Sunday, 3 July 2016

"Berbagai Macam Jenis Dunia yang Ada Saat Ini"

Pada saat ini, kehidupan dunia yang bisa dimasuki oleh manusia  terbagi menjadi 5 macam, yaitu dunia nyata, dunia mimpi, dunia  jin, dunia khayal dan dunia maya.

1. Dunia Nyata

Dunia Nyata adalah dunia yang  aktifitasnya menggunakan jasmani dan rohani untuk memenuhi kepentingan dan kebutuhan kita sebagai manusia sebagaimana yang umumnya dilakukan oleh sebagian besar manusia sejak jaman nabi Adam sampai saat ini. Dalam dunia nyata ini, ada berbagai aktifitas yang bisa dilakukan, yaitu shalat, zakat, puasa, haji, menuntut ilmu, bertani, berdagang, bekerja dalam memenuhi tugas dari instansi tempatnya bekerja serta berbagai macam aktifitas lainnya yang dilakukan oleh jasmani kita.

Dalam dunia nyata ini akan berlaku hukum berupa balasan  pahala, dosa, atau perbuatan yang sia sia yang tidak ada nilainya sama sekali.

Orang berakal umumnya akan memanfaatkan dunia nyata ini untuk beramal sebanyak2nya buat memenuhi kebutuhan dunianya dan buat bekal di akhirat kelak.

2. Dunia mimpi

Dunia mimpi terjadi pada saat kita tidur. Dalam dunia mimpi  ada yang menyenangkan dan ada juga yang tidak menyenangkan, tergantung dari jenis mimpi yang terjadi dalam tidurnya.

Dalam dunia mimpi  tidak berlaku hukum pahala dan dosa, sehingga waktu yang kita sisihkan  dalam dunia mimpi ini hanya secukupnya saja. Dunia mimpi atau waktu untuk tidur diperlukan semata2 untuk mengistirahatkan tubuh kita yang telah megalami kelelahan   melakukan berbagai aktifitas pada dunia nyata. Sehingga diharapkan bila telah bangun dari dunia mimpi, maka tubuh kita segar kembali sehingga kita bisa melakukan aktifitas yang lebih banyak lagi dengan kekuatan yang telah prima.

Orang yang menghabiskan waktunya untuk tidur secara berlebihan, maka waktu yang ada akan terbuang percuma. Sehingga jatah waktu yang diberikan pada kita akan tersita habis pada dunia mimpi ini.

3. Dunia Jin

Di alam ini, selain ada dunia nyata ada juga dunia jin atau dunia ghaib. Kita sebagai seorang mukmin dilarang untuk ikut campur atau ikut2an dalam dunia jin ini. Yang kita lakukan cukup mengimaninya saja, tidak lebih dari itu.

Namun sayangnya masih ada sebagian orang yang menghabiskan sebagian waktunya untuk memasuki dunia jin. Sehingga kalau dari segi fisiknya dia nampak diam, padahal jiwanya mengembara ke dalam dunia jin. Dia merasa sibuk dan melakukan berbagai macam aktifitas dalam dunia jin ini. Sehingga ada sebagian orang yang merasa jadi pahlawan dalam dunia jin itu atau bisa juga melakukan banyak ibadah dengan berhaji berkali2 dengan sekejab dari tempat diamnya menuju mekah. Padahal kalau secara fisik dia hanya terdiam atau nampak tidur saja.

Orang mencoba melakukan berbagai aktifitas dalam dunia jin, tidaklah bernilai ibadah sama sekali, walaupun dia merasa diri telah melakukan banyak shalat dan haji. Karena yang namanya ibadah itu harus sesuai dengan yang dicontohkan oleh Rasulullah yaitu perpaduan antara aktifitas jiwa dan aktifitas jasmani. Bahkan bisa jadi berdosa karena dia berusaha memasuki dunia jin yang dilarang Allah untuk melakukannya.

Kalau dalam film yang ada saat ini, contoh orang yang memasuki dunia jin ini bagai kehidupan yang ada pada film Hary Potter atau film Narnia. Dimana mereka nampak bagai seorang pahlawan yang membela kebenaran, padahal dalam dunia nyata  mereka tidak melakukan aktifitas apapun.

