Reaksi
Untuk tulisan "Dalil2 Hukum Aksi dan Reaksi Dalam Islam (Bag. 1)" (http://sudutpandang2.blogspot.co.id/2016/10/dalil2-hukum-aksi-dan-reaksi-dalam.html?m=1) telah disebutkan dalil-dalil terhadap reaksi apa saja yang akan terjadi bila melakukan aksi (A) Istigfar atau bertobat; (B) bershalawat; dan (C) bershadaqah.
Pada tulisan kali ini akan melanjutkan pemaparan terkait dalil-dalil lainnya yang merupakan hukum aksi dan Reaksi dalam Islam. Beberapa di antaranya adalah:
D. Shalat Tahajud
Beberapa reaksi yang akan timbul jika kita senantiasa mengistiqomahkan diri dengan melakukan aksi shalat tahajud, diantaranya adalah:
1. Jaminan masuk surga
Nabi Muhammad SAW bersabda: “Wahai manusia, sebarkanlah salam, beri makanlah, sambung tali kasih, salat malamlah saat orang pada terlelap, maka masuklah surga dengan selamat”. (HR. Al-Hakim, Ibnu Majah, At-Tirmizy).
2. Besarnya peluang dikabulkannya doa
Rasulullah saw bersabda, “ Pada tiap malam Tuhan kami Tabaraka wa Ta’ala turun (ke langit dunia) ketika tinggal sepertiga malam yang akhir. Ia berfirman: “Barang siapa yang menyeru-Ku, akan Aku perkenankan seruannya. Barang siapa yang meminta kepada-Ku, Aku perkenankan permintaanya. Dan barang siapa meminta ampunan kepada-Ku, Aku ampuni dia .” (HR Bukhari dan Muslim ).
3. Mendekatkan diri kepada Allah, pencegah dari perbuatan dosa, penghapus kesalahan, dan pencegah segala macam penyakit dari tubuh
Rasulullah SAW bersabda, "Lakukanlah shalat malam karena itu adalah tradisi orang-orang saleh sebelum kalian, sarana mendekatkan diri kepada Allah, pencegah dari perbuatan dosa, penghapus kesalahan, dan pencegah segala macam penyakit dari tubuh." (HR Tirmidzi).
4. Menjaga ketampanan atau kecantikan.
Rasulullah SAW bersabda, “Barang siapa yang banyak menunaikan shalat malam, maka wajahnya akan terlihat tampan atau cantik di siang harinya.” (HR Ibnu Majah).
5. Meningkatkan produktifitas kerja berbasis spiritual
Rasulullah SAW bersabda, "Setan membuat ikatan pada tengkuk salah seorang di antara kalian ketika tidur dengan tiga ikatan dan setiap kali memasang ikatan dia berkata: ‘Malam masih panjang, maka tidurlah.’ Jika orang tadi bangun lalu berzikir kepada Allah SWT, terlepas satu ikatan. Jika dia berwudhu, terlepas satu ikatan yang lainnya. Dan jika dia melaksanakan shalat, terlepas semua ikatannya. Pada akhirnya, dia akan menjadi segar (produktif) dengan jiwa yang bersih. Jika tidak, dia akan bangun dengan jiwa yang kotor yang diliputi rasa malas.” (HR Bukhari).
6. Mempercepat tercapainya cita2 dan rasa aman
Rasulullah SAW bersabda, “Ketahuilah sesungguhnya Allah tertawa terhadap dua orang laki-laki: Seseorang yang bangun pada malam yang dingin dari ranjang dan selimutnya, lalu ia berwudhu dan melakukan shalat. Allah berfirman kepada para malaikat-Nya, 'Apa yang mendorong hamba-Ku melakukan ini?' Mereka menjawab, 'Wahai Rabb kami, ia melakukan ini karena mengharap apa yang ada di sisi-Mu.'” Allah berfirman, “Sesungguhnya Aku telah memberikan kepadanya apa yang ia harapkan (cita-citakan) dan memberikan rasa aman dari apa yang ia takutkan.” (HR Ahmad).
E. Shalat Dhuha
Beberapa reaksi yang akan terjadi, bila kita senantiasa merutinkan shalat Dhuha, diantaranya adalah:
1. Akan dicukupkan semua kebutuhan kita pada hari itu.
“Allah ‘Azza wa Jalla berfirman, “Wahai anak Adam, janganlah engkau luput dari empat rakaat di awal harimu, niscaya Aku cukupkan untukmu di sepanjang hari itu.” (HR. Ahmad)
2. Mendapatkan pahala layaknya haji dan umrah
“Barang siapa yang mengerjakan shalat fajar (shubuh) berjamaah, kemudian ia (setelah usai) duduk mengingat Allah hingga terbit matahari, lalu ia shalat dua rakaat (Dhuha), ia mendapatkan pahala seperti pahala haji dan umrah; sempurna, sempurna, sempurna..” (Shahih al-Jami`: 6346).
3. Aman dari dosa seharian
“Barangsiapa yang melakukan shalat dhuha maka akan di mapuni dosa-dosanya, sekalipun dosanya itu seperti buih di lautan. Sesuai dengan sebuah hadits Rasulullah yang di riwayatkan oleh Tirmidzi. Yaitu, ” Siapapun yang melaksanakan shalat dhuha dengan langgeng, maka akan di ampuni dosa-dosanya oleh Allah. Sekalipun itu seperti buih di lautan.” [HR-Tirmidzi]
4. Sebagai pengganti sedekah
“Pada pagi hari, setiap persendian salah seorang dari kalian wajib bershadaqah; setiap tasbih adalah shadaqah, setiap tahmid adalah shadaqah, setiap takbir adalah shadaqah, menyuruh berbuat baik adalah shadaqah, melarang dari yang mungkar adalah shadaqah, dan itu semua cukup dengan dua raka’at shalat Dhuha yang ia kerjakan”. (HR. Muslim)
5. Merupakan ghanimah yang paling banyak
“Barangsiapa berwudhu kemudian pergi pada waktu pagi ke masjid untuk melaksanakan shalat dhuha, maka hal itu adalah peperangan yang paling dekat, ghanimah yang paling banyak, dan kembalinya lebih cepat” (HR. Tirmidzi dan Ahmad; hasan shahih).
6. Sebagai pelindung untuk menangkal siksa api neraka di hari pembalasan (kiamat) nanti.
“Barangsiapa melakukan shalat Fajar, kemudian ia tetap duduk di tempat shalatnya sambil berdzikir hingga matahari terbit dan kemudian ia melaksanakan shalat Dhuha sebanyak dua rakaat, niscaya Allah Swt. akan mengharamkan api neraka untuk menyentuh atau membakar tubuhnya.” (H.R. Al-Baihaqi)
7. Akan dibangun sebuah rumah di surga.
“Barangsiapa mengerjakan shalat Dhuha dua rakaat, maka dia tidak ditetapkan termasuk orang-orang yang lengah. Barangsiapa shalat empat rakaat, maka dia tetapkan termasuk orang-orang yang ahli ibadah. Barangsiapa mengerjakan enam rakaat maka akan diberikan kecukupan pada hari itu. Barangsiapa mengerjakan delapan rakaat, maka Allah menetapkannya termasuk orang-orang yang tunduk dan patuh. Dan barangsiapa mengerjakan shalat dua belas rakaat, maka Allah akan membangunkan baginya sebuah rumah di Surga. Dan tidaklah satu hari dan tidak juga satu malam, melainkan Allah memiliki@ karunia yang danugerahkan kepada hamba-hamba-Nya sebagai sedekah. Dan tidaklah Allah memberikan karunia kepada seseorang yang lebih baik daripada mengilhaminya untuk selalu ingat kepada-Nya” Diriwayatkan oleh Ath-Thabrani.
