Saturday, 17 December 2016

Orang Kaya dan Orang Miskin

Allah membenci orang kaya yang sombong, tapi Allah lebih benci lagi orang miskin yang sombong.

Orang kaya sombong adalah hal yang umum terjadi karena ada yang disombongkannya. Dia tidak meminta kepada Allah karena kesombongnya merasa diri kaya. Dia menghina orang miskin, karena merasa bahwa semua harta yang dimilikinya adalah hasil jerih payahnya.

Namun Allah lebih benci orang miskin yang sombong. Dia serba kekurangan, tapi tidak mau meminta kepada Allah. Dia menghina orang lain padahal dirinya sama keadaannya dengan orang yang dihina. Kondisi sebenarnya dia tidak memiliki apa2, tapi merasa diri lebih hebat dari orang lain.

Sebaliknya Allah mencintai orang kaya yang pemurah, tapi Allah lebih mencintai lagi orang miskin yang pemurah.

Orang kaya yang pemurah karena merasa bersyukur atas segala nikmat yang diterimanya, sehingga dia menzakatkan harta berlebih yang memang sudah menjadi kewajibannya. Allah mencintai hamba kaya yang mensyukuri nikmat hart yang didapatkannya.

Namun Allah lebih mencintai lagi orang miskin yang pemurah. Dari kondisi harta yang dimilikinya, dia tidak dikenakan wajib zakat atau shadaqah. Namun karena kemarahannya dia lebih mementingkan orang lain daripada dirinya sendiri karena mengharapkan ridha Allah. Dia mengejar cinta-Nya semaksimal kemampuan yang bisa dilakukannya. Maka orang miskin seperti ini lebih dicintai lagi daripada orang kaya yang pemurah yang sama2 juga dicintai Allah, namun dengan kadar yang berbeda.

“Sesungguhnya taubat di sisi Allah hanyalah taubat bagi orang-orang yang mengerjakan kejahatan lantaran kejahilan, yang kemudian mereka bertaubat dengan segera, maka mereka itulah yang diterima Allah taubatnya; dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.” (surat An-Nisaa ayat 17)

Rasulullah sw bersabda, " “ Kesombongan adalah menolak kebenaran dan merendahkan manusia.” [H.R. Muslim, no. 2749, dari ‘Abdullah bin Mas’ûd]


Rasulullah saw bersabda, "Ketika seorang laki-laki sedang bergaya dengan kesombongan berjalan dengan mengenakan dua burdahnya (jenis pakaian bergaris-garis; atau pakaian yang terbuat dari wol hitam), dia mengagumi dirinya, lalu Allah membenamkannya di dalam bumi, maka dia selalu terbenam ke bawah di dalam bumi sampai hari kiamat .” [HR. Bukhari, no. 5789; Muslim, no. 2088; dan ini lafazh Muslim]

“ Negeri akhirat itu, Kami jadikan untuk orang-orang yang tidak ingin ketinggian (menyombongkan diri ) dan berbuat kerusakan di (muka) bumi. Dan kesudahan (yang baik) itu adalah bagi orang-orang yang bertakwa. ” [Al-Qashash/28: 83]

Rasulullah saw bersabda, " Belumlah sempurna iman seseorang dari kalian hingga kalian mencintai saudaranya apa yang dia cintai untuk dirinya “ ( HR Bukhari )

Rasulullah saw bersabda, " Sesungguhnya akan terjadi sesudahku sifat mementingkan diri sendiri ( mengenyampingkan orang lain ) dan berbagai perkara yang kalian mengingkarinya. Mereka ( para sahabat ) berkata, “ Wahai Rasulullah, lantas apa yang engkau perintahkan kepada kami ? “ Beliau bersabda, “ Kalian tunaikan haq yang wajib atas kalian dan kalian minta kepada Allah apa yang menjadi hak kalian “. ( HR Bukhari dan Muslim )

Dalam hadis Qudsi disebutkan bahw Allah swt. Berfirman, “Dan hamba-Ku akan terus beramal mendekatkan diri kepada-Ku dengan melakukan amalan-amalan sunnah sehingga Aku mencintainya. Dan apabila Aku sudah mencintainya maka Aku (menjadikan) pendengarannya yang dengannya dia mendengar, penglihatannya yang dengannya dia melihat, tangannya yang dengannya dia menggenggam dan kakinya yang dengannya dia berjalan.” (HR Bukhori).

(Gantira, 18 Desember 2016)

Friday, 9 December 2016

"Efek Sebuah Kebanggan"

Umumnya orang akan senang jika dilihat dan diperhatikan orang lain. Efek dari kesenangan ini  menyebabkan banyak orang berusaha untuk menerangkan siapa dirinya pada orang lain, baik ditanya ataupun tidak.

Namun walaupun demikian, segala suatu tindakan itu akan ada efek negatif dan efek positifnya. Tinggal kita harus berusaha memilah-milah mana yang memiliki efek positif dan mana yang memiliki efek negatif.

Orang yang menyebarkan kebaikan pada orang lain, bisa bernilai positif jika hal itu dilakukan dengan ikhlas dan dengan niat agar orang lain mengikutinya sehingga dia mendapatkan amal kebaikan sebagaimana amal yang didapat dari yang mengikutinya, sebagaimana hadist:

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah bersabda:
"Barang siapa mengajak kepada kebaikan, maka ia akan mendapat pahala sebanyak pahala yang diperoleh orang-orang yang mengikutinya tanpa mengurangi pahala mereka sedikitpun. Sebaliknya, barang siapa mengajak kepada kesesatan, maka ia akan mendapat dosa sebanyak yang diperoleh orang-orang yang mengikutinya tanpa mengurangi dosa mereka sedikitpun." (Shahih Muslim 2674-16)

Namun bagi orang  yang merasa bangga dengan amal kebaikan yang telah dilakukannya, serta menyebarkan pada orang lain agar semua orang tahu bahwa dirinya berjasa adalah perbuatan yang sia2, dimana amal ibadahnya sirna karena tidak diterima oleh-Nya, sebagaimana Sabda Rasulullah saw,

”Maukah kalian aku beritahu tentang apa yang aku takutkan terhadap kalian daripada Al-Masih Dajjal?’ Kami menjawab, ’Tentu, wahai Rasiulullah.’ Beliau Saw berkata, ’Syirik yang tersembunyi, yaitu orang yang melakukan shalat kemudian membaguskan shalatnya tatkala dilihat oleh orang lain” (HR. Ibnu Majah dan Baihaqi).