4. Dunia Khayal

Dunia khayal ini terjadi dalam dunia nyata, namun sayang walaupun jasmani dan rohaninya berada dalam dunia nyata tapi pikirannya mengembara ke mana2. Sehingga jasmaninya hanya diam tanpa melakukan banyak aktifitas yang bermanfaat, sedangkan pikirannya sibuk dalam berbagai macam aktifitas. Kegiatan yang bisa dimasukan dalam dunia khayal ini, diantaranya adalah melamun atau menonton siaran tc atau film2 yang berisi cerita khayalan belaka.

Dunia khayal ini tidak berdosa jika yang dikhayalkan tidak mengandung dosa. Namun  jika berlebihan menggunakan waktu untuk menghayal maka waktu yang ada akan terbuang sia2. Sehingga, langkah yang lebih baik adalah mengurangi atau membatasinya memasuki dunia khayal ini.

5. Dunia Maya

Pada zaman modern saat ini, ternyata sudah ada tambahan dunia lain selain ke empat dunia di atas, yaitu dunia maya.

Pada awalnya dunia maya ini banyak manfaatnya, dimana kita bisa menggunakan jaringan internet untuk mendapatkan berbagai ilmu dengan cepat dan murah serta kita juga bisa berkomunikasi dengan semua orang dari berbagai pelosok  di dunia ini, apalagi dengan adanya fasilitas WA, facebook, integram, bbm serta fasilitas jaringan sosial lainnya.

Namun sayangnya, makin lama orang makin kecanduan sehingga waktu yang digunakan untuk menjelajahi dunia maya ini lebih banyak dari waktu yang digunakan dalam dunia nyata. Sehingga dirinya merasa nampak hebat bisa berkelana ke berbagai dunia, bisa berkomunikasi dengan banyak macam orang serta kita merasa menjadi diri orang lain yang nampak hebat dari apa2 yang telah kita baca. Namun sayangnya pada saat dia kembali dalam dunia nyata, dia bukanlah siapa2 karena sangat sedikit aktifitas yang dilakukannya untuk dunia nyatanya.

Jadi dalam mensikapi dunia maya ini, cukuplah dilakukan seperlunya yang bisa berefek pada perubahan dunia nyata kita dan orang lain. Sedang kurangi bahkan batasi  menjelajahi dunia maya ini bila tidak berefek sama sekali dalam dunia nyata kita walaupun dunia itu nampak hebat dan mengagumkan. Karena bagaimana pun juga yang akan dinilai oleh-Nya pada kita adalah apa refleksi dunia nyata kita.


Kesimpulan dari uraian ke 5 macam dunia di atas adalah gunakanlah sebagian besar waktu hidup yang kita miliki untuk melakukan aktifitas di dunia nyata, sedangkan dunia lainnya baru bisa dilakukan jika ada manfaatnya untuk dunia nyata kita serta tidak melanggar aturan-Nya.

(Gantira, 3 Juli 2016, Bogor)

Sunday, 29 May 2016

"Tanggung Jawab Kita"

Selama kita masih bernapas, maka tanggung jawab tetap ada di pundak kita. Baik itu tanggung jawab orang tua terhadap anak atau sebaliknya, pemimpin terhadap anak buahnya atau sebaliknya, suami terhadap istri atau sebaliknya, saudara terhadap saudara kandungnya, rumah tangga terhadap tetangganya, dan banyak lagi tanggung jawab2 lainnya terutama tanggung jawab kita sebagai seorang hamba untuk beribadah kepada-Nya. Yang jelas kita sebagai manusia tidak bisa berperilaku dengan sebebas2nya.

Kita boleh melakukan kesenangan apapun dengan sebebas2nya selama hal itu tidak melanggar tiga patokan utama, yaitu:
1) Tidak melanggar syariat-Nya
2) Tidak mengganggu orang lain
3) Tidak merugikan diri kita sendiri.
Jadi selama tiga patokan di atas tidak dilanggar, kita boleh melakukannya dan jangan hiraukan celaan orang lain yang suka mencela.

Namun tidak bisa kita melakukan apa saja sekehendak kita hanya karena alasan kebebasan. Karena bagaimana pun juga setiap apapun perbuatan kita akan berefek pada orang lain. Bahkan bila kita sendiri sakit akibat ulah diri  kita sendiri maka hal ini bisa membuat repot keluarga kita. Dimana mau tidak mau mereka akan merasa khawatir dan kehidupannya menjadi terganggu akibat ulah kita yang ingin bebas tanpa batas.

