Saat melihat senyummu, hatiku pun tersenyum
Saat mendengar suaramu gembira, hatiku pun ikut gembira
Saat dirimu bercerita tentang keceriaan anak-anak, keceriaan itu bagaikan bermain-main dalam hatiku
Namun saat dirimu mengatakan
"Pa, kita manfaatkan dunia ini untuk bekal di kehidupan Kelak"
"Pa, kita berusaha untuk ridho apapun yang kita alami selama itu akan mendatangkan ridho-Nya"
Perkataan manismu ini, membuat hatiku menangis. Karena baru kupahami makna seindah-indahnya perhiasan dunia adalah istri solehah
I LUV U...
(Gantira, 15 April 2011, Jakarta)
Monday, 15 August 2011
Monday, 25 July 2011
Sebuah Kisah Dalam Dunia Lain
Dalam dunia tidurku, aku bermimpi ada dua orang wanita yang menemaniku.
Ada seorang wanita tua yang sangat kuhormati, namun dia bukan ibuku, memaksaku untuk menikahi salah satu wanita itu namun aku harus meninggalkan wanita yang satunya lagi.
Setelah kuamati, siapa yang diperintahkan untuk kunikahi, dia seorang wanita muda yang sangat cantik. Setelah kuamati juga, siapa yang harus kutinggalkan ternyata dia wanita yang pernah kunikahi.
Melihat kenyataan itu, aku menolak dengan permintaan wanita tua itu. Dia marah, namun aku tetap pada pendirianku. Kujelaskan, bagaimana mungkin aku meninggalkan wanita yang kucintai degan memiliki apa yang tidak kuinginkan.
Setelah semua kujelaskan pada wanita tua serta wanita muda yang harus kunikahi itu. Keduanya meninggalkanku degan penuh kekecewaan. Aku tidak ingin mengecewakan wanita manapun, namun kalau harus memilih maka degan terpaksa aku tetap harus mengecewakan salah satunya.
Setelah semua huru hara berlalu. Lalu kudekati wanita yang kucintai, tapi ternyata dia sibuk degan urusannya. Aku hampiri dia, namun dia marah karena aku telah mengganggu apa yang sedang dilakukannya. Lalu aku jelaskan padanya bahws inilah saatnya kita saling memiliki sebelum semua saling tidak memiliki.
Mendengar penjelasanku, akhirnya dia melepaskan apa yang dikerjakannya. Lalu kamipun berpelukan melepas rasa rindu yang terpendam dalam jiwaku.
Aku terbangun, yang ada disampingku adalah notebook yang masih menyala. Aku jadi teringat belahan jiwaku. Ternyata aku benar-benar rindu padanya, semoga dirinya cepat selesai dalam studinya.
"AKU SANGAT MERINDUKANMU SAYANG, I LOVE YOU"
(Gantira, 25 Juli 2011, Jakarta)
Ada seorang wanita tua yang sangat kuhormati, namun dia bukan ibuku, memaksaku untuk menikahi salah satu wanita itu namun aku harus meninggalkan wanita yang satunya lagi.
Setelah kuamati, siapa yang diperintahkan untuk kunikahi, dia seorang wanita muda yang sangat cantik. Setelah kuamati juga, siapa yang harus kutinggalkan ternyata dia wanita yang pernah kunikahi.
Melihat kenyataan itu, aku menolak dengan permintaan wanita tua itu. Dia marah, namun aku tetap pada pendirianku. Kujelaskan, bagaimana mungkin aku meninggalkan wanita yang kucintai degan memiliki apa yang tidak kuinginkan.
Setelah semua kujelaskan pada wanita tua serta wanita muda yang harus kunikahi itu. Keduanya meninggalkanku degan penuh kekecewaan. Aku tidak ingin mengecewakan wanita manapun, namun kalau harus memilih maka degan terpaksa aku tetap harus mengecewakan salah satunya.