Sebaliknya dengan perbuatan buruk, maka sebaiknya perbuatan tersebut dirahasiakan. Kita jangan sampai merasa bangga dengan kemaksiatan kita, sehingga kita sebarkan di wa, facebook, twitter atau media lainnya.

Karena salah satu dosa yang tidak akan diampuni adalah orang berbuat kemaksiatan lalu dengan bangga menyebarkannya pada orang lain, padahal Allah telah menutupi aibnya dengan tidak ada seorang pun yang tahu.

Sesuai hadist:
Rasulullah bersabda: “Semua ummatku akan diampuni dosanya kecuali orang yang mujaharah (terang-terangan dalam berbuat dosa) yaitu seorang yang melakukan perbuatan dosa di malam hari, kemudian Allah telah menutupi dosanya itu hingga pagi hari, tapi kemudian dia berkata : wahai fulan semalam saya berbuat ini dan berbuat itu. Padahal Allah telah menutupi dosa tersebut semalaman, tapi di pagi hari dia buka tutup Allah tersebut.” (H.R. Bukhari Muslim)

Jadi kesimpulannya adalah kalau kita mau berbuat baik, maka lihatlah efek nantinya, apakah kira2 akan diikuti atau tidak? dan apakah kita akan ikhlas atau tidak? Jika bisa ikhlas dan akan diikuti maka lakukan dengan terang2an tidak jadi masalah. Namun bila kedua hal itu tidak terpenuhi, maka melakukannya dengan sembunyi2 tahu lebih baik.

Berbeda dengan perbuatan buruk, jika kita terlanjur atau terpaksa melakukan perbuatan buruk maka lakukanlah dengan sembunyi2. Karena kita berharap dosa yang dilakukan dengan terpaksa akan mendapatkan ampunan-Nya.

(Gantira, 10 Desember 2016)

Saturday, 3 December 2016

"Menghadapi Perbedaan dengan Bijak"

Kita harus bijak dalam menghadapi perbedaan pendapat, karena seringkali perbedaan pendapat itu terjadi akibat dari ketidak sengajaan antara dua pihak yang mana salah satu pihak memiliki pengetahuan yang terbatas dibandingkan pihak yang lain.

Jika perbedaan itu bukan sesuatu yang prinsipil atau efek buruknya lebih besar jika kita melayani perdebatan tersebut, maka lebih baik hal itu kita hindari saja.

Contohnya:

Bila ada seseorang yang teriak2 dan mengatakan bahwa 3x8 =28. Dan setiap ada orang yang mengoreksi bahwa 3x8=24, bukan 28, dia akan marah2 dan berani bersumpah serta taruhan nyawa.

Dimana bila dirinya yang menyatakan 3x8 =28 ternyata salah maka dia siap memenggal kepalanya sendiri, sedang bila orang yang menyatakan bahwa  3x8=24 ternyata salah maka dia harus siap di hukum mati.

Menghadapi orang yang nekad seperti ini, sebaiknya kita hindari perdebatan dan taruhan tersebut. Karena gak ada manfaatnya mendebatkan perhitungan 3x8.

Dimana jika taruhan itu dilakukan maka hasil ujungnya akan membawa kemudharatan yang jauh lebih besar, yaitu nyawanya bisa melayang dengan memenggal kepalanya sendiri. Dan kita pun akhirnya dibuat repot juga dengan mengurusi jenazahnya yang kemungkinan besar akan menguras tenaga dan keuangan kita.

Namun jika kita menghindari taruhan tersebut, mudharatnya jauh lebih kecil, yaitu dia menjadi orang yang bodoh sendirian karena gak mau dikasih tahu sesuatu yang benar.

Jadi kita harus bijak dalam menasehati seseorang. Jika hal itu suatu hal yang sederhana dan bukan hal yang prinsipil maka tugas kita hanya sebatas memberi tahu kebenaran. Mengenai dia setuju atau tidak dengan nasihat kita, maka itu bukan urusan kita lagi.

Berbeda bila hal itu adalah perkara yang sangat besar dan prinsipil. Dimana bila dibiarkan maka masalahnya akan jauh lebih besar dan membawa maka petaka yang mengerikan. Maka kita wajib meluruskannya, walaupun nyawa kita sebagai taruhannya.

Sebagai contoh:

Bila ada orang yang iseng mau melemparkan puntung rokok yang menyala pada ujung selang pom bensin yang sedang mengisi bis sekolah yang penuh dengan anak2 sekolah.

Maka kita harus melarangnya bahkan kalau dia nekat, kita bisa menempelengnya bahkan memotong tangannya kalau tangan itu nekad pada pendiriannya untuk melemparkan puntung rokok tersebut.

Kita tidak bisa membiarkan suatu permasalahan yang prinsipil dan berbahaya dengan hanya alasan memberi kebebasan pada keisengan dan kebodohan orang lain.

(Gantira, 3 Desember 2016, Bogor)

Saturday, 19 November 2016

"Prinsip Hidup Seorang Mukmin"

Prinsip hidup seorang mukmin itu adalah "Berusaha untuk istiqomah dalam berlaku adil, jujur, amanah walaupun dirinya berkali2 diperlakukan tidak adil, dicurangi dan dikhianati"

Kalau kita lihat secara selintas, prinsip hidup seperti itu nampak rugi. Dimana orang lain dengan bebasnya bisa berbuat curang, licik dan seenaknya berbohong tanpa merasa berdosa, sebaliknya seorang mukmin harus tetap membalasnya dengan adil, jujur dan amanah.

Namun ada satu hal yang harus disadari, bahwa tujuan akhir fase perjalanan kehidupan manusia itu adalah untuk menempati kehidupan yang kekal di akhirat kelak. Sehingga orang2 berakal akan bersikap sabar dalam memegang erat pada semua aturan-Nya walaupun selintas di dunia tampak rugi untuk menggapai kehidupan abadi kelak.

Sebaliknya orang2 yang senantiasa berbuat dholim, walaupun di dunia ini nampak menguntungkan dengan bebasnya berbuat dholim, curang, licik dan seenaknya berbohong tanpa merasa berdosa. Namun sesungguhnya mereka sangat rugi, karena mereka mengganti kebahagiaan abadi kelak dengan kebahagiaan sesaat ini.