C. Membaca al Quran
Bila kita terbiasa membaca al-qur'an dengan ikhlas, maka beberapa reaksi yang akan timbul, diantaranya adalah:
1. Mendapatkan syafa'at di akhirat kelak
Sabda Nabi Muhammad saw: “Bacalah al-Qur’an karena ia akan datang pada hari kiamat sebagai pemberi syafa’at kepada para ahlinya.” (HR. Muslim)
2. Mendapatkan limpahan ketenangan dan curahan rahmat
Nabi Muhammad saw bersabda: “Tidak berkumpul sauatu kaum di salah satu rumah Allah SWT, sedang mereka membaca kitab-Nya dan mengkajinya, melainkan mereka akan dilimpahi ketenangan, dicurahi rahmat, diliputi para malaikat, dan disanjungi oleh Allah di hadapan para makhluk dan di sisi-Nya.” (HR. Abu Dawud).
3.Menentramkan hati
“(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram.” (QS.13:28)
4. Menyembuhkan penyakit
“Hendaknya kamu menggunakan kedua obat-obat: madu dan Al-Qur’an” (HR. Ibnu Majah dan Ibnu Mas’ud)
5. Mendapatkan cahaya di hari kiamat nanti
Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra yang maksudnya: “Bahwa Rasulullah saw bersabda: “Siapa yang medengar satu ayat daripada Kitab Allah Ta’ala (al-Qur’an) ditulis baginya satu kebaikan yang berlipat ganda. Siapa yang membacanya pula, baginya cahaya di hari kiamat.”
6. Memperoleh kemulian dan diberi rahmat kepada ibu bapaknya
Nabi Muhammad saw bersabda maksudnya: “Siapa yang membaca Al-Qur’an dan beramal dengan isi kandungannya, dianugerahkan kedua ibu bapaknya mahkota di hari kiamat. Cahayanya (mahkota) lebih baik dari cahaya matahari di rumah-rumah dunia. Kalaulah demikian itu matahari berada di rumahmu (dipenuhi dengan sinarnya), maka apa sangkaan kamu terhadap yang beramal dengan ini (al-Qur’an).” (HR. Abu Daud).
7. Memperoleh kedudukan yang tinggi dalam syurga
Bersabda Rasulullah saw yang maksudnya: Dikatakan kepada pembaca al-Qur,an: “Bacalah (al-Qur’an), naiklah (pada darjat-darjat syurga) dan bacalah dengan tartil sebagaimana engkau membacanya dengan tartil didunia. Sesungguhnya kedudukan drajatmu sehingga kadar akhir ayat yang engkau baca.” (HR. Ahmad).
8. Membaca satu huruf Al Quran akan memperoleh sepuluh kebaikan
Rasulullah saw bersabda: “Barang siapa yang membaca satu huruf kitab Allah, maka ia akan mendapatkan satu kebaikan dengan huruf itu, dan satu kebaikan akan dilipatgandakan menjadi sepuluh. Aku tidaklah mengatakan Alif Laam Miim itu satu huruf, tetapi alif satu huruf, lam satu huruf dan Mim satu huruf.” (HR. Tirmidzi).
9. Mendapatkan pahala sedekah
Rasulullah saw bersabda: “Orang yang membaca Al-Qur’an terang-terangan seperti orang yang bersedekah terang-terangan, orang yang membaca Al-Qur’an secara tersembunyi seperti orang yang bersedekah secara sembunyi.” (HR. Abu Dawud, Tirmidzi dan Nasa’i, lihat shahihul jaami’:3105).
10. Sebagai cahaya dalam kegelapan
Sabda Rasulullah saw,” Aku wasiatkan kepada kalian agar bertakwa kepada Allah dan Al Qur’an sesungguhnya ia adalah cahaya kegelapan, petunjuk di siang hari maka bacalah dengan sungguh-sungguh .” (HR. Baihaqi)
11. Digolongkan masuk dalam keluarga Allah
Sabda Rasulullah saw,” Sesungguhnya Allah mempunyai keluarga dari kalangan manusia.’ Beliau saw ditanya,’Siapa mereka wahai Rasulullah.’ Beliau saw menjawab,’mereka adalah Ahlul Qur’an, mereka adalah keluarga Allah dan orang-orang khusus-Nya.” (HR. Ahmad dan Ibnu Majah)
12. Akan bersama malaikat
Sabda Rasulullah SAW “Orang yang mahir membaca Al-Qur’an kelak (mendapat tempat disurga) bersama para utusan yang mulia lagi baik. Sedangkan orang yang membaca Al-Qur’an dan masih terbata-bata, dan merasa berat dan susah, maka dia mendapatkan dua pahala.”
Bersambung... Pada judul berikutnya " "Dalil2 Hukum Aksi dan Reaksi Dalam Islam (Bag. 3)"
(Gantira, 26 Oktober 2016, Bogor)
http://sudutpandang2.blogspot.co.id/2016/10/hukum-aksi-dan-reaksi-dalam-islam.html?m=1
Menjelaskan terkait teori hukum Aksi dan Reaksi
Untuk tulisan "Dalil2 Hukum Aksi dan Reaksi Dalam Islam (Bag. 1)" (http://sudutpandang2.blogspot.co.id/2016/10/dalil2-hukum-aksi-dan-reaksi-dalam.html?m=1) telah disebutkan dalil-dalil terhadap reaksi apa saja yang akan terjadi bila melakukan aksi (A) Istigfar atau bertobat; (B) bershalawat; dan (C) bershadaqah.
Pada tulisan kali ini akan melanjutkan pemaparan terkait dalil-dalil lainnya yang merupakan hukum aksi dan Reaksi dalam Islam. Beberapa di antaranya adalah:
D. Shalat Tahajud
Beberapa reaksi yang akan timbul jika kita senantiasa mengistiqomahkan diri dengan melakukan aksi shalat tahajud, diantaranya adalah:
1. Jaminan masuk surga
Nabi Muhammad SAW bersabda: “Wahai manusia, sebarkanlah salam, beri makanlah, sambung tali kasih, salat malamlah saat orang pada terlelap, maka masuklah surga dengan selamat”. (HR. Al-Hakim, Ibnu Majah, At-Tirmizy).
2. Besarnya peluang dikabulkannya doa
Rasulullah saw bersabda, “ Pada tiap malam Tuhan kami Tabaraka wa Ta’ala turun (ke langit dunia) ketika tinggal sepertiga malam yang akhir. Ia berfirman: “Barang siapa yang menyeru-Ku, akan Aku perkenankan seruannya. Barang siapa yang meminta kepada-Ku, Aku perkenankan permintaanya. Dan barang siapa meminta ampunan kepada-Ku, Aku ampuni dia .” (HR Bukhari dan Muslim ).