Setelah semua huru hara berlalu. Lalu kudekati wanita yang kucintai, tapi ternyata dia sibuk degan urusannya. Aku hampiri dia, namun dia marah karena aku telah mengganggu apa yang sedang dilakukannya. Lalu aku jelaskan padanya bahws inilah saatnya kita saling memiliki sebelum semua saling tidak memiliki.
Mendengar penjelasanku, akhirnya dia melepaskan apa yang dikerjakannya. Lalu kamipun berpelukan melepas rasa rindu yang terpendam dalam jiwaku.
Aku terbangun, yang ada disampingku adalah notebook yang masih menyala. Aku jadi teringat belahan jiwaku. Ternyata aku benar-benar rindu padanya, semoga dirinya cepat selesai dalam studinya.
"AKU SANGAT MERINDUKANMU SAYANG, I LOVE YOU"
(Gantira, 25 Juli 2011, Jakarta)
Sunday, 19 June 2011
Aku Benci Padamu
Wahai Iblis dan bala tentaranya, aku sangat benci padamu...
Dirimu selalu menipuku...
Sesuatu yang buruk, dirimu tampakkan padaku seakan-akan baik...
Sesuatu yang baik, dirimu tampakkan padaku seakan-akan buruk...
Setelah aku melakukannya, dirimu tertawa meninggalkan diriku dalam kesedihan...
Wahai hawa nafsu, aku juga benci padamu...
Dirimu dengan mudah sekali diiming-iming keindahan yang menjerumuskan...
Dirimu dengan entengnya bekerjasama dengan makhluk terkutuk iblis dan tentaranya menjerumuskanku...
Saat semuanya sudah terlanjur dilakukan, dirimu hanya diam membisu melihat diriku menyesali atas perbuatanmu...
Saat waktu berlalu, kamu dengan entengnya mengulangi kembali kesalahanmu tanpa rasa malu...
Sungguh merugi berteman dengan Iblis, bala tentaranya dan hawa nafsu yang menjerumuskan pada kesengsaraan...
Wahai musuh-musuh kebenaran, jauhilah diriku dari bujuk rayumu...
Aku benar-benar benci pada kalian semua...
(Gantira, 19 Juni 2011, Jakarta)
Dirimu selalu menipuku...
Sesuatu yang buruk, dirimu tampakkan padaku seakan-akan baik...
Sesuatu yang baik, dirimu tampakkan padaku seakan-akan buruk...
Setelah aku melakukannya, dirimu tertawa meninggalkan diriku dalam kesedihan...
Wahai hawa nafsu, aku juga benci padamu...
Dirimu dengan mudah sekali diiming-iming keindahan yang menjerumuskan...
Dirimu dengan entengnya bekerjasama dengan makhluk terkutuk iblis dan tentaranya menjerumuskanku...
Saat semuanya sudah terlanjur dilakukan, dirimu hanya diam membisu melihat diriku menyesali atas perbuatanmu...
Saat waktu berlalu, kamu dengan entengnya mengulangi kembali kesalahanmu tanpa rasa malu...
Sungguh merugi berteman dengan Iblis, bala tentaranya dan hawa nafsu yang menjerumuskan pada kesengsaraan...
Wahai musuh-musuh kebenaran, jauhilah diriku dari bujuk rayumu...
Aku benar-benar benci pada kalian semua...
(Gantira, 19 Juni 2011, Jakarta)
Aku Iri Padamu
Wahai kumpulan jangkrik yang berada disemak-semak, aku iri pada kalian...
Tiap malam dirimu terus bersuara dengan bebasnya tanpa khawatir dirimu akan dihisab...
Saat situasi sangat menyesakkan dirimu, dirimu dengan mudahnya dapat mati membunuh dirimu tanpa takut diazab...
Wahai burung-burung yang beterbangan di angkasa, akupun iri pada dirimu...
Tiap pagi dirimu dengan bebasnya beterbangan diangkasa dan memakan makanan siapa saja yang dirimu temukan tanpa takut dihisab...
Saat penderitaan menyesakkan dadamu, dirimu dengan entengnya menjatuhkan diri ke bumi tanpa takut di siksa...