Ingatlah perintah bersikap adil dalam salah satu firman-Nya:

“Dan Janganlah kebencianmu terhadap suatu kaum mendorongmu untuk berbuat tidak adil. Bersikap adillah karena adil itu lebih dekat kepada taqwa”. (Q.S Al-Maidah : 8)

Ingat pula penyesalan orang2 zhalim di akhirat kelak, sesuai dengan.ayat:

“Dan (alangkah mengerikan) jika engkau melihat ketika orang-orang zalim itu dihadapkan kepada Tuhannya, sebagian dari mereka mengembalikan perkataan kepada sebagian yang lain. Orang-orang yang dianggap lemah berkata kepada orang-orang yang menyombongkan diri, ‘Kalau tidaklah karena kamu, tentulah kami menjadi orang-orang beriman.’ Orang-orang yang menyombongkan diri berkata kepada orang-orang yang dianggap lemah, ‘Kamikah yang telah menghalangimu untuk memperoleh petunjuk setelah petunjuk itu datang kepadamu? Tidak. Sebenarnya kamu sendirilah orang-orang yang berbuat dosa.’” (Saba: 31-32)

(Gantira, 20 November 2016, Bogor)

"Seperti Apakah Azab Dunia yang Paling Besar?"

Kebanyakan orang beranggapan bahwa azab dunia yang paling besar yang ditimpakan pada seseorang atau suatu wilayah adalah menyebarnya penyakit, bencana alam atau bangkrutnya ekonomi.

Padahal kejadian yang memilukan di atas bukanlah azab terbesar, karena semuanya hanya dirasakan di dunia ini saja yang sifatnya sementara atau tidak kekal.

Jadi seperti apakah azab yang besar itu?

Sesungguhnya azab yang paling besar yang ditimpakan Allah pada seseorang atau suatu wilayah bukanlah penyakit yang parah, hilangnya harta, atau bencana alam lainnya. Tapi azab yang paling besar adalah dicabutnya kenikmatan iman Islam dalam dada manusia, wilayah dan keturunannya. Sehingga bisa saja mereka hanya diberikan kenikmatan yang sesaat saat di dunia ini saja, tapi diancam dengan azab yang kekal di akhirat kelak.

Betapa banyak suatu wilayah atau negara yang dulunya dikenal sebagai wilayah yang mayoritas beragama Islam, namun saat ini di wilayah atau berbagai tersebut menjadi minoritas.

Sesungguhnya Allah menjamin bahwa islam tidak akan musnah di muka bumi ini, karena bila Islam musnah maka saat itulah akan diturunkan kiamat kubro.

Namun tidak ada jaminan Islam tidak akan hilang di suatu wilayah, hal ini terbukti dengan hilangnya suasana Islam di beberapa wilayah atau negara tapi masih tetap ada suasana islam di wilayah atau negara lain.

Hilangnya islam di suatu wilayah atau negara tertentu nampak seakan2 sebagai kemenangan dan kemakmuran bagi orang2 non Islam dan orang yang mustad serta keturunannya. Padahal hilangnya Islam di daerah tersebut sebagai azab Allah terhadap mereka. Karena Orang2 yang sudah meninggal di negeri tersebut, baik orang2 yang telah memurtadkannya ataupun orang2  yang tidak sabar hingga ikut murtad. Mereka di alam kubur dalam keadaan sangat menyesal dan menderita sejak mereka meninggal sampai saat ini. Disamping itu mereka ingin kembali ke dunia untuk taat kepada Allah walaupun dalam waktu sesaat, namun keinginannya hanya harapan kosong belaka.

Sebaliknya orang2 fyang tetap istiqomah dalam Islam, walaupun di dunia mereka nampak seakan2 terdholimi dan tersiksa tetapi sejak mereka meninggal sampai saat ini, mereka dalam kondisi sangat bahagia. Ingatlah beberapa firman-Nya,

Gambaran penduduk neraka, diabadikan dalam ayat:

"Dan (alangkah ngerinya), jika sekiranya kamu melihat ketika orang-orang berdosa itu menundukkan kepalanya di hadapan Rabbnya, (mereka berkata), “Wahai Rabb kami, kami telah melihat dan mendengar, maka kembalikanlah kami ke dunia. Kami akan mengerjakan amal shaleh. Sesungguhnya kami adalah orang-orang yakin" [as-Sajdah/32:12]

Sedangkan gambaran suasana surga, tergambar dari ayat al-quran:

“Penjaga-penjaganya berkata kepada mereka, “Kesejahteraan (dilimpahkan) atasmu, berbahagialah kamu! Maka masuklah, kamu kekal di dalamnya.” (QS.Az-Zumar:73)

Bila kita menyayangi diri kita dan keturunan kita, maka jagalah Islam di dada kita dan anak2 kita, karena itulah yang akan membuat kita bahagia dunia dan akhirat. Walaupun jika ada orang yang dicoba dengan dunia hingga nampak sengsara, namun itu hanya sesaat jika dibandingkan dengan kehidupan akhirat yang kekal.

"Dan tiadalah kehidupan dunia ini, selain dari main-main dan senda gurau belaka. Dan sungguh kampung akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa. Maka tidakkah kamu memahaminya?" (Surah Al-An'Am ayat 32)


“Allah bertanya: Berapa tahunkah lamanya kamu tinggal di bumi ?”.
“Mereka menjawab: Kami tinggal di bumi sehari atau setengah hari, maka tanyakanlah kepada orang-orang yang menghitung”.
“Allah berfirman: Kamu tidak tinggal di bumi melainkan sebentar saja, kalau kamu sesungguhnya mengetahui”.( Qs. Al Mu’minuun, ayat 112 – 114:)


Semoga Allah swt senantiasa memberikan pemahaman, kenikmatan iman dan Islam pada diri kita, keluarga kita, keturunan kita dan juga lingkungan kita, sehingga kita dapat merasakan kebahagiaan akhirat yang abadi dan mendapatkan bonus kebahagian dunia yang fana ini, Aamiin..aamiin..aamiin yra.