3. Mendekatkan diri kepada Allah, pencegah dari perbuatan dosa, penghapus kesalahan, dan pencegah segala macam penyakit dari tubuh
Rasulullah SAW bersabda, "Lakukanlah shalat malam karena itu adalah tradisi orang-orang saleh sebelum kalian, sarana mendekatkan diri kepada Allah, pencegah dari perbuatan dosa, penghapus kesalahan, dan pencegah segala macam penyakit dari tubuh." (HR Tirmidzi).
4. Menjaga ketampanan atau kecantikan.
Rasulullah SAW bersabda, “Barang siapa yang banyak menunaikan shalat malam, maka wajahnya akan terlihat tampan atau cantik di siang harinya.” (HR Ibnu Majah).
5. Meningkatkan produktifitas kerja berbasis spiritual
Rasulullah SAW bersabda, "Setan membuat ikatan pada tengkuk salah seorang di antara kalian ketika tidur dengan tiga ikatan dan setiap kali memasang ikatan dia berkata: ‘Malam masih panjang, maka tidurlah.’ Jika orang tadi bangun lalu berzikir kepada Allah SWT, terlepas satu ikatan. Jika dia berwudhu, terlepas satu ikatan yang lainnya. Dan jika dia melaksanakan shalat, terlepas semua ikatannya. Pada akhirnya, dia akan menjadi segar (produktif) dengan jiwa yang bersih. Jika tidak, dia akan bangun dengan jiwa yang kotor yang diliputi rasa malas.” (HR Bukhari).
6. Mempercepat tercapainya cita2 dan rasa aman
Rasulullah SAW bersabda, “Ketahuilah sesungguhnya Allah tertawa terhadap dua orang laki-laki: Seseorang yang bangun pada malam yang dingin dari ranjang dan selimutnya, lalu ia berwudhu dan melakukan shalat. Allah berfirman kepada para malaikat-Nya, 'Apa yang mendorong hamba-Ku melakukan ini?' Mereka menjawab, 'Wahai Rabb kami, ia melakukan ini karena mengharap apa yang ada di sisi-Mu.'” Allah berfirman, “Sesungguhnya Aku telah memberikan kepadanya apa yang ia harapkan (cita-citakan) dan memberikan rasa aman dari apa yang ia takutkan.” (HR Ahmad).
E. Shalat Dhuha
Beberapa reaksi yang akan terjadi, bila kita senantiasa merutinkan shalat Dhuha, diantaranya adalah:
1. Akan dicukupkan semua kebutuhan kita pada hari itu.
“Allah ‘Azza wa Jalla berfirman, “Wahai anak Adam, janganlah engkau luput dari empat rakaat di awal harimu, niscaya Aku cukupkan untukmu di sepanjang hari itu.” (HR. Ahmad)
2. Mendapatkan pahala layaknya haji dan umrah
“Barang siapa yang mengerjakan shalat fajar (shubuh) berjamaah, kemudian ia (setelah usai) duduk mengingat Allah hingga terbit matahari, lalu ia shalat dua rakaat (Dhuha), ia mendapatkan pahala seperti pahala haji dan umrah; sempurna, sempurna, sempurna..” (Shahih al-Jami`: 6346).
3. Aman dari dosa seharian
“Barangsiapa yang melakukan shalat dhuha maka akan di mapuni dosa-dosanya, sekalipun dosanya itu seperti buih di lautan. Sesuai dengan sebuah hadits Rasulullah yang di riwayatkan oleh Tirmidzi. Yaitu, ” Siapapun yang melaksanakan shalat dhuha dengan langgeng, maka akan di ampuni dosa-dosanya oleh Allah. Sekalipun itu seperti buih di lautan.” [HR-Tirmidzi]
4. Sebagai pengganti sedekah
“Pada pagi hari, setiap persendian salah seorang dari kalian wajib bershadaqah; setiap tasbih adalah shadaqah, setiap tahmid adalah shadaqah, setiap takbir adalah shadaqah, menyuruh berbuat baik adalah shadaqah, melarang dari yang mungkar adalah shadaqah, dan itu semua cukup dengan dua raka’at shalat Dhuha yang ia kerjakan”. (HR. Muslim)
5. Merupakan ghanimah yang paling banyak
“Barangsiapa berwudhu kemudian pergi pada waktu pagi ke masjid untuk melaksanakan shalat dhuha, maka hal itu adalah peperangan yang paling dekat, ghanimah yang paling banyak, dan kembalinya lebih cepat” (HR. Tirmidzi dan Ahmad; hasan shahih).
6. Sebagai pelindung untuk menangkal siksa api neraka di hari pembalasan (kiamat) nanti.
“Barangsiapa melakukan shalat Fajar, kemudian ia tetap duduk di tempat shalatnya sambil berdzikir hingga matahari terbit dan kemudian ia melaksanakan shalat Dhuha sebanyak dua rakaat, niscaya Allah Swt. akan mengharamkan api neraka untuk menyentuh atau membakar tubuhnya.” (H.R. Al-Baihaqi)
7. Akan dibangun sebuah rumah di surga.
“Barangsiapa mengerjakan shalat Dhuha dua rakaat, maka dia tidak ditetapkan termasuk orang-orang yang lengah. Barangsiapa shalat empat rakaat, maka dia tetapkan termasuk orang-orang yang ahli ibadah. Barangsiapa mengerjakan enam rakaat maka akan diberikan kecukupan pada hari itu. Barangsiapa mengerjakan delapan rakaat, maka Allah menetapkannya termasuk orang-orang yang tunduk dan patuh. Dan barangsiapa mengerjakan shalat dua belas rakaat, maka Allah akan membangunkan baginya sebuah rumah di Surga. Dan tidaklah satu hari dan tidak juga satu malam, melainkan Allah memiliki@ karunia yang danugerahkan kepada hamba-hamba-Nya sebagai sedekah. Dan tidaklah Allah memberikan karunia kepada seseorang yang lebih baik daripada mengilhaminya untuk selalu ingat kepada-Nya” Diriwayatkan oleh Ath-Thabrani.
C. Membaca al Quran
Bila kita terbiasa membaca al-qur'an dengan ikhlas, maka beberapa reaksi yang akan timbul, diantaranya adalah:
1. Mendapatkan syafa'at di akhirat kelak
Sabda Nabi Muhammad saw: “Bacalah al-Qur’an karena ia akan datang pada hari kiamat sebagai pemberi syafa’at kepada para ahlinya.” (HR. Muslim)
2. Mendapatkan limpahan ketenangan dan curahan rahmat
Nabi Muhammad saw bersabda: “Tidak berkumpul sauatu kaum di salah satu rumah Allah SWT, sedang mereka membaca kitab-Nya dan mengkajinya, melainkan mereka akan dilimpahi ketenangan, dicurahi rahmat, diliputi para malaikat, dan disanjungi oleh Allah di hadapan para makhluk dan di sisi-Nya.” (HR. Abu Dawud).
3.Menentramkan hati
“(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram.” (QS.13:28)
4. Menyembuhkan penyakit
“Hendaknya kamu menggunakan kedua obat-obat: madu dan Al-Qur’an” (HR. Ibnu Majah dan Ibnu Mas’ud)
5. Mendapatkan cahaya di hari kiamat nanti
Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra yang maksudnya: “Bahwa Rasulullah saw bersabda: “Siapa yang medengar satu ayat daripada Kitab Allah Ta’ala (al-Qur’an) ditulis baginya satu kebaikan yang berlipat ganda. Siapa yang membacanya pula, baginya cahaya di hari kiamat.”