Jadi ingatlah akan tanggung jawab kita sebagai pribadi,  keluarga, masyarakat dan juga tanggung jawab kita sebagai seorang hamba. Dan selalulah ingat akan 3 patokan dasar dalam bertindak, yaitu tidak melanggar aturan-Nya, tidak merugikan orang lain dan diri sendiri.

(Gantira, 29 Mei 2016, Bogor)

Saturday, 28 May 2016

"Sistem Lebih Penting daripada Keunggulan Individual"

"Sistem Lebih Penting daripada Keunggulan Individual"

Sebuah organisasi atau negara yang sistem nya sudah baik, maka siapapun yang memimpin organisasi atau negara itu, baik memiliki kemampuan jenius ataupun biasa saja, selama dia berpegang teguh pada sistem tersebut maka organisasi atau negara itu tetap akan berjalan. Apalagi bila pemimpinnya jenius maka organisasi atau negara akan maju lebih cepat lagi.

Namun sebaliknya bila sebuah sistem berantakan, maka siapa pun yang memimpin nya organisasi akan mengalami kekacauan. Kalaupun mendapat seorang pemimpin yang brilian maka ada dua kemungkinan yang terjadi, yaitu kepemimpinannya akan dihancurkan oleh sistem atau organisasi itu akan sukses sesuai dengan kebrilianan pemimpinnya, namun sayang hal itu hanya akan berjalan selama dia ada. Apabila dia telah tiada maka organisasi atau negara itu akan hancur kembali.

Jadi agar kita memperoleh kesuksesan yang gemilang maka solusinya hanya tiga, yaitu kita memiliki kejeniusan yang luar biasa lalu berpegang pada anugrah ini, atau kita mengikuti orang yang terbukti memiliki kejeniusan tindakan sehingga setiap langkahnya berhasil atau kita mengikuti sebuah sistem yang dijamin kesuksesannya, dimana siapa pun pemimpinnya selama dia taat pada sistem yang ada maka organisasi itu akan sukses.

Sesungguhnya manusia telah diberikan anugrah sebuah sistem yang sempurna yang langsung diturunkan oleh-Nya. Sistem ini tidak hanya akan mendatangkan kesuksesan dunia, tapi juga akhirat. 

Sistem yang sempurna tersebut adalah al-quran dan hadist. Siapapun orangnya, baik dia jenius ataupun tidak, baik dia kuat ataupun lemah, baik dia kaya ataupun miskin, baik dia pejabat ataupun rakyat biasa. Jika dia mengikuti sistem ini secara kaffah pasti dia akan sukses, baik sukses dunia maupun akhirat.

(Gantira, 28 Mei 2016, Bogor)

Friday, 27 May 2016

"Penyesalan dari Sebuah Titik Balik Kehidupan"

"Penyesalan dari Sebuah Titik Balik Kehidupan"

Bagaimana rasanya bila ada seseorang yang sejak muda dia bekerja keras dengan keyakinan yang penuh bahwa pada akhir perjalanannya dia akan mencapai kesuksesan.

Namun ternyata di ujung usia tuanya, dia tidak memperoleh apa2. Anak yang diharapkannya malah membuat dia menderita, dimana semua harta yang diusahakannya direbut dengan paksa sehingga dirinya tidak memiliki apa2 lagi.

Pada saat mau memulai kembali, tenaganya sudah tidak sekuat dulu dan hartanya sudah habis direbut anaknya. Impiannya tinggal sebuah impian belaka, sehingga di dalam dirinya hanyalah sebuah pertanyaan besar, di titik mana kesalahan itu terjadi hingga mimpinya hancur berantakan.

Itulah kehidupan yang ada di dunia, bila kita memiliki keyakinan dan cara yang tidak tepat, maka hasilnya pun akan jauh dari bayangan kita. Apalagi    kehidupan setelah mati nanti, orang2 yang salah melangkah baru tersadar bahwa semua hasil kerja kerasnya ketika di dunia sia2 belaka, yang ada adalah penyesalan yang tidak ada manfaatnya lagi.