(Gantira, 20 November 2016, Bogor)

Tuesday, 15 November 2016

"Doa dalam Setiap Aktifitas Hidup Kita (Bag.2)""

Pada tulisan sebelumnya yang berjudul "Doa dalam Setiap Aktifitas Hidup Kita (Bag.)" (http://sudutpandang2.blogspot.co.id/2016/11/doa-dalam-setiap-aktifitas-hidup-kita.html?m=1)

Telah dipaparkan terkait doa2 beserta dalilnya dalam mengawali setiap aktifitas kita, diantaranya:

1. Doa sebelum tidur
2. Doa bangun tidur
3. Doa berjima
4. Doa mau masuk kamar kecil
5. Doa keluar kamar kecil
6. Doa berpakaian
7. Doa saat mau makan
8. Doa setelah makan
9. Doa keluar rumah
10. Doa masuk rumah

Pada tulisan kali ini akan di paparkan juga  terkait beberapa doa beserta dalil2nya dalam Aktifitas kehidupan sehari2 lainnha, diantaranya:

11. Doa sebelum berwudhu

Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu beliau menceritakan bahwa sebagian sahabat Nabi
shallallahu ‘alaihi wa sallam mencari air untuk berwudhu. Kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata,
“Apakah kalian memiliki air?” Maka Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memasukkan tangannya ke dalam air dan bersabda, ”Berwudhulah kalian dengan (mengucapkan)
ﺑِﺴْﻢِ ﺍﻟﻠَّﻪِ ‏»
bismillah … “

(HR. Bukhari no. 69; Muslim no. 2279 dan An-Nasa’i 1/60)

12. Doa setelah berwudhu

Dari Umar bin Khaththab radhiyallahu ‘anhu,
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
ﻣَﺎ ﻣِﻨْﻜُﻢْ ﻣِﻦْ ﺃَﺣَﺪٍ ﻳَﺘَﻮَﺿَّﺄُ ﻓَﻴُﺴْﺒِﻎُ ﺍﻟْﻮَﺿُﻮﺀَ ﺛُﻢَّ ﻳَﻘُﻮﻝُ : ﺃَﺷْﻬَﺪُ ﺃَﻥْ ﻟَﺎ ﺇِﻟَﻪَ ﺇِﻟَّﺎ ﺍﻟﻠﻪُ ﻭَﺣْﺪَﻩُ ﻟَﺎ ﺷَﺮِﻳﻚَ ﻟَﻪُ ﻭَﺃَﻥَّ ﻣُﺤَﻤَّﺪًﺍ ﻋَﺒْﺪُ ﺍﻟﻠﻪِ ﻭَﺭَﺳُﻮﻟُﻪُ ﺇِﻟَّﺎ ﻓُﺘِﺤَﺖْ ﻟَﻪُ ﺃَﺑْﻮَﺍﺏُ ﺍﻟْﺠَﻨَّﺔِ ﺍﻟﺜَّﻤَﺎﻧِﻴَﺔُ ﻳَﺪْﺧُﻞُ ﻣِﻦْ ﺃَﻳِّﻬَﺎ ﺷَﺎﺀَ
“Tidaklah salah seorang di antara kalian berwudhu dan menyempurnakan wudhunya, kemudian mengucapkan,

ﺷْﻬَﺪُ ﺃَﻥْ ﻟَﺎ ﺇِﻟَﻪَ ﺇِﻟَّﺎ ﺍﻟﻠﻪُ ﻭَﺣْﺪَﻩُ ﻟَﺎ ﺷَﺮِﻳﻚَ ﻟَﻪُ ﻭَﺃَﻥَّ ﻣُﺤَﻤَّﺪًﺍ ﻋَﺒْﺪُ ﺍﻟﻠﻪِ ﻭَﺭَﺳُﻮﻟُﻪ

‘Asyhadu an laa ilaaha illallah wahdahu laa syariika lahu, wa asyhadu anna Muhammadan ‘abduhu wa rasuluhu’

[Aku bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya. Dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan Allah.]

kecuali Allah akan bukakan untuknya delapan pintu langit yang bisa dia masuki dari pintu mana saja.”

HR. Muslim no. 234; Abu Dawud no. 169; At-Tirmidzi no. 55; An-Nasa’i 1/95 dan Ibnu Majah no. 470.

13. Doa masuk masjid


ﺑِﺴْﻢِ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﻭَﺍﻟﺴَّﻼَﻡُ ﻋَﻠَﻰ ﺭَﺳُﻮﻝِ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﺍﻏْﻔِﺮْ ﻟِﻰ ﺫُﻧُﻮﺑِﻰ ﻭَﺍﻓْﺘَﺢْ ﻟِﻰ ﺃَﺑْﻮَﺍﺏَ ﺭَﺣْﻤَﺘِﻚَ

“ Bismillah wassalaamu ‘ala rosulillah. Allahummaghfir lii dzunuubi waftahlii abwaaba rohmatik

(Dengan menyebut nama Allah dan salam atas Rasulullah. Ya Allah, ampunilah dosa-dosaku dan bukakanlah padaku pintu rahmat-Mu). ”

(HR. Ibnu Majah no. 771 dan Tirmidzi no. 314. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih).

14. Doa keluar masjid

ﺑِﺴْﻢِ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﻭَﺍﻟﺴَّﻼَﻡُ ﻋَﻠَﻰ ﺭَﺳُﻮﻝِ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﺍﻏْﻔِﺮْ ﻟِﻰ ﺫُﻧُﻮﺑِﻰ ﻭَﺍﻓْﺘَﺢْ ﻟِﻰ ﺃَﺑْﻮَﺍﺏَ ﻓَﻀْﻠِﻚَ

“ Bismillah wassalaamu ‘ala rosulillah. Allahummaghfir lii dzunuubi waftahlii abwabaa fadhlik"

(Dengan menyebut nama Allah dan salam atas Rasulullah. Ya Allah, ampunilah dosa-dosaku dan bukakanlah padaku pintu karunia-Mu). ”

 (HR. Ibnu Majah no. 771 dan Tirmidzi no. 314. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih)

15. Doa mendengarkan adzan

“Dari Abdullah bin Amr bin Al-‘Ash
radhiyallahu’anhuma bahwasannya beliau pernah mendengar Nabi shallallahu’alaihi wa sallam bersabda: Jika kalian mendengarkan azan maka ucapkanlah seperti yang diucapkan mu’adzin, kemudian bershalawatlah atasku, karena sesungguhnya barangsiapa yang bershalawat atasku satu kali maka Allah ta’ala akan bershalawat atasnya sepuluh kali. Kemudian mintalah wasilah untukku kepada Allah, karena sesungguhnya wasilah itu adalah satu kedudukan (yang tinggi) di surga, yang tidak patut diberikan kecuali kepada seorang hamba Allah, dan aku berharap akulah hamba tersebut. Barangsiapa yang memohon wasilah untukku maka ia berhak mendapatkan syafa’atku.” [HR. Muslim]


Dalam menjawab azan hendaklah dijawab sesuai yang diucapkan oleh mu’adzin, termasuk menjawab ash-sholaatu khairun minan naum hendaklah dijawab seperti itu berdasarkan keumuman dalil di atas (hadits Abdullah bin ‘Amr radhiyallahu’anhuma ), kecuali hay’alataani ( hayya ‘alas sholaah dan hayya ‘alal falaah ) maka dijawab masing-masing dengan: Laa haula wa laa quwwata illa biLlah .