6. Memperoleh kemulian dan diberi rahmat kepada ibu bapaknya
Nabi Muhammad saw bersabda maksudnya: “Siapa yang membaca Al-Qur’an dan beramal dengan isi kandungannya, dianugerahkan kedua ibu bapaknya mahkota di hari kiamat. Cahayanya (mahkota) lebih baik dari cahaya matahari di rumah-rumah dunia. Kalaulah demikian itu matahari berada di rumahmu (dipenuhi dengan sinarnya), maka apa sangkaan kamu terhadap yang beramal dengan ini (al-Qur’an).” (HR. Abu Daud).
7. Memperoleh kedudukan yang tinggi dalam syurga
Bersabda Rasulullah saw yang maksudnya: Dikatakan kepada pembaca al-Qur,an: “Bacalah (al-Qur’an), naiklah (pada darjat-darjat syurga) dan bacalah dengan tartil sebagaimana engkau membacanya dengan tartil didunia. Sesungguhnya kedudukan drajatmu sehingga kadar akhir ayat yang engkau baca.” (HR. Ahmad).
8. Membaca satu huruf Al Quran akan memperoleh sepuluh kebaikan
Rasulullah saw bersabda: “Barang siapa yang membaca satu huruf kitab Allah, maka ia akan mendapatkan satu kebaikan dengan huruf itu, dan satu kebaikan akan dilipatgandakan menjadi sepuluh. Aku tidaklah mengatakan Alif Laam Miim itu satu huruf, tetapi alif satu huruf, lam satu huruf dan Mim satu huruf.” (HR. Tirmidzi).
9. Mendapatkan pahala sedekah
Rasulullah saw bersabda: “Orang yang membaca Al-Qur’an terang-terangan seperti orang yang bersedekah terang-terangan, orang yang membaca Al-Qur’an secara tersembunyi seperti orang yang bersedekah secara sembunyi.” (HR. Abu Dawud, Tirmidzi dan Nasa’i, lihat shahihul jaami’:3105).
10. Sebagai cahaya dalam kegelapan
Sabda Rasulullah saw,” Aku wasiatkan kepada kalian agar bertakwa kepada Allah dan Al Qur’an sesungguhnya ia adalah cahaya kegelapan, petunjuk di siang hari maka bacalah dengan sungguh-sungguh .” (HR. Baihaqi)
11. Digolongkan masuk dalam keluarga Allah
Sabda Rasulullah saw,” Sesungguhnya Allah mempunyai keluarga dari kalangan manusia.’ Beliau saw ditanya,’Siapa mereka wahai Rasulullah.’ Beliau saw menjawab,’mereka adalah Ahlul Qur’an, mereka adalah keluarga Allah dan orang-orang khusus-Nya.” (HR. Ahmad dan Ibnu Majah)
12. Akan bersama malaikat
Sabda Rasulullah SAW “Orang yang mahir membaca Al-Qur’an kelak (mendapat tempat disurga) bersama para utusan yang mulia lagi baik. Sedangkan orang yang membaca Al-Qur’an dan masih terbata-bata, dan merasa berat dan susah, maka dia mendapatkan dua pahala.”
Bersambung... Pada judul berikutnya " "Dalil2 Hukum Aksi dan Reaksi Dalam Islam (Bag. 3)"
(Gantira, 26 Oktober 2016, Bogor)
Monday, 24 October 2016
"Dalil2 Hukum Aksi dan Reaksi Dalam Islam (Bag. 1)"
Menyambung dari tulisan yang berjudul "Hukum Aksi dan Reaksi dalam Islam" (http://sudutpandang2.blogspot.co.id/2016/10/hukum-aksi-dan-reaksi-dalam-islam.html?m=1), pada tulisan ini akan menyebutkan dalil-dalil apa saja yang terkait hukum aksi dan reaksi yang ada dalam Islam berdasarkan Al-Qur'an dan Hadist.
Beberapa dalil terkait hukum aksi dan Reaksi positif dalam aturan Islam, meliputi:
A. Membaca Istigfar atau bertobat
Beberapa reaksi yang ditimbulkan dengan aksi membaca istigfar atau bertobat, diantaranya adalah:
1. Menggembirakan Allah
Rasulullah bersabda, “Sungguh, Allah lebih gembira dengan taubat hamba-Nya daripada kegembiraan salah seorang dari kalian yang menemukan ontanya yang hilang di padang pasir.” (HR. Bukhari dan Muslim).
2. Dicintai Allah
Allah berfirman, “Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertaubat dan mencintai orang-orang yang mensucikan diri.” (QS. Al-Baqarah: 222).
Rasulullah bersabda, “Orang yang bertaubat adalah kekasih Allah. Orang yang bertaubat atas dosanya, bagaikan orang yang tidak berdosa.” (HR. Ibnu Majah).
3. Dosa-dosanya diampuni
Rasulullah bersabda, “Allah telah berkata, ‘Wahai hamba-hamba-Ku, setiap kalian pasti berdosa kecuali yang Aku jaga. Maka beristighfarlah kalian kepada-Ku, niscaya kalian Aku ampuni. Dan barangsiapa yang meyakini bahwa Aku punya kemampuan untuk mengamouni dosa-dosanya, maka Aku akan mengampuninya dan Aku tidak peduli (beberapa banyak dosanya).” (HR.Ibnu Majah, Tirmidzi).
4. Selamat dari api neraka
Hudzaifah pernah berkata, “Saya adalah orang yang tajam lidah terhadap keluargaku, Wahai Rasulullah, aku takut kalau lidahku itu menyebabkan ku masuk neraka’. Rasulullah bersabda,’Dimana posisimu terhadap istighfar? Sesungguhnya, aku senantiasa beristighfar kepada Allah sebanyak seratus kali dalam sehari semalam’.” (HR. Nasa’i, Ibnu Majah, al-Hakim dan dishahihkannya).
5. Mendapat balasan surga
“Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui. Mereka itu balasannya ialah ampunan dari Tuhan mereka dan surga yang didalamnya mengalir sungai-sungai, sedang mereka kekal didalamnya; dan itulah sebaik-baik pahala orang-orang yang beramal.” (QS. Ali ‘Imran: 135-136).
6. Mengecewakan syetan
Sesungguhnya syetan telah berkata, “Demi kemulian-Mu ya Allah, aku terus-menerus akan menggoda hamba-hamba-Mu selagi roh mereka ada dalam badan mereka (masih hidup). Maka Allah menimpalinya,”Dan demi kemuliaan dan keagungan-Ku, Aku senantiasa mengampuni mereka selama mereka memohon ampunan (beristighfar) kepada-Ku.” (HR. Ahmad dan al-Hakim).
7. Meredam azab
Allah berfirman, “Dan Allah sekali-kali tidak akan mengazab mereka, sedang kamu berada di antara mereka. Dan tidaklah (pula) Allah akan mengazab mereka, sedang mereka meminta ampun.” (QS. Al-Anfal: 33)
8. Mengusir kesedihan
Rasulullah bersabda, “Barangsiapa yang senantiasa beristighfar, maka Allah akan memberikan kegembiraan dari setiap kesedihannya, dan kelapangan bagi setiap kesempitannya, dan memberinya rizki dari arah yang tiada disangka-sangka.” (HR.Abu Daud, Ibnu Majah dan Ahmad).