Oleh karena itu, maka langkah yang paling baik agar kita selamat dari penyesalan di ujung kehidupan kita adalah dengan mencari keyakinan dan cara yang benar. Sehingga semua langkah yang kita lewati tidak diikuti dengan ujung penyesalan yang tak ada manfaatnya lagi.

Ketahuilah bahwa Sang Pencipta Alam semesta ini telah memberikan nikmat yang paling besar, yaitu nikmat petunjuk yang sempurna yang bisa diikuti oleh semua orang yang dengan ikhlas mengikutinya. Nikmat tersebut adalah nikmat Islam, yang semua ajarannya ada dalam al-quran dan hadist.   
Maka pegang teguhlah dua pedoman hidup ini. Walaupun semua orang menyimpang darinya, maka jangan pernah kita bergeser dari dua petunjuk kehidupan utama ini. Karena bila kita menyangsikannya, apalagi melanggarnya maka siap2lah di ujung kehidupan kita akan diliputi penyesalan.

Allah Azza wa Jalla berfirman:

ﺍﻟْﻴَﻮْﻡَ ﺃَﻛْﻤَﻠْﺖُ ﻟَﻜُﻢْ ﺩِﻳﻨَﻜُﻢْ ﻭَﺃَﺗْﻤَﻤْﺖُ ﻋَﻠَﻴْﻜُﻢْ ﻧِﻌْﻤَﺘِﻲ ﻭَﺭَﺿِﻴﺖُ ﻟَﻜُﻢُ ﺍﻟْﺈِﺳْﻠَﺎﻡَ ﺩِﻳﻨًﺎ
“… Pada hari ini telah Aku sempurnakan untukmu agamamu, dan telah Aku cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Aku ridhai Islam sebagai agama bagimu …” [Al-Maa-idah: 3]

ﺍَﻥَّ ﺭَﺳُﻮْﻝَ ﺍﻟﻠﻪِ ﺹ ﻗَﺎﻝَ : ﺗَﺮَﻛْﺖُ ﻓِﻴْﻜُﻢْ ﺍَﻣْﺮَﻳْﻦِ ﻟَﻦْ ﺗَﻀِﻠُّﻮْﺍ ﻣَﺎ ﻣَﺴَﻜْﺘُﻢْ ﺑِﻬِﻤَﺎ : ﻛِﺘَﺎﺏَ ﺍﻟﻠﻪِ ﻭَ ﺳُﻨَّﺔَ ﻧَﺒِﻴّﻪِ

Sesungguhnya Rasulullah SAW pernah bersabda, “Aku telah meninggalkan pada kamu sekalian dua perkara yang kamu tidak akan sesat selama kamu berpegang teguh kepada keduaya, yaitu : Kitab Allah dan sunnah Nabi-Nya “. [HR. Malik]

(Gantira, 28 Mei 2016, Bogor)

Saturday, 21 May 2016

"Makna Ikhlas yang Benar"

Makna Ikhlas bukanlah sekedar berbuat tanpa tujuan, karena orang yang sedang tidur pun bisa melakukan ini tanpa dia sadari.

Makna Ikhlas bukan seperti buang air besar lalu melupakan apa yang dibuangnya, karena binatang pun bisa melakukan semua ini.

Makna Ikhlas bukan seperti akar yang gigih menembus padas keras mencari air tanpa pamrih demi pohon bisa hidup dan tumbuh, berdaun rindang, berbunga indah, berbuah lebat, dan menampakkan pesonanya ,mendapat pujian pula. Tapi akar tetap sembunyi di dalam  tanah tidak ikut ikutan menampakkan diri. Karena seluruh sel dan jaringan tubuh pada semua makhluk hidup pun melakukan hal yang sama, namun mereka juga sama  tidak mengharapkan pujian.

Kalau makna ikhlas di definisikan seperti makna2 di atas, maka makna itu terlalu sederhana sehingga tidak ada bedanya manusia dengan makhluk lainnya.

Makna yang benar dari ikhlas adalah sebagaimana yang dikatakan oleh seorang ulama
Abul Qosim Al Qusyairi, “Ikhlas adalah menjadikan niat hanya untuk Allah dalam melakukan amalan ketaatan. Jadi, amalan ketaatan tersebut dilakukan dalam rangka mendekatkan diri pada Allah. Sehingga yang dilakukan bukanlah ingin mendapatkan perlakuan baik dan pujian dari makhluk."