“Dari Jabir bin Abdillah radhiyallahu’anhuma , bahwa Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda: Barangsiapa yang membaca do’a ketika mendengar azan:

ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﺭَﺏَّ ﻫَﺬِﻩِ ﺍﻟﺪَّﻋْﻮَﺓِ ﺍﻟﺘَّﺎﻣَّﺔ ﻭَﺍﻟﺼَّﻼَﺓِ ﺍﻟْﻘَﺎﺋِﻤَﺔِ ﺁﺕِ ﻣُﺤَﻤَّﺪًﺍ ﺍﻟْﻮَﺳِﻴﻠَﺔَ ﻭَﺍﻟْﻔَﻀِﻴﻠَﺔَ ﻭَﺍﺑْﻌَﺜْﻪُ ﻣَﻘَﺎﻣًﺎ ﻣَﺤْﻤُﻮﺩًﺍ ﺍﻟَّﺬِﻱ ﻭَﻋَﺪْﺗَﻪُ

“Allahumma Robba haadzihid da’watit taammati wash-sholaatill qooimah, Aati Muhammadanil wasiilata wal fadhiilah, wab’atshu maqoomam mahmuuda-nillladzi wa’adtahu.”

“Ya Allah Pemilik seruan yang sempurna ini dan sholat yang ditegakkan, anugerahkanlah kepada Nabi Muhammad; wasilah (kedudukan yang tinggi di surga) dan keutamaan (melebihi seluruh makhluk), dan bangkitkanlah beliau dalam kedudukan terpuji yang telah Engkau janjikan.”

Maka ia (yang membacanya) berhak mendapatkan syafa’atku pada hari kiamat.”
 [HR. Al-Bukhari]

16. Doa mengendarai kendaraan

Bagi orang yang hendak bersafar disunnahkan ketika pertama kali meletakkan kaki untuk menaiki kendaraan membaca :
BISMILLAH ( ﺑِﺴْﻢِ ﺍﻟﻠﻪِ ) "Dengan menyebut nama Allah"

(Dalam riwayat at-Tirmidzi, membaca "Bismillah" tiga kali, lihat Shahih Sunan at-Tirmidzi III/420 no. 3446).

Setelah duduk di atas kendaraan, membaca:

ﺍَﻟْﺤَﻤْﺪُ ﻟِﻠﻪِ ‏( ﺳُﺒْﺤَﺎﻥَ ﺍﻟَّﺬِﻱْ ﺳَﺨَّﺮَ ﻟَﻨَﺎ ﻫَﺬَﺍ ﻭَﻣَﺎ ﻛُﻨَّﺎ ﻟَـﻪُ ﻣُﻘْﺮِﻧِﻴْﻦَ . ﻭَﺇِﻧَّﺎ ﺇِﻟَﻰ ﺭَﺑِّﻨَﺎ ﻟَﻤُﻨْﻘَﻠِﺒُﻮْﻥَ ‏)
ﺍَﻟْﺤَﻤْﺪُ ﻟِﻠﻪ ﺍَﻟْﺤَﻤْﺪُ ﻟِﻠَّﻪِ ﺍَﻟْﺤَﻤْﺪُ ﻟِﻠﻪ ، ﺍَﻟﻠﻪُ ﺃَﻛْﺒَﺮُ ﺍَﻟﻠﻪُ ﺃَﻛْﺒَﺮُ ﺍَﻟﻠﻪُ ﺃَﻛْﺒَﺮُ ،
ﺳُﺒْﺤَﺎﻧَﻚَ ﺇِﻧِّﻲْ ﻇَﻠَﻤْﺖُ ﻧَﻔْﺴِﻲْ ﻓَﺎﻏْﻔِﺮْﻟِﻲْ ﻓَﺈِﻧَّﻪُ ﻻَ ﻳَﻐْﻔِﺮُ ﺍﻟﺬُّﻧُﻮْﺏَ ﺇِﻻَّ ﺃَﻧْﺖَ .

- Alhamdulillah, Subhanalladzii sakhoro lanaa hadza wamaa kunna lahu muqriniin, wa inna ilaa rabbana lamunqalibuun. Alhamdulillah, Alhamdulillah, Alhamdulillah, Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar. Subhanaka innii dzolamtu nafsii faghfirlii fa innahu laa yaghfirud dzunuba illa Anta -

"Segala puji hanya milik Allah, ( Maha Suci Rabb yang menundukkan kendaraan ini untuk kami, sedangkan sebelumnya kami tidak mampu. Dan sesungguhnya kami akan kembali kepada Rabb kami (di hari Kiamat). Segala puji hanya milik Allah, Segala puji hanya milik Allah, Segala puji hanya milik Allah, Allah Mahabesar, Allah Mahabesar, Allah Mahabesar, Mahasuci Engkau, Ya Allah. Sesungguhnya aku telah menganiaya diriku, maka ampunilah aku, karena sesungguhnya tidak ada yang mengampuni dosa-dosa kecuali Engkau."

(HR. Abu Dawud no. 2602, at-Tirmidzi no. 3446, al-Hakim II/99, Ahmad takhrij Ahmad Syakir no. 753, Hadits ini Shohih Lihat Silsilah Ahaadits as-Shahiihah no. 1653).

17. Doa menjenguk orang sakit

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
"Orang yang menjenguk orang sakit akan berada di kebun-kebun surga sampai ia pulang."
[HR Muslim, no. 2568].


ﺍﻟﻠّﻬُﻢَّ ﺭَﺏَّ ﺍﻟﻨَّﺎﺱِ ﺍَﺫْﻫِﺐِ ﺍﻟْﺒَﺄْﺱَ ﺍﺷْﻒِ ﻓَﺄَﻧْﺖَ ﺍﻟﺸَّﺎﻓﻲِ ﻻَ ﺷِﻔَﺎﺀَ ﺇِﻻَّ ﺷِﻔَﺎﺅُﻙَ ﺷِﻔَﺎﺀً ﻻَ ﻳُﻐَﺎﺩِﺭُ ﺳَﻘَﻤﺎً

ALLAHUMMA ROBBANNAS ADZHIBILBA’ SA ISYFI ANTASYSYAFI LA SYIFAUKA SYIFA’ AN LA YUGHODIRU SAQOMA .