9. Melapangkan kesempitan
Rasulullah bersabda, ”Barangsiapa yang senantiasa beristighfar, maka Allah akan memberikan kegembiraan dari setiap kesedihannya, dan kelapangan bagi setiap kesempitannya dan memberinya rizki dari arah yang tiada disangka-sangka,” (HR.Abu Daud, Ibnu Majah dan Ahmad).
10. Melancarkan rizki
Rasulullah bersabda,”Sesungguhnya seorang hamba bisa tertahan rizkinya karena dosa yang dilakukannya.” (HR.Ahmad, Ibnu Hibban dan Ibnu Majah)
.
11. Membersihkan hati
Rasulullah bersabda, “Apabila seorang mukmin melakukan suatu dosa, maka tercoretlah noda hitam di hatinya. Apabila ia bertaubat, meninggalkannya dan beristighfar, maka bersihlah hatinya.” (HR.Nasa’i, Ibnu Majah, Ibnu Hibban, Tirmidzi).
12. Mengangkat derajatnya di surga
Rasulullah bersabda, “Sesungguhnya Allah akan mengangkat derajat seorang hamba di surga. Hamba itu berkata,’Wahai Allah, dari mana saya dapat kemuliaan ini?’ Allah berkata,’Karena istighfar anakmu untukmu’.” (HR.Ahmad dengan sanad hasan).
13. Mengikut sunnah Rosulullah shallalhu ‘alaihi wasallam
Abu Hurairah berkata, “Saya telah mendengar Rasulullah bersabda,’Demi Allah, Sesungguhnya aku minta ampun kepada Allah (beristighfar) dan bertaubat kepada-Nya dalam sehari lebih dari tujuh puluh kali’.” (HR.Bukhari).
14. Menjadi sebaik-baik orang yang bersalah
Rasulullah bersabda, “Setiap anak Adam pernah bersalah, dan sebaik-baik orang yang bersalah adalah yang segera bertaubat.” (HR.Tirmidzi, Ibnu Majah, al-Hakim).
15. Bersifat sebagai hamba Allah yang sejati
Allah berfirman, “Dan Allah Maha Melihat akan hamba-hamba-Nya. (Yaitu) orang-orang yang berdo’a:”Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami telah beriman, maka ampunilah segala dosa kami dan peliharalah kami dari siksa neraka,”(yaitu) orang-orang yang sabar, yang benar, yang tetap ta’at, yang menafkahkan hartanya (dijalan Allah), dan yang memohon ampun (beristighfar) di waktu sahur.” (QS. Ali ‘Imran: 15-17).
16. Terhindar dari stampel kezhaliman
Allah berfirman, “…Barang siapa yang tidak bertaubat, maka mereka itulah orang-orang yang zhalim.” (QS.al-Hujurat: 11).
17. Mudah mendapat anak
Allah berfirman, “Maka aku katakan kepada mereka: “Mohonlah ampun (istighfar) kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun, niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan memperbanyakkan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula didalamnya) untukmu sungai-sungai.” (QS.Nuh: 10-12).
18. Mudah mendapatkan air hujan
Ibnu Shabih berkata, “Hasan al-Bashri pernah didatangi seseorang dan mengadu bahwa lahannya tandus, ia berkata, ‘Perbanyaklah istighfar’. Lalu ada orang lain yang mengadu bahwa kebunnya kering, ia berkata, ‘Perbanyaklah istighfar’. Lalu ada orang lain lagi yang mengadu bahwa ia belum punya anak, ia berkata, ‘Perbanyaklah istighfar’. (Kitab Fathul Bari: 11/98).
19. Bertambah kekuatannya
Allah berfirman, “Dan (dia berkata):”Hai kaumku, mohonlah ampun kepada Tuhanmu lalu bertobatlah kepada-Nya, niscaya Dia menurunkan hujan yang sangat deras atasmu, dan Dia akan menambahkan kekuatan kepada kekuatanmu, dan janganlah kamu berpaling dengan berbuat dosa.” (QS.Hud: 52).
20. Bertambah kesejahteraanya
Allah berfirman, “Maka aku katakan kepada mereka:”Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun, niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan membanyakkan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai.” (QS.Nuh: 10-12).
21. Menjadi orang-orang yang beruntung
Allah berfirman, “Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.” (QS. An-Nur: 31).
Aisyah berkata, “Beruntunglah, orang-orang yang menemukan istighfar yang banyak pada setiap lembar catatan harian amal mereka.” (HR. Bukhari).
22. Keburukannya diganti dengan kebaikan
Allah berfirman, “Kecuali orang-orang yang bertaubat, beriman dan mengerjakan amal saleh; maka kejahatan mereka diganti Allah dengan kebajikan. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Al-Furqan: 70).
“Dan dirikanlah sembahyang itu pada kedua tepi siang (pagi dan petang) dan pada bahagian permulaan daripada malam. Sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang baik itu menghapuskan (dosa) perbuatan-perbuatan yang buruk. Itulah peringatan bagi orang-orang yang ingat.” (QS. Hud: 114).
23. Bercitra sebagai orang mukmin
Rasulullah bersabda, “Tidak seorangpun dari umatku, yang apabila ia berbuat baik dan ia menyadari bahwa yang diperbuat adalah kebaikan, maka Allah akan membalasnya dengan kebaikan. Dan tidaklah ia melakukan suatu yang tercela, dan ia sadar sepenuhnya bahwa perbuatannya itu salah, lalu ia mohon ampun (beristighfar) kepada Allah, dan hatinya yakin bahwa tiada Tuhan yang bisa mengampuni kecuali Allah, maka dia adalah seorang Mukmin.” (HR. Ahmad)
B. Aksi dan Reaksi Membaca Shalawat
Salah satu Lafazh bacaan sholawat yang paling ringkas yang sesuai dalil2 yang shahih adalah :
ﺍَﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﺻَﻞِّ ﻭَﺳَﻠِّﻢْ ﻋَﻠَﻰ ﻧَﺒِﻴِّﻨَﺎ ﻣُﺤَﻤَّﺪٍ
Allahumma shallii wa sallim ‘alaa nabiyyinaa Muhammad.
(“Ya Allah, limpahkanlah shalawat dan salam kepada Nabi kami Muhammad) .
[SHAHIH. HR. At-Thabrani melalui dua isnad, keduanya baik. Lihat Majma’ Az-Zawaid 10/120 dan Shahih At- Targhib wat Tarhib 1/273].
Beberapa reaksi yang akan timbul jika kita memperbanyak membaca shalawat, diantaranya adalah:
1. Akan mendapatkan syafa'at Rasulullah
Raulullah Shallallahu'alaihi wa sallam bersabda bersabda:
"Barangsiapa yang bershalawat kepadaku, maka aku akan memberinya syafaat pada hari kiamat." (Hadits riwayat Ibnu Syahiin dalam at-Targhib dan Ibnu Basykawal).
2. Akan diangkat derajatnya
Dari Umar bin Khaththab dari Nabi Shallallahu'alaihi wa sallam bersabda bersabda:
"Barangsiapa bershalawat kepadaku satu kali shalawat, maka Allah akan membalas sepuluh kali shalawat dan mengangkatnya sepuluh derajat." (Dikeluarkan Imam Bukhari dalam Adabul Mufrad, Ibnu Abu Syaibah, al-Bazzar, Ibnu Syahiin dan al-Ismaili dengan sanad ma’lul).