Makna yang benar dari ikhlas adalah sebagaimana yang dikatakan oleh Sahl bin Abdullah at-Tasturi rahimahullah, “Orang-orang yang cerdas memandang tentang hakikat ikhlas ternyata mereka tidak menemukan kesimpulan kecuali hendaklah gerakan dan diam yang dilakukan, yang tersembunyi maupun yang tampak, semuanya dipersembahkan untuk Allah ta’ala semata. Tidak dicampuri apa pun; apakah itu kepentingan pribadi, hawa nafsu, maupun perkara dunia.” (lihat Adab al-’Alim wa al-Muta’allim, hal. 7-8)

Makna yang benar dari ikhlas adalah sebagaimana yang dikatakan oleh Abu ‘Utsman rahimahullah, “Ikhlas adalah melupakan pandangan orang dengan senantiasa memperhatikan bagaimana pandangan (penilaian) al-Khaliq.” (lihat Adab al-’Alim wa al-Muta’allim, hal. 8)

Makna yang benar dari ikhlas adalah sebagaimana yang dikatakan oleh Fudhail bin ‘Iyadh rahimahullah, “ Bahwa seorang hamba akan senantiasa berada dalam kebaikan, selama jika dia berkata maka dia berkata karena Allah, dan apabila dia beramal maka dia pun beramal karena Allah.” (lihat Ta’thir al-Anfas min Hadits al-Ikhlas, hal. 592)

Makna yang benar dari Ikhlas adalah sebagaimana yang disampaikan oleh Rasulullah, "Barangsiapa mempelajari suatu ilmu yang seharusnya karena Allah Azza Wa Jalla, namun ia tidak mempelajarinya kecuali untuk mendapatkan sebagian dari dunia, maka ia tidak akan mendapatkan baunya Surga pada Hari Kiamat."  (Sunan Abu Daud 3179)

Makna yang benar dari ikhlas adalah sebagaimana yang difirmankan Allah Ta’ala,

“Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama dengan lurus, dan supaya mereka mendirikan salat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus.” (QS. Al Bayyinah: 5)

"Dan sesungguhnya telah diwahyukan kepadamu dan kepada (nabi-nabi) yang sebelummu. "Jika kamu mempersekutukan (Tuhan), niscaya akan hapuslah amalmu dan tentulah kamu termasuk orang-orang yang merugi." (QS.Az-Zumar : 65 )

Jadi makna ikhlas hanyalah dapat diraih oleh orang yang mengenal-Nya serta tidak menyekutukan-Nya. Oleh karena itu agar keikhlasan kita semakin baik maka kenalilah Dia, Apa saja yang disukai dan diperintahkan-Nya, Apa saja yang dibenci dan dilarang-Nya, lalu murnikan semua itu dilakukan semata2 untuk menggapai ridho-Nya.

(Gantira, 21 Mei 2016, Yogyakarta)

'Sesuatu yang Patut Kita Yakini dan Percayai"

Segala sesuatu yang sudah disebutkan dalam Al-qur'an dan Hadist shahih itu patut kita yakini kebenarannya, sedangkan ungkapan atau ide manusia itu belum tentu kebenarannya berlaku bagi semua orang walaupun kata2 nya sangat memukau.

Al-quran dan hadist adalah sebuah ketetapan langsung yang sumber utamanya dari yang menciptakan alam semesta ini dan dari utusan-Nya sehingga berlaku bagi semua manusia.

Sedangkan perkataan seseorang sumbernya hanyalah ide  pribadinya yang bisa saja hanya sebuah khayalan biasa atau hasil perenungan yang mungkin berlaku hanya bagi dirinya atau beberapa orang saja.

Yang bisa dijadikan patokan untuk lebih di percayai dan diyakini itu adalah sebuah analisa dari hasil pengalaman hidup yang sudah kita lewati. Sedangkan analisa dari hasil pengalaman hidup orang lain itu hanyalah sebagai masukan saja bukan sebagai patokan utama.

Kita harus lebih percaya pada pengalaman hidup kita daripada pengalaman hidup orang lain, karena takdir setiap orang itu berbeda2. Bila orang lain mengerjakan salah satu kegiatan atau usaha bisa mendapatkan kesuksesan besar, sedangkan kita belum tentu akan memperoleh kesuksesan yang sama walaupun apa yang kita lakukan sama persis seperti yang orang lain lakukan.