Wahai binatang-binatang, aku iri pada kalian semua...
Walaupun dirimu tidak akan masuk surga namun dirimu tidak khawatir akan masuk neraka...
Ya Rabb, ampunilah atas segala dosaku...
Lindungilah diriku dari neraka-Mu...
Izinkanlah diriku memasuki surga-Mu...
Ya Rabb,Kabulkanlah permohonanku ini...
Aamiin...aamiin..aamiin...
(Gantira, 19 Juni 2011, Jakarta)
Tiap malam dirimu terus bersuara dengan bebasnya tanpa khawatir dirimu akan dihisab...
Saat situasi sangat menyesakkan dirimu, dirimu dengan mudahnya dapat mati membunuh dirimu tanpa takut diazab...
Wahai burung-burung yang beterbangan di angkasa, akupun iri pada dirimu...
Tiap pagi dirimu dengan bebasnya beterbangan diangkasa dan memakan makanan siapa saja yang dirimu temukan tanpa takut dihisab...
Saat penderitaan menyesakkan dadamu, dirimu dengan entengnya menjatuhkan diri ke bumi tanpa takut di siksa...
Wahai binatang-binatang, aku iri pada kalian semua...
Walaupun dirimu tidak akan masuk surga namun dirimu tidak khawatir akan masuk neraka...
Ya Rabb, ampunilah atas segala dosaku...
Lindungilah diriku dari neraka-Mu...
Izinkanlah diriku memasuki surga-Mu...
Ya Rabb,Kabulkanlah permohonanku ini...
Aamiin...aamiin..aamiin...
(Gantira, 19 Juni 2011, Jakarta)
Saturday, 18 June 2011
Wahai Ruh dan Jasad
Wahai Ruh..
Walau dirimu tidak memiliki mata, telinga, fikiran, mulut, tangan dan kaki
Namun dirimu bisa menggerakkan jasad yang memiliki semua itu
Wahai Jasad...
Walaupun dirimu bagaikan kayu yang tidak bisa bergerak sedikitpun
Namun seluruh tubuhmu bisa memenuhi apa yang diinginkan oleh ruh
Wahai Ruh dan Jasad...
Jika dirimu bekerja sama dalam mentaati aturan-Nya maka kalian akan mendapatkan kebahagiaan abadi nanti
Namun jika dirimu bekerja sama dlm melanggar aturan-Nya maka siap2 mendptkan azab-Nya yang sangat keras
Walau dirimu tidak memiliki mata, telinga, fikiran, mulut, tangan dan kaki
Namun dirimu bisa menggerakkan jasad yang memiliki semua itu
Wahai Jasad...
Walaupun dirimu bagaikan kayu yang tidak bisa bergerak sedikitpun
Namun seluruh tubuhmu bisa memenuhi apa yang diinginkan oleh ruh
Wahai Ruh dan Jasad...
Jika dirimu bekerja sama dalam mentaati aturan-Nya maka kalian akan mendapatkan kebahagiaan abadi nanti
Namun jika dirimu bekerja sama dlm melanggar aturan-Nya maka siap2 mendptkan azab-Nya yang sangat keras
Tuesday, 14 June 2011
Perbincangan Dalam Kebisuan
Hampir 1 jam kami menunggu ambulan yang akan menjemput kita
Karena kulihat dirimu terdiam maka aku pun ikut terdiam
Aku terus memperhatikan dirimu yg terbujur kaku tanpa sedikitpun mau menyapaku
Karena melihat situasi yg bisu maka aku pun mulai menyapamu dalam hatiku
"Teman, kutahu apa yang dirimu alami saat ini. Namun kutahu juga lidahmu tidak bisa mengungkapkan apa yang ingin dirimu katakan"
"Teman, kutahu gejolak jiwamu yang ingin melakukan banyak hal di dunia ini. Namun kutahu juga tubuhmu sudah sangat sulit digerakkan.”
"Teman, kutahu dirimu ingin sekali berbincang-bincang dengan diriku tentang keadaanmu. Namun aku tidak bisa mendengarkan teriakanmu."