“Ya Allah Ya Tuhanku, Tuhan dari segala manusia dimuka bumi, berikanlah kesembuhan kepadanya, angkatlah penyakitnya, dan jadikanlah penyakit yang ia derita sebagai pelebur dosa. Hanya kepadamu lah kami meminta kesembuhan, kesembuhan yang tak ada kambuh lagi.”
( H.R. Bukhori Muslim)

18. Doa menghadiri pernikahan

ﺑَﺎﺭَﻙَ ﺍﻟﻠﻪُ ﻟَﻚَ ﻭَﺑَﺎﺭَﻙَ ﻋَﻠَﻴْﻚَ ﻭَﺟَﻤَﻊَ ﺑَﻴْﻨَﻜُﻤَﺎ ﻓِﻲ ﺧَﻴْﺮٍ

“ Semoga Allah memberkahimu di waktu bahagia dan memberkahimu di waktu susah, serta semoga Allah mempersatukan kalian berdua dalam kebaikan ” (HR. Abu Dawud no. 2130).

19. Doa saat turun hujan

Dari Ummul Mukminin, ’Aisyah radhiyallahu ’anha , ‏
”Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam ketika melihat turunnya hujan, beliau mengucapkan,

 ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﺻَﻴِّﺒﺎً ﻧَﺎﻓِﻌﺎً »

” Allahumma shoyyiban nafi’an”

[Ya Allah turunkanlah pada kami hujan yang bermanfaat]”. (Hr Bukhari)

(Gantira, 16 November 2016, Bogor)

"Doa dalam Setiap Aktifitas Hidup Kita (Bag.1)"

Doa adalah salah satu bentuk ibadah yang diperintahkan Allah swt. Sehingga seorang mukmin  tidak akan terlepas dari doa untuk setiap mengawali aktifitas hidupnya.

Kalau kita baca biografi Rasulullah, beliau tidak pernah melepaskan diri dari doa. Karena bagaimana pun juga manusia adalah makhluk yang lemah, yang segala sesuatu itu terjadi tergantung dari kehendak-Nya.

Bahkan orang yang tidak pernah berdoa kepada-Nya akan mendapatkan murka-Nya.

“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran. ” (QS. Albaqarah: 186)

“Tidak ada seorang muslim pun di muka bumi ini yang berdoa kepada Allah, kecuali akan dikabulkan doanya atau dijauhkan suatu keburukan/musibah yang serupa.” (HR. Tirmidzi dan Hakim dari Ubadah Ibn Shamit)

“Siapa saja yang tidak mau memohon (sesuatu) kepada Allah, maka Allah akan murka kepadanya.” (HR Tirmidzi dari Abu Hurairah)

Di bawah ini, disebutkan beberapa doa sederhana beserta dalil2nya yang dibacakan sebelum mengawali setiap aktifitas kita, diantaranya adalah:

1. Doa sebelum tidur

“Mengumpulkan dua telapak tangan. Lalu ditiup dan dibacakan:
Qul Huwallaahu Ahad (surat al-Ikhlash ),
Qul A’undzu bi Rabbil Falaq (surat al-Falaq ) dan
Qul A’uudzu bi Rabbin Naas ( surat an-Naas ).

Kemudian dengan dua telapak tangan mengusap tubuh yang dapat dijangkau dengannya. Dimulai dari kepala, wajah dan tubuh bagian depan sebanyak 3x”

(Keterangan : HR. Al-Bukhari no. 5017 dan Muslim no. 2192, Malik dalam al-Muwaththa’, Abu Dawud no. 3902, at-Tirmidzi no. 3402, Ibnu Majah no. 3529, dan an-Nasa-i dalam ‘Amalul Yaum wal Lailah no. 793.)


Selanjutnya, membaca ayat Kursi:

"Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya). tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafa’at di sisi Allah tanpa izin-Nya? Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar" ( QS. Al-Baqarah: 255 )

(Keterangan : “Barang siapa membaca-nya ketika akan tidur, maka ia senantiasa dijaga (dilindungi) oleh Allah dan tidak akan didekati oleh syaitan sampai Subuh.” (HR. Al-Bukhari no. 2311 / Fat-hul Baari V/487))

Kemudian membaca 2 ayat terakhir dari surat al-Baqarah:

Baqarah: 285

ﺁﻣَﻦَ ﺍﻟﺮَّﺳُﻮﻝُ ﺑِﻤَﺎ ﺃُﻧْﺰِﻝَ ﺇِﻟَﻴْﻪِ ﻣِﻦْ ﺭَﺑِّﻪِ ﻭَﺍﻟْﻤُﺆْﻣِﻨُﻮﻥَ ﻛُﻞٌّ ﺁﻣَﻦَ ﺑِﺎﻟﻠَّﻪِ ﻭَﻣَﻼﺋِﻜَﺘِﻪِ ﻭَﻛُﺘُﺒِﻪِ ﻭَﺭُﺳُﻠِﻪِ ﻻ ﻧُﻔَﺮِّﻕُ ﺑَﻴْﻦَ ﺃَﺣَﺪٍ ﻣِﻦْ ﺭُﺳُﻠِﻪِ ﻭَﻗَﺎﻟُﻮﺍ ﺳَﻤِﻌْﻨَﺎ ﻭَﺃَﻃَﻌْﻨَﺎ ﻏُﻔْﺮَﺍﻧَﻚَ ﺭَﺑَّﻨَﺎ ﻭَﺇِﻟَﻴْﻚَ ﺍﻟْﻤَﺼِﻴﺮُ