3. Dijauhkan dari sifat bakhil
Dari Ali bin Abu Thalib berkata bahwa Rasulullah Shallallahu'alaihi wa sallam bersabda bersabda:
"Manusia bakhil adalah orang yang disebut namaku di sisinya, tetapi tidak membaca shalawat kepadaku." (Dikeluarkan Imam at-Tirmidzi dan beliau berkata bahwa hadits hasan shahih. Dan juga dikeluarkan Imam Nasa’i, Ibnu Hibban dal al-Hakim).
4. Mendapatkan sepuluh rahmat dan menghapus sepuluh dosa
Sabda Nabi Saw:
“barangsiapa yang membaca shalawat atasku satu shalawat maka Allah akan menurunkan sepuluh rahmat kepadanya dan menghapus sepuluh kesalahannya” (HR. Nasai)
5. Mempercepat terkabul Nya doa
Bahwasanya Umar bin Khattab Ra berkata: “Saya mendengar bahwa doa itu ditahan diantara langit dan bumi, tidak akan dapat naik, sehingga dibacakan shalawat atas nabi Muhammad Saw”. (Atsar Hasan, Riwayat Tirmidzi)
C. Aksi dan Reaksi Memperbanyak Shadaqah
Bila kita sering melakukan aksi memperbanyak shadaqah dengan ikhlas, maka akan ada beberapa reaksi yang akan timbul, yaitu:
1. Dilipat gandakan pahalanya oleh Allah SWT
“ Sesungguhnya orang- orang yang bersedekah baik laki - laki maupun perempuan dan meminjamkan kepada Allah dengan pinjaman yang baik , niscaya akan dilipatgandakan ( pahalanya ) kepada mereka dan bagi mereka pahala yang banyak“ . ( QS. Al-Hadid : 18 )
“ Perumpamaan orang -orang yang mendermakan ( shodaqoh) harta bendanya di jalan Allah , seperti ( orang yang menanam ) sebutir biji yang menumbuhkan tujuh untai dan tiap -tiap untai terdapat seratus biji dan Allah melipat gandakan ( balasan ) kepada orang yang dikehendaki, dan Allah Maha Luas ( anugrahNya) lagi Maha Mengetahui “ . (QS . Al-Baqoroh: 261 )
2. Dapat menghapuskan dosa -dosa
Nabi SAW bersabda :
“ Sedekah itu dapat menghapus dosa sebagaimana air itu memadamkan api “ .(HR . At -Tirmidzi) .
3. Dapat memisahkan diri dari neraka
Nabi bersabda : “ Jauhkan dirimu dari api neraka walaupun hanya dengan ( sedekah ) sebutir kurma “ ( Muttafaqun ‘ alaih
4. Mendapat naungan pada hari akhir
Rasulullah Shallallahu alaihi wa Sallam bersabda,
“Tujuh golongan yang akan Allah naungi pada hari yang tiada naungan kecuali naungan-Nya.” Kemudian diantara yang beliau sebutkan, “Seseorang yang bersedekah lalu merahasiakannya, hingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang telah diinfakkan oleh tangan kirinya.” (HR. Bukhari, no.660 & Muslim, no.2427)
5. Dapat memadamkan panasnya alam kubur
Nabi SAW bersabda : “ Sesungguhnya sedekah itu benar -benar akan dapat memadamkan panasnya alam kubur bagi penghuninya , dan orang mukmin akan bernaung dibawah bayang -bayang sedekahnya“ . (HR . At - Thabrani )
6. Amal yang tidak putus sampai mati
Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra , bahwa Nabi SAW bersabda : “ Apabila anak cucu Adam itu mati , maka terputuslah semua amalnya, kecuali tiga perkara yaitu : Shodaqoh jariyah, anak yang sholeh yang memohonkan ampunan untuknya ( Ibu dan bapaknya ) dan ilmu yang berguna setelahnya “ .
7. Dapat memanjangkan umur
Nabi SAW bersabda : “ Sesungguhnya sedekahnya orang muslim itu dapat menambah umurnya , dapat mencegah kematian yang buruk ( su ’ul khotimah ) , Allah akan menghilangkan darinya sifat sombong , kefakiran dan sifat bangga pada diri sendiri“ . ( HR . Thabrani ) .
8. Dapat menambah harta kekayaan
"Tidak akan pernah berkurang harta yang disedekahkan kecuali ia bertambah... bertambah... bertambah...” (HR. Al Tirmidzi)
“ Apapun harta yang kalian infakkan maka Allah pasti akan menggantikannya , dan Dia adalah sebaik -baik pemberi rezeki“ . (QS . Saba ayat 39)
9. Dapat mengobati penyakit
Rasulullah saw bersabda :
“ Obatilah orang yang sakit di antara kalian dengan sedekah .” (HR. Baihaqi)
10. Dapat menghindarkan dari segala bala ’ (marabahaya )
Nabi Saw:
“Bersegeralah bersedekah, sebab bala bencana tidak pernah bisa mendahului sedekah. Belilah semua kesulitanmu dengan sedekah. Obatilah penyakitmu dengan sedekah. Sedekah itu sesuatu yang ajaib. Sedekah menolak 70 macam bala dan bencana, dan yang paling ringan adalah penyakit kusta dan sopak (vitiligo).” (HR. Baihaqi & Thabrani).
Bersambung... Pada judul berikutnya " "Dalil2 Hukum Aksi dan Reaksi Dalam Islam (Bag. 2)"
(Gantira, 25 Oktober 2016, Bogor)
Beberapa dalil terkait hukum aksi dan Reaksi positif dalam aturan Islam, meliputi:
A. Membaca Istigfar atau bertobat
Beberapa reaksi yang ditimbulkan dengan aksi membaca istigfar atau bertobat, diantaranya adalah:
1. Menggembirakan Allah
Rasulullah bersabda, “Sungguh, Allah lebih gembira dengan taubat hamba-Nya daripada kegembiraan salah seorang dari kalian yang menemukan ontanya yang hilang di padang pasir.” (HR. Bukhari dan Muslim).
2. Dicintai Allah
Allah berfirman, “Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertaubat dan mencintai orang-orang yang mensucikan diri.” (QS. Al-Baqarah: 222).
Rasulullah bersabda, “Orang yang bertaubat adalah kekasih Allah. Orang yang bertaubat atas dosanya, bagaikan orang yang tidak berdosa.” (HR. Ibnu Majah).
3. Dosa-dosanya diampuni
Rasulullah bersabda, “Allah telah berkata, ‘Wahai hamba-hamba-Ku, setiap kalian pasti berdosa kecuali yang Aku jaga. Maka beristighfarlah kalian kepada-Ku, niscaya kalian Aku ampuni. Dan barangsiapa yang meyakini bahwa Aku punya kemampuan untuk mengamouni dosa-dosanya, maka Aku akan mengampuninya dan Aku tidak peduli (beberapa banyak dosanya).” (HR.Ibnu Majah, Tirmidzi).