Adalah suatu perbuatan bodoh bila kita melakukan suatu kegiatan atau usaha ternyata mengalami kegagalan yang berulang2, tapi kita tetap yakin bahwa usaha itu pada akhirnya akan meraih keberhasilan hanya karena melihat orang lain mendapat keberhasilan yang sama pada bidang itu. Sadarilah bahwa bisa jadi takdir kita dengan dia itu berbeda, bisa jadi kita berhasil pada bidang yang lain bukan pada bidang itu.

Umar  bin Khatab pernah berkata bahwa jika kita melakukan suatu usaha yang sama secara berulang2 namun selalu gagal, maka cobalah pindah pada bidang yang lain karena bisa jadi bidang itu bukan takdir hidup kita. Seorang yang berakal itu tidak mungkin jatuh berulang2 pada lubang yang sama.

Jadi kesimpulannya adalah bila kita ingin menggapai masa depan yang lebih baik maka jadikanlah Al-qur'an dan hadist sebagai pedoman hidup kita, serta jadikan pengalaman hidup kita sebagai pelajaran untuk kita ambil hikmahnya dalam memperbaiki apa yang telah terjadi.

Sedangkan perkataan dan pengalaman hidup orang lain, jadikanlah hanya sebagai masukan belaka. Dimana bila hal itu cocok dengan hidup kita maka dapat kita pakai, namun bila tidak sesuai dengan hidup kita maka dapat kita abaikan.

(Gantira, 21 Mei 2016, Yogyakarta)

Thursday, 19 May 2016

" Tayangan Ulang Kehidupan"

Saya tiba2 teringat akan cerita almarhum kakak bahwa saat dia tidak sadar diri, semua kehidupan dari kecil sampai saat pingsan, dia melihat semua kehidupan diputar ulang dengan sangat cepat.

Saya tiba2 teringat akan isi sebuah buku bahwa di saat menjelang kematian, kehidupan kita akan ditayangkan dengan super sangat cepat dari saat lahir sampai akhir napas kita. Sehingga karena sangat cepatnya putaran itu, di akhir tayangan semua syaraf otak langsung terputus dan berhenti dengan tiba2. Yang secara kedokteran semua sel otaknya langsung mati yang menandakan bahwa sudah tidak ada lagi kehidupan.

Saya tiba2 teringat, bahwa di hari penghisaban nanti semua episode kehidupan kita akan ditayangkan di hadapan semua manusia dari mulai diciptakannya nabi Adam sampai kiamat tiba.

Saya tiba2 teringat bahwa orang2 yang akan binasa merasa sangat malu dan tersiksa akan tayangan dirinya yang disaksikan oleh semua umat manusia. Sehingga dia ingin cepat masuk neraka karena rasa malunya, yang dia sendiri belum menyadari bahwa azab neraka lebih mengerikan daripada suasana saat itu.

Saya tiba2 teringat bahwa orang2 yang akan beruntung, kehidupan nya akan ditayangkan pula dihadapan semua manusia. Namun karena kasih sayang Allah, maka yang ditayangkan hanyalah kehidupan yang baik2 saja, sedangkan yang buruknya Allah sembunyikan. Sehingga dia mendapat banyak pujian dari penduduk padang masyar, sedang dia sendiri bersyukur bahwa hanya yang baik saja yang ditampilkan.

Ya, Rabb. Kami tidak tahu apakah yang terjadi pada kami. Apakah akan mengalami seperti kebinasaan ahli neraka yang semua kehidupan kita ditayangkan dari dosa yang kecil sampai yang besar atau seperti keberuntungan ahli surga yang hanya ditayangkan yang baik baik saja.

Ya Rabb, dosa kami yang Engkau tahu bagai sebuah gunung, dibandingkan amal kami yang tidak kami sadari mungkin  Engkau nilai hanya sebesar sayap lalat.

Namun, ya Rabb kami tidak akan putus asa dari rahmat dan rahim-Mu. Karena ampunan-Mu berjuta2 kali lipat dari besarnya dosa kami.

Ya Rabb, ampuni dosa kami sebelum kami meninggalkan dunia yang fana ini, aamiin
3x..


(Gantira, 19 Mei 2016, Yogyakarta)