ﻻ ﻳُﻜَﻠِّﻒُ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻧَﻔْﺴًﺎ ﺇِﻻ ﻭُﺳْﻌَﻬَﺎ ﻟَﻬَﺎ ﻣَﺎ ﻛَﺴَﺒَﺖْ ﻭَﻋَﻠَﻴْﻬَﺎ ﻣَﺎ ﺍﻛْﺘَﺴَﺒَﺖْ ﺭَﺑَّﻨَﺎ ﻻ ﺗُﺆَﺍﺧِﺬْﻧَﺎ ﺇِﻥْ ﻧَﺴِﻴﻨَﺎ ﺃَﻭْ ﺃَﺧْﻄَﺄْﻧَﺎ ﺭَﺑَّﻨَﺎ ﻭَﻻ ﺗَﺤْﻤِﻞْ ﻋَﻠَﻴْﻨَﺎ ﺇِﺻْﺮًﺍ ﻛَﻤَﺎ ﺣَﻤَﻠْﺘَﻪُ ﻋَﻠَﻰ ﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﻣِﻦْ ﻗَﺒْﻠِﻨَﺎ ﺭَﺑَّﻨَﺎ ﻭَﻻ ﺗُﺤَﻤِّﻠْﻨَﺎ ﻣَﺎ ﻻ ﻃَﺎﻗَﺔَ ﻟَﻨَﺎ ﺑِﻪِ ﻭَﺍﻋْﻒُ ﻋَﻨَّﺎ ﻭَﺍﻏْﻔِﺮْ ﻟَﻨَﺎ ﻭَﺍﺭْﺣَﻤْﻨَﺎ ﺃَﻧْﺖَ ﻣَﻮْﻻﻧَﺎ ﻓَﺎﻧْﺼُﺮْﻧَﺎ ﻋَﻠَﻰ ﺍﻟْﻘَﻮْﻡِ ﺍﻟْﻜَﺎﻓِﺮِﻳﻦَ

“Rasul (Muhammad) telah beriman kepada apa (al-Qur-an) yang diturunkan kepadanya dan Rabb-nya, demikian pula orang-orang yang beriman. Semua beriman kepada Allah, Malaikat-Malaikat-Nya, Kitab-Kitab-Nya dan Rasul-Rasul-Nya. (Mereka berkata): ‘Kami tidak membeda-bedakan seorang pun dari Rasul-Rasul-Nya,’dan mereka berkata: ‘Kami dengar dan kami taat.’ (Mereka berdo’a): ‘Ampundah kami ya Rabb kami dan kepada Engkau-lah tempat kami kembali.’

Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakan dan mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (Mereka berdo’a): ‘Ya Rabb kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami melakukan kesalahan. Ya Rabb kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelian kami. Ya Rabb kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tidak sanggup kami memikulnya. Maafkanlah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkau-lah Pelindung kami, maka tolonglah kami menghadapi orang-orang kafir. (QS. Al-Baqarah: 285-286)

Keterangan : “Barang siapa membaca dua ayat tersebut pada malam hari, maka dua ayat tersebut telah mencukupinya.” (HR. Al-Bukhari no. 5051/ Fat-hul Baari IX/94 dan Muslim no. 807, 808)


ﺑِﺎﺳْﻤِﻚَ ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﺃَﺣْﻴَﺎ ﻭَﺑِﺎﺳْﻤِﻚَ ﺃَﻣُﻮﺕُ

Bismikallaahuma Ahyaa wa Bismika Amuutu
Maksudnya: "Dengan menyebut nama-Mu, Ya Allah, aku hidup dan dengan menyebut Nama-Mu aku mati."
(Hadis Riwayat Muslim)

2. Doa bangun tidur

Dan apabila bangun, beliau membaca:

ﺍﻟْﺤَﻤْﺪُ ﻟِﻠَّﻪِ ﺍﻟَّﺬِﻱ ﺃَﺣْﻴَﺎﻧَﺎ ﺑَﻌْﺪَ ﻣَﺎ ﺃَﻣَﺎﺗَﻨَﺎ ﻭَﺇِﻟَﻴْﻪِ ﺍﻟﻨُّﺸُﻮﺭُ

(Segala puji bagi Allah yang menghidupkan kami kembali setelah mematikan kami dan kepada-Nya (kami) akan dibangkitkan)." (Hadis Riwayat Muslim)


ﻻَ ﺇِﻟَـﻪَ ﺇِﻻَّ ﺍﻟﻠﻪُ ﻭَﺣْﺪَﻩُ ﻻَ ﺷَﺮِﻳْﻚَ ﻟَﻪُ، ﻟَﻪُ ﺍﻟْﻤُﻠْﻚُ ﻭَﻟَﻪُ ﺍﻟْﺤَﻤْﺪُ، ﻭَﻫُﻮَ ﻋَﻠَﻰ ﻛُﻞِّ ﺷَﻲْﺀٍ ﻗَﺪِﻳْﺮٌ . ﺳُﺒْﺤَﺎﻥَ ﺍﻟﻠﻪِ، ﻭَﺍﻟْﺤَﻤْﺪُ ﻟِﻠَّﻪِ، ﻭَﻻَ ﺇِﻟَـﻪَ ﺇِﻻَّ ﺍﻟﻠﻪُ، ﻭَﺍﻟﻠﻪُ ﺃَﻛْﺒَﺮُ، ﻭَﻻَ ﺣَﻮْﻝَ ﻭَﻻَ ﻗُﻮَّﺓَ ﺇِﻻَّ ﺑِﺎﻟﻠﻪِ ﺍﻟْﻌَﻠِﻲِّ ﺍﻟْﻌَﻈِﻴْﻢِ (( )) ﺭَﺏِّ ﺍﻏْﻔِﺮْ ﻟِﻲْ )).

‘Tiada Tuhan yang haq selain Allah, Yang Maha Esa, tiada sekutu bagiNya. BagiNya kerajaan dan pujian. Dia-lah Yang Maha Kuasa atas segala sesuatu. Maha Suci Allah, segala puji bagi Allah, tiada Tuhan yang haq selain Allah, Allah Maha Besar, tiada daya dan kekuatan, kecuali dengan pertolongan Allah Yang Maha Tinggi dan Maha Agung’. ‘Wahai, Tuhanku! Ampunilah dosaku’.

Barangsiapa mengucapkan demikian itu, maka dia diampuni. Apabila dia berdoa, akan dikabulkan. Lalu apabila dia berdiri dan berwudhu, kemudian melakukan shalat, maka shalatnya diterima (oleh Allah).

( HR. Imam Al-Bukhari dalam Fathul Baari 3/39, begitu juga imam hadits yang lain. Dan lafazh hadits tersebut menurut riwayat Ibnu Majah 2/335.)


3. Doa berjima

Sabda Rasulullah Shollallahu ‘Alaihi Wasallam : “Jika diantara kalian berjima, seraya berdoa

ﺑِﺴْﻢِ ﺍﻟﻠﻪِ ﺍَﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﺟَﻨِّﺒْﻨَﺎ ﺍﻟﺸَّﻴْﻄَﺎﻥَ . ﻭَ ﺟَﻨِّﺒْﻦِ ﺍﻟﺸَّﻴْﻄَﺎﻥَ ﻣَﺎ ﺭَﺯَﻗْﺘَﻨَﺎ،

(wahai Allah jauhkanlah syaitan dari kami, wahai Allah jauhkanlah syaitan dari anugerah yang akan Kau berikan pada kami).