4. Selamat dari api neraka
Hudzaifah pernah berkata, “Saya adalah orang yang tajam lidah terhadap keluargaku, Wahai Rasulullah, aku takut kalau lidahku itu menyebabkan ku masuk neraka’. Rasulullah bersabda,’Dimana posisimu terhadap istighfar? Sesungguhnya, aku senantiasa beristighfar kepada Allah sebanyak seratus kali dalam sehari semalam’.” (HR. Nasa’i, Ibnu Majah, al-Hakim dan dishahihkannya).
5. Mendapat balasan surga
“Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui. Mereka itu balasannya ialah ampunan dari Tuhan mereka dan surga yang didalamnya mengalir sungai-sungai, sedang mereka kekal didalamnya; dan itulah sebaik-baik pahala orang-orang yang beramal.” (QS. Ali ‘Imran: 135-136).
6. Mengecewakan syetan
Sesungguhnya syetan telah berkata, “Demi kemulian-Mu ya Allah, aku terus-menerus akan menggoda hamba-hamba-Mu selagi roh mereka ada dalam badan mereka (masih hidup). Maka Allah menimpalinya,”Dan demi kemuliaan dan keagungan-Ku, Aku senantiasa mengampuni mereka selama mereka memohon ampunan (beristighfar) kepada-Ku.” (HR. Ahmad dan al-Hakim).
7. Meredam azab
Allah berfirman, “Dan Allah sekali-kali tidak akan mengazab mereka, sedang kamu berada di antara mereka. Dan tidaklah (pula) Allah akan mengazab mereka, sedang mereka meminta ampun.” (QS. Al-Anfal: 33)
8. Mengusir kesedihan
Rasulullah bersabda, “Barangsiapa yang senantiasa beristighfar, maka Allah akan memberikan kegembiraan dari setiap kesedihannya, dan kelapangan bagi setiap kesempitannya, dan memberinya rizki dari arah yang tiada disangka-sangka.” (HR.Abu Daud, Ibnu Majah dan Ahmad).
9. Melapangkan kesempitan
Rasulullah bersabda, ”Barangsiapa yang senantiasa beristighfar, maka Allah akan memberikan kegembiraan dari setiap kesedihannya, dan kelapangan bagi setiap kesempitannya dan memberinya rizki dari arah yang tiada disangka-sangka,” (HR.Abu Daud, Ibnu Majah dan Ahmad).
10. Melancarkan rizki
Rasulullah bersabda,”Sesungguhnya seorang hamba bisa tertahan rizkinya karena dosa yang dilakukannya.” (HR.Ahmad, Ibnu Hibban dan Ibnu Majah)
.
11. Membersihkan hati
Rasulullah bersabda, “Apabila seorang mukmin melakukan suatu dosa, maka tercoretlah noda hitam di hatinya. Apabila ia bertaubat, meninggalkannya dan beristighfar, maka bersihlah hatinya.” (HR.Nasa’i, Ibnu Majah, Ibnu Hibban, Tirmidzi).
12. Mengangkat derajatnya di surga
Rasulullah bersabda, “Sesungguhnya Allah akan mengangkat derajat seorang hamba di surga. Hamba itu berkata,’Wahai Allah, dari mana saya dapat kemuliaan ini?’ Allah berkata,’Karena istighfar anakmu untukmu’.” (HR.Ahmad dengan sanad hasan).
13. Mengikut sunnah Rosulullah shallalhu ‘alaihi wasallam
Abu Hurairah berkata, “Saya telah mendengar Rasulullah bersabda,’Demi Allah, Sesungguhnya aku minta ampun kepada Allah (beristighfar) dan bertaubat kepada-Nya dalam sehari lebih dari tujuh puluh kali’.” (HR.Bukhari).
14. Menjadi sebaik-baik orang yang bersalah
Rasulullah bersabda, “Setiap anak Adam pernah bersalah, dan sebaik-baik orang yang bersalah adalah yang segera bertaubat.” (HR.Tirmidzi, Ibnu Majah, al-Hakim).
15. Bersifat sebagai hamba Allah yang sejati
Allah berfirman, “Dan Allah Maha Melihat akan hamba-hamba-Nya. (Yaitu) orang-orang yang berdo’a:”Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami telah beriman, maka ampunilah segala dosa kami dan peliharalah kami dari siksa neraka,”(yaitu) orang-orang yang sabar, yang benar, yang tetap ta’at, yang menafkahkan hartanya (dijalan Allah), dan yang memohon ampun (beristighfar) di waktu sahur.” (QS. Ali ‘Imran: 15-17).
16. Terhindar dari stampel kezhaliman
Allah berfirman, “…Barang siapa yang tidak bertaubat, maka mereka itulah orang-orang yang zhalim.” (QS.al-Hujurat: 11).
17. Mudah mendapat anak
Allah berfirman, “Maka aku katakan kepada mereka: “Mohonlah ampun (istighfar) kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun, niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan memperbanyakkan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula didalamnya) untukmu sungai-sungai.” (QS.Nuh: 10-12).
18. Mudah mendapatkan air hujan
Ibnu Shabih berkata, “Hasan al-Bashri pernah didatangi seseorang dan mengadu bahwa lahannya tandus, ia berkata, ‘Perbanyaklah istighfar’. Lalu ada orang lain yang mengadu bahwa kebunnya kering, ia berkata, ‘Perbanyaklah istighfar’. Lalu ada orang lain lagi yang mengadu bahwa ia belum punya anak, ia berkata, ‘Perbanyaklah istighfar’. (Kitab Fathul Bari: 11/98).
19. Bertambah kekuatannya
Allah berfirman, “Dan (dia berkata):”Hai kaumku, mohonlah ampun kepada Tuhanmu lalu bertobatlah kepada-Nya, niscaya Dia menurunkan hujan yang sangat deras atasmu, dan Dia akan menambahkan kekuatan kepada kekuatanmu, dan janganlah kamu berpaling dengan berbuat dosa.” (QS.Hud: 52).
20. Bertambah kesejahteraanya
Allah berfirman, “Maka aku katakan kepada mereka:”Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun, niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan membanyakkan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai.” (QS.Nuh: 10-12).
21. Menjadi orang-orang yang beruntung
Allah berfirman, “Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.” (QS. An-Nur: 31).
Aisyah berkata, “Beruntunglah, orang-orang yang menemukan istighfar yang banyak pada setiap lembar catatan harian amal mereka.” (HR. Bukhari).
22. Keburukannya diganti dengan kebaikan
Allah berfirman, “Kecuali orang-orang yang bertaubat, beriman dan mengerjakan amal saleh; maka kejahatan mereka diganti Allah dengan kebajikan. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Al-Furqan: 70).
“Dan dirikanlah sembahyang itu pada kedua tepi siang (pagi dan petang) dan pada bahagian permulaan daripada malam. Sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang baik itu menghapuskan (dosa) perbuatan-perbuatan yang buruk. Itulah peringatan bagi orang-orang yang ingat.” (QS. Hud: 114).
23. Bercitra sebagai orang mukmin
Rasulullah bersabda, “Tidak seorangpun dari umatku, yang apabila ia berbuat baik dan ia menyadari bahwa yang diperbuat adalah kebaikan, maka Allah akan membalasnya dengan kebaikan. Dan tidaklah ia melakukan suatu yang tercela, dan ia sadar sepenuhnya bahwa perbuatannya itu salah, lalu ia mohon ampun (beristighfar) kepada Allah, dan hatinya yakin bahwa tiada Tuhan yang bisa mengampuni kecuali Allah, maka dia adalah seorang Mukmin.” (HR. Ahmad)
B. Aksi dan Reaksi Membaca Shalawat
Salah satu Lafazh bacaan sholawat yang paling ringkas yang sesuai dalil2 yang shahih adalah :
ﺍَﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﺻَﻞِّ ﻭَﺳَﻠِّﻢْ ﻋَﻠَﻰ ﻧَﺒِﻴِّﻨَﺎ ﻣُﺤَﻤَّﺪٍ
Allahumma shallii wa sallim ‘alaa nabiyyinaa Muhammad.