"Teman, maafkan aku atas keterbatasanku yang tidak bisa melihat dan merasakan yang dirimu alami. Namun aku tahu dengan keyakinan penuh apa yang dirimu alami walaupun kita berbincang dalam kebisuan."
"Teman, yang bisa kulakukan hanya sesekali berdiri dan sesekali duduk menemanimu dalam kebisuan."
"Teman, yang bisa kulakukan hanyalah berdoa untukmu dan juga untukku semoga amal kebaikan dirimu, diriku diterima-Nya. Serta kekhilafanmu dan perbuatan dosaku diampuni-Nya."
"Teman, yang bisa kulakukan untukmu hanyalah membaca Surat Al-fatihah secara berulang-ulang dengan harapan besar bermanfaat untukmu dan juga untukku kelak"
"Teman, yang bisa kulakukan hanyalah terdiam mendengarkan nasihatmu dalam kebisuanmu"
"Teman, walaupun dirimu terbaring dan diriku berdiri, namun yang pasti suatu saat aku akan mengalaminya juga."
"Selamat tinggal teman. Suatu saat nanti, entah esok hari, entah lusa, entah minggu nanti,
entah tahun nanti, entah kapan aku tidak tahu, yang pasti aku akan mengikuti langkahmu tanpa bisa kutolak"
"Teman semoga arwahmu diterima disisi-Nya."
"Aamiin..Aamiin..Aamiin."
...
(Gantira, 14 Juni 2011, Rumah Sakit Pasar Rebo Jakarta)
Wednesday, 8 June 2011
Kalau Aku Tahu
Kalau aku tahu akan masuk surga, aku ingin mati saat ini juga...
Kalau aku tahu akan masuk neraka, aku tidak ingin mati selamanya sampai aku tahu bahwa aku akan masuk surga...
Kalau aku tahu ada satu amalku yang diterima, aku ingin terus berlama-lamallama ukan amalan itu saja...
Kalau aku tahu amalku tidak diterima, aku akan terus mencoba amalan lain yang kira- kira akan diterima...
Namun, karena aku tidak tahu apakah aku akan masuk surga atau masuk neraka maka aku tidak berharap mati dan tidak berandai-andai hidup selamanya...
Namun, karena aku tidak tahu apakah amalku diterima atau tidak maka aku terus mengulang-ulang dan berganti-ganti amalan...
Karena aku tidak tahu apa-apa, maka aku akan selalu memohon ampunan-Nya...
Karena aku tidak tahu apa-apa, maka aku akan terus memohon pertolongan-Nya...
Karena aku tidak tahu apa-apa, maka aku akan terus memohon perlindungan-Nya...
Ya Rabb, ampunilah atas segala dosaku...
Aamiin..aamiin..aamiin..
(Gantira, 8 Juni 2011, Jakarta)
Kalau aku tahu akan masuk neraka, aku tidak ingin mati selamanya sampai aku tahu bahwa aku akan masuk surga...
Kalau aku tahu ada satu amalku yang diterima, aku ingin terus berlama-lamallama ukan amalan itu saja...
Kalau aku tahu amalku tidak diterima, aku akan terus mencoba amalan lain yang kira- kira akan diterima...
Namun, karena aku tidak tahu apakah aku akan masuk surga atau masuk neraka maka aku tidak berharap mati dan tidak berandai-andai hidup selamanya...
Namun, karena aku tidak tahu apakah amalku diterima atau tidak maka aku terus mengulang-ulang dan berganti-ganti amalan...
Karena aku tidak tahu apa-apa, maka aku akan selalu memohon ampunan-Nya...
Karena aku tidak tahu apa-apa, maka aku akan terus memohon pertolongan-Nya...
Karena aku tidak tahu apa-apa, maka aku akan terus memohon perlindungan-Nya...
Ya Rabb, ampunilah atas segala dosaku...
Aamiin..aamiin..aamiin..
(Gantira, 8 Juni 2011, Jakarta)
Subscribe to:
Posts (Atom)