Maka jika ditentukan bagi mereka anak, tak akan di perangkap syaitan selama-lamanya ” (Shahih Bukhari)


4. Doa mau masuk kamar kecil


Anas bin Malik Ra. Menuturkan “ jika Rosulullah Saw hendak masuk WC, beliau berdo’a,

ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﺇﻧِّﻲ ﺃَﻋُﻮﺫُ ﺑِﻚَ ﻣِﻦْ ﺍﻟْﺨُﺒُﺚِ ﻭَﺍﻟْﺨَﺒَﺎﺋِﺚِ

(ya Allah, aku berlindung kepadamu dari setan laki- dan setan perempuan”) (Hr Bukhari)


5. Doa keluar kamar kecil

Rasulullah saw  ketika keluar dari wc yaitu:
ﻏُﻔْﺮَﺍﻧَﻚَ.
“Aku minta ampun kepadaMu”
(Hr. Ahmad (VI/155), )

6. Doa berpakaian

ﺍﻟْﺤَﻤْﺪُ ﻟِﻠَّﻪِ ﺍﻟَّﺬِﻯ ﻛَﺴَﺎﻧِﻰ ﻫَﺬَﺍ ﺍﻟﺜَّﻮْﺏَ ﻭَﺭَﺯَﻗَﻨِﻴﻪِ ﻣِﻦْ ﻏَﻴْﺮِ ﺣَﻮْﻝٍ ﻣِﻨِّﻰ ﻭَﻻَ ﻗُﻮَّﺓٍ
“Segala puji bagi Allah yang telah menganugerahkan pakaian ini kepadaku, tanpa ada daya serta kekuatan dariku”
4
Doa tersebut berdasarkan hadits riwayat Abu Dawud. Menurut Al Albani dalam Shahih Jami’ush Shaghir, hadits tersebut derajatnya hasan.

7. Doa saat mau makan

“Umar bin Abu Salamah berkata; Waktu aku masih kecil dan berada di bawah asuhan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, tanganku bersileweran di nampan saat makan.

Maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Wahai Ghulam, bacalah Bismilllah , makanlah dengan tangan kananmu dan makanlah makanan yang ada di hadapanmu."

Maka seperti itulah gaya makanku setelah itu.” (HR. Al-Bukhari No. 4957)

Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha , Rasulullah
shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“ Apabila salah seorang diantara kalian makan, maka hendaknya ia menyebut nama Allah Ta’ala. Jika ia lupa untuk menyebut nama Allah Ta’ala di awal, hendaklah ia mengucapkan:

 “Bismillaahi awwalahu wa aakhirohu (dengan nama Allah pada awal dan akhirnya)”. ”

 (HR. Abu Daud no. 3767 dan At Tirmidzi no. 1858. At Tirmidzi mengatakan hadits tersebut hasan shahih. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits tersebut shahih)

8. Doa setelah makan

Dari Abu Umamah bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam jika selesai dari makan, sekali waktu dengan lafadz, 'jika mengangkat lambungnya, beliau mengucapkan:


ﺍﻟْﺤَﻤْﺪُ ﻟِﻠَّﻪِ ﺍﻟَّﺬِﻱ ﻛَﻔَﺎﻧَﺎ ﻭَﺃَﺭْﻭَﺍﻧَﺎ ﻏَﻴْﺮَ ﻣَﻜْﻔِﻲٍّ ﻭَﻻَ ﻣَﻜْﻔُﻮﺭ
"ALHAMDULILLAHILADZII KAFAANAA WA ARWAANAA GHAIRA MAKFIYIN WA LAA MAKFUURIN (Segala puji hanya milik Allah yang telah memberi kecukupan kami dan menghilangkan rasa haus, bukan nikmat yang tidak dianggap atau dikufuri) ',

dilain waktu dengan lafadz,

ﺍﻟْﺤَﻤْﺪُ ﻟِﻠَّﻪِ ﺭَﺑِّﻨَﺎ ﻏَﻴْﺮَ ﻣَﻜْﻔِﻲٍّ ﻭَﻟَﺎ ﻣُﻮَﺩَّﻉٍ ﻭَﻟَﺎ ﻣُﺴْﺘَﻐْﻨًﻰ ﺭَﺑَّﻨَﺎ

'ALHAMDULILLAHI RABBINAA GHAIRA MAKFIYIN WA LAA MUWADDA'IN WA LAA MUSTAGHNAN RABBANAA (Segala puji hanya milik Allah Rabb kami, bukan pujian yang tidak dianggap dan tidak dibutuhkan oleh tuhan) '." (HR. Al-Bukhari No. 5038)

9. Doa keluar rumah

Beliau bersabda, “Barangsiapa ketika keluar dari rumahnya mengucapkan :

ﺑِﺴْﻢِ ﺍﻟﻠﻪ , ﺗَﻮَﻛَّﻠْﺖُ ﻋَﻠَﻰ ﺍﻟﻠﻪ , ﻻَﺣَﻮْﻝَ ﻭَﻻَﻗُﻮَّﺕَ ﺇﻻَّﺑِﺎ ﺍﻟﻠﻪ
(Bismillaahi, tawakkaltu ‘ala Alloh, Laa hawla wa laa quwwata illaa billaah)

[Dengan menyebut Nama Allah, aku bertawakkal kepada Allah, tidak akan ada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah]

Maka dikatakan kepadanya, ‘Engkau talah dicukupi dan telah dijaga,’ dan syaithan pun menjauhinya.” (Hadits Shahih, lihat Shahiih Sunan at-Tirmidzi (III/151)

10. Doa masuk rumah

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
“Jika seseorang memasuki rumahnya, lalu menyebut Nama Allah Ta’ala (Bismillaah) ketika masuk dan ketika makannya, maka syaithan berkata : ‘Tidak ada tempat bermalam dan makan malam bagi kalian.’ Jika ia tidak menyebut Nama Allah ketika masuk, maka syaithan berkata : ‘Kalian menemukan tempat bermalam…”
(Hadist riwayat Muslim (III/15))

Bersambung pada tulisan  selanjutnya dengan judul "Doa dalam Setiap Aktifitas Hidup Kita (Bag.2)...."

(Gantira, 16 November 2016, Bogor)