(“Ya Allah, limpahkanlah shalawat dan salam kepada Nabi kami Muhammad) .
[SHAHIH. HR. At-Thabrani melalui dua isnad, keduanya baik. Lihat Majma’ Az-Zawaid 10/120 dan Shahih At- Targhib wat Tarhib 1/273].
Beberapa reaksi yang akan timbul jika kita memperbanyak membaca shalawat, diantaranya adalah:
1. Akan mendapatkan syafa'at Rasulullah
Raulullah Shallallahu'alaihi wa sallam bersabda bersabda:
"Barangsiapa yang bershalawat kepadaku, maka aku akan memberinya syafaat pada hari kiamat." (Hadits riwayat Ibnu Syahiin dalam at-Targhib dan Ibnu Basykawal).
2. Akan diangkat derajatnya
Dari Umar bin Khaththab dari Nabi Shallallahu'alaihi wa sallam bersabda bersabda:
"Barangsiapa bershalawat kepadaku satu kali shalawat, maka Allah akan membalas sepuluh kali shalawat dan mengangkatnya sepuluh derajat." (Dikeluarkan Imam Bukhari dalam Adabul Mufrad, Ibnu Abu Syaibah, al-Bazzar, Ibnu Syahiin dan al-Ismaili dengan sanad ma’lul).
3. Dijauhkan dari sifat bakhil
Dari Ali bin Abu Thalib berkata bahwa Rasulullah Shallallahu'alaihi wa sallam bersabda bersabda:
"Manusia bakhil adalah orang yang disebut namaku di sisinya, tetapi tidak membaca shalawat kepadaku." (Dikeluarkan Imam at-Tirmidzi dan beliau berkata bahwa hadits hasan shahih. Dan juga dikeluarkan Imam Nasa’i, Ibnu Hibban dal al-Hakim).
4. Mendapatkan sepuluh rahmat dan menghapus sepuluh dosa
Sabda Nabi Saw:
“barangsiapa yang membaca shalawat atasku satu shalawat maka Allah akan menurunkan sepuluh rahmat kepadanya dan menghapus sepuluh kesalahannya” (HR. Nasai)
5. Mempercepat terkabul Nya doa
Bahwasanya Umar bin Khattab Ra berkata: “Saya mendengar bahwa doa itu ditahan diantara langit dan bumi, tidak akan dapat naik, sehingga dibacakan shalawat atas nabi Muhammad Saw”. (Atsar Hasan, Riwayat Tirmidzi)
C. Aksi dan Reaksi Memperbanyak Shadaqah
Bila kita sering melakukan aksi memperbanyak shadaqah dengan ikhlas, maka akan ada beberapa reaksi yang akan timbul, yaitu:
1. Dilipat gandakan pahalanya oleh Allah SWT
“ Sesungguhnya orang- orang yang bersedekah baik laki - laki maupun perempuan dan meminjamkan kepada Allah dengan pinjaman yang baik , niscaya akan dilipatgandakan ( pahalanya ) kepada mereka dan bagi mereka pahala yang banyak“ . ( QS. Al-Hadid : 18 )
“ Perumpamaan orang -orang yang mendermakan ( shodaqoh) harta bendanya di jalan Allah , seperti ( orang yang menanam ) sebutir biji yang menumbuhkan tujuh untai dan tiap -tiap untai terdapat seratus biji dan Allah melipat gandakan ( balasan ) kepada orang yang dikehendaki, dan Allah Maha Luas ( anugrahNya) lagi Maha Mengetahui “ . (QS . Al-Baqoroh: 261 )
2. Dapat menghapuskan dosa -dosa
Nabi SAW bersabda :
“ Sedekah itu dapat menghapus dosa sebagaimana air itu memadamkan api “ .(HR . At -Tirmidzi) .
3. Dapat memisahkan diri dari neraka
Nabi bersabda : “ Jauhkan dirimu dari api neraka walaupun hanya dengan ( sedekah ) sebutir kurma “ ( Muttafaqun ‘ alaih
4. Mendapat naungan pada hari akhir
Rasulullah Shallallahu alaihi wa Sallam bersabda,
“Tujuh golongan yang akan Allah naungi pada hari yang tiada naungan kecuali naungan-Nya.” Kemudian diantara yang beliau sebutkan, “Seseorang yang bersedekah lalu merahasiakannya, hingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang telah diinfakkan oleh tangan kirinya.” (HR. Bukhari, no.660 & Muslim, no.2427)
5. Dapat memadamkan panasnya alam kubur
Nabi SAW bersabda : “ Sesungguhnya sedekah itu benar -benar akan dapat memadamkan panasnya alam kubur bagi penghuninya , dan orang mukmin akan bernaung dibawah bayang -bayang sedekahnya“ . (HR . At - Thabrani )
6. Amal yang tidak putus sampai mati
Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra , bahwa Nabi SAW bersabda : “ Apabila anak cucu Adam itu mati , maka terputuslah semua amalnya, kecuali tiga perkara yaitu : Shodaqoh jariyah, anak yang sholeh yang memohonkan ampunan untuknya ( Ibu dan bapaknya ) dan ilmu yang berguna setelahnya “ .
7. Dapat memanjangkan umur
Nabi SAW bersabda : “ Sesungguhnya sedekahnya orang muslim itu dapat menambah umurnya , dapat mencegah kematian yang buruk ( su ’ul khotimah ) , Allah akan menghilangkan darinya sifat sombong , kefakiran dan sifat bangga pada diri sendiri“ . ( HR . Thabrani ) .
8. Dapat menambah harta kekayaan
"Tidak akan pernah berkurang harta yang disedekahkan kecuali ia bertambah... bertambah... bertambah...” (HR. Al Tirmidzi)
“ Apapun harta yang kalian infakkan maka Allah pasti akan menggantikannya , dan Dia adalah sebaik -baik pemberi rezeki“ . (QS . Saba ayat 39)
9. Dapat mengobati penyakit
Rasulullah saw bersabda :
“ Obatilah orang yang sakit di antara kalian dengan sedekah .” (HR. Baihaqi)
10. Dapat menghindarkan dari segala bala ’ (marabahaya )
Nabi Saw:
“Bersegeralah bersedekah, sebab bala bencana tidak pernah bisa mendahului sedekah. Belilah semua kesulitanmu dengan sedekah. Obatilah penyakitmu dengan sedekah. Sedekah itu sesuatu yang ajaib. Sedekah menolak 70 macam bala dan bencana, dan yang paling ringan adalah penyakit kusta dan sopak (vitiligo).” (HR. Baihaqi & Thabrani).
Bersambung... Pada judul berikutnya " "Dalil2 Hukum Aksi dan Reaksi Dalam Islam (Bag. 2)"
(Gantira, 25 Oktober 2016, Bogor)
Subscribe to:
Posts (Atom